Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Nganggur Dua Tahun, Lahan Bersertifikat Terancam Diambil Negara

Nganggur Dua Tahun, Lahan Bersertifikat Terancam Diambil Negara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Pihak istana buka suara soal rencana pengambilalihan tanah bersertifikat yang tidak dimanfaatkan selama dua tahun. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong keadilan agraria dan mencegah konflik akibat lahan terlantar.

“Lahan terlantar ini bisa menimbulkan konflik agraria karena dibiarkan sekian lama. Saat ada orang lain yang menduduki, kemudian terjadi konflik agraria,” ujar Kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi saat Konferensi Pers di Kantor PCO, Jakarta, dikutip Kamis (17/7/2025).

Miliki Dasar Hukum

Dia menjelaskan rencana tersebut memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar.

Aturan ini sudah berlaku sejak Februari 2021 dan mencakup seluruh bentuk hak atas tanah, mulai dari Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), hak pakai, hingga hak milik.

Langkah penertiban ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Nusron Wahid dalam Forum Nasional yang digelar di Jakarta pada Ahad (13/7/2025).

Sanksi Administratif

Pemerintah berencana menjatuhkan sanksi administratif berupa surat peringatan kepada pemilik lahan yang tidak memanfaatkan tanahnya selama dua tahun berturut-turut. Jika peringatan diabaikan, lahan tersebut dapat diambil alih oleh negara.

“Pemerintah tidak akan serta-merta melakukan seperti itu karena ada masa tunggunya, sekian tahun, ada peringatannya, tiga kali peringatan supaya lahan itu tidak ditelantarkan,” jelasnya..

Dia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya soal produktivitas, tetapi juga semangat keadilan.

Soroti Pemilik Modal Kuasai Lahan

Pemerintah juga menyoroti kasus-kasus di mana pemilik modal besar menguasai lahan melebihi hak yang diberikan.

“Kalau ada kapital-kapital besar yang memiliki lahan atau mengelola lahan di luar kewenangannya. Misalnya dia dapat hak untuk mengelola 100 ribu hektar. Tapi dia mengelola 150 ribu hektar, dan sisanya itu tentu akan harus dikembalikan kepada negara. Ini untuk keadilan. Jadi semangat pemerintah untuk keadilan,” katanya.

 

Hasan menekankan, pemerintah ingin memastikan tanah yang sudah diberikan haknya benar-benar dimanfaatkan secara produktif, sesuai peruntukan, dan tidak menjadi sumber sengketa di kemudian hari.

“Jadi, semangatnya itu bukan semangat mengambil, tapi mendorong orang yang memiliki lahan, supaya menjadikan produktif atau digunakan. Supaya nanti tidak dihidupin orang, tiba-tiba 10 tahun datang, sudah ada orang di sana. Jadi konflik agraria. Untuk mencegah konflik-konflik yang tidak perlu,” pungkasnya. (Okz)

Editor : Kar

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terus Bertambah, Korban Tewas Banjir dan Longsor Agam Jadi 86 Orang

    Terus Bertambah, Korban Tewas Banjir dan Longsor Agam Jadi 86 Orang

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    AGAM, detak24com – BPBD Kabupaten Agam mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut mencapai 86 orang. Sementara, 88 lainnya masih dinyatakan hilang. “Ini merupakan pembaruan data per pukul 19.30 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, di Lubukbasung, Sabtu (29/11/25) petang. Ia merinci, 86 korban meninggal itu […]

  • Sejak Kejadian, Ibu Tiri Cemburu dan Aniaya Bunga, Nasib Tragis Bocah SD Digauli Ayah Kandung di Dumai 

    Sejak Kejadian, Ibu Tiri Cemburu dan Aniaya Bunga, Nasib Tragis Bocah SD Digauli Ayah Kandung di Dumai 

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Bukan hanya kekerasan seksual dari ayah kandung selama 3 tahun saja, Bunga acap dapat perlakuan kasar dari ibu tiri yang cemburu padanya. Nasib tragis bocah SD di Bukit Kapur Dumai, sungguh mengenaskan. Selama tiga tahun murid kelas V SD itu dipaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya berinisial A (29). Baca juga : […]

  • CELAKA! Wiraswasta Cabuli Bocah Lima Tahun di Perawang

    CELAKA! Wiraswasta Cabuli Bocah Lima Tahun di Perawang

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PERAWANG, detak24com – Tim Opsnal Polsek Tualang menangkap seorang pria inisial NA (35) di tempat kerjanya. Wiraswasta itu diduga cabuli bocah lima tahun yang notebene tetangganya sendiri. Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi melalui Kapolsek Tualang Kompol Arry Prasetyo, dirilis Kamis (19/10/23( mengatakan, tindak pidana wiraswasta cabuli bocah ini terbongkar setelah korban inisial RAS (5) melapor […]

  • SUSUPI SIDANG, Penjual Pempek Ini Cinta Mati pada Ferdy Sambo

    SUSUPI SIDANG, Penjual Pempek Ini Cinta Mati pada Ferdy Sambo

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Sidang kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi heboh usai seorang wanita menyusup dan menghampiri Mantan Kadiv Propam Polri tersebut. Dikutip Sabtu (03/12/22), wanita bernama Syarifah Ima Syahab itu mengaku jatuh cinta dengan Ferdy Sambo hingga rela menggantikan hukumannya, asalkan sang idola bebas. Selain itu, ia juga ingin […]

  • Jaksa Tahan Pak Kades dan Kadus Desa Kelayang Inhu, Jual Lahan Pemkab 18 Ha 

    Jaksa Tahan Pak Kades dan Kadus Desa Kelayang Inhu, Jual Lahan Pemkab 18 Ha 

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHU, detak24com – Kejari Inhu menetapkan dua tersangka kasus korupsi penjualan aset pemerintah. Mereka menjual lahan milik Pemkab setempat seluas 18 hektare. Perkara korupsi yang menjerat Kades Kelayang inisial A serta Kadus Dusun IV inisial S tersebut, terkait penerbitan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) atas lahan milik Pemkab Inhu. Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka […]

  • KORBAN Erupsi Marapi Zhafirah Zahrim Febrina Meninggal, Sempat Viral Wajah Penuh Debu 

    KORBAN Erupsi Marapi Zhafirah Zahrim Febrina Meninggal, Sempat Viral Wajah Penuh Debu 

    • calendar_month Senin, 18 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PADANG, detak24com – Korban erupsi Marapi, Zhafirah Zahrim Febrina meninggal dunia. Mahasiswi Poltek Negeri Padang itu berpulang setelah 13 hari dirawat di rumah sakit. Zhafirah Zahrim Febrina saat berada di Gunung Marapi sempat viral di media sosial. Di video itu, Ife panggilan kecilnya dengan tubuh dipenuhi abu vulkanik meminta tolong kepada orangtuanya. Baca juga : […]

expand_less