Waspada! Mulai Kejar Orang, Buaya Muncul di Bawah Jembatan Masjid Nurul Islam Dumai
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Buaya muncul di bawah jembatan Jalan Pulau Payung dekat Masjid Nurul Islam, Dumai. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24com – Penampakan buaya berukuran besar di bawah jembatan menggegerkan warga Kota Dumai. Reptil tersebut terlihat berada dekat aliran Sungai Dumai, kawasan Masjid Nurul Islam, Jalan Pulau Payung.
Sejumlah warganet menginformasikan bahwa reptil buas tersebut mulai mengejar orang. Warga sekitar bantaran sungai serta jemaah Masjid Nurul Islam diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kemunculan predator tersebut.
“Buaya tersebut mulai mengejar orang. Ini sangat membahayakan warga yang tinggal di sekitar lokasi,” ujar Romi, seorang warganet, Senin (07/09/26).
Diketahui, buaya tersebut mulai terlihat sejak Rabu, 2 September 2026, sekitar kawasan Jembatan Masjid Nurul Islam. Lokasi penampakan berada di perbatasan RT 22 Kelurahan Sukajadi dan RT 05 Bukit Datuk. Kawasan tersebut berada antara wilayah Kecamatan Dumai Kota serta Kecamatan Dumai Selatan.
Camat Dumai Kota Tammy Arthadinata, membenarkan laporan mengenai kemunculan buaya berukuran cukup besar tersebut. Ia meminta warga bantaran Sungai Dumai berhati-hati saat beraktivitas dekat aliran sungai. Kondisi air sedang tinggi akibat pasang, sehingga potensi pergerakan buaya perlu diwaspadai.
“Memang ada penampakan buaya dan ukurannya cukup besar,” kata Camat dikutip detak24com, Senin (07/09/26).
Ia meminta masyarakat bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan selama kondisi air masih tinggi. Imbauan tersebut terutama menyasar warga yang tinggal dekat aliran Sungai Dumai.
Pihak Kecamatan Dumai Kota juga meminta Lurah Sukajadi meneruskan peringatan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan buaya kembali di sekitar kawasan permukiman. Warga diminta tidak mendekati sungai ketika menemukan tanda keberadaan reptil tersebut.
Camat secara khusus meminta orang tua mengawasi aktivitas anak-anak sekitar bantaran Sungai Dumai. Anak-anak tidak diperbolehkan bermain sendirian maupun mendekati tepian sungai. Risiko serangan meningkat ketika aktivitas manusia berlangsung dekat habitat potensial buaya.
“Kami minta orang tua lebih mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain.” Tammy menegaskan keselamatan warga harus menjadi perhatian utama dalam situasi tersebut. Masyarakat juga diminta segera melapor ketika menemukan kondisi membahayakan sekitar sungai.
Warga dapat menghubungi layanan darurat 112 Dumai Idaman ketika membutuhkan bantuan cepat. Laporan segera diperlukan jika buaya kembali terlihat dekat permukiman maupun fasilitas umum. Respons cepat dapat membantu mencegah warga mendekati lokasi secara langsung.
Imbauan serupa disampaikan Camat Dumai Selatan Aldi kepada masyarakat Kelurahan Bukit Datuk. Peringatan ditujukan khusus bagi warga yang tinggal sepanjang bantaran Sungai Dumai. Aldi meminta masyarakat tidak mengabaikan laporan penampakan buaya tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama warga yang berada di bantaran Sungai Dumai.” Aldi mengatakan debit Sungai Dumai sedang meningkat sehingga warga harus membatasi aktivitas sekitar sungai. Kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika warga beraktivitas pada malam hari.
Kondisi air sungai yang tinggi menjadi perhatian karena dapat memperluas area pergerakan buaya. Warga diminta menjauhi tepian sungai ketika kondisi sekitar tidak aman. Aktivitas seperti memancing dan bermain dekat sungai sebaiknya dihentikan sementara.
Kemunculan buaya tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar Sungai Dumai. Warga diminta mengutamakan keselamatan dan tidak mencoba menangkap atau mendekati reptil. Setiap penampakan sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas terkait untuk penanganan lanjutan, dikutip dari Sabang-meraukenews. (*)
Editor : Kar













