Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Kisah Ibu Inong Mempertahankan ‘Sejengkal’ Tanah di Dumai, Empati Mengalir dari Masyarakat 

Kisah Ibu Inong Mempertahankan ‘Sejengkal’ Tanah di Dumai, Empati Mengalir dari Masyarakat 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Laskar Melayu Hulu Balang Melayu Bersatu (LHMB) Dumai siap memperjuangkan nasib Ibu Inong yang tersangkut masalah tanah lokasi pedagang Jalan Baru.

Diketahui, Ibu Inong dilaporkan oleh Toton Sumali, seorang pengusaha mata sipit yang cukup terpandang di Dumai. Ayahnya bernama Guruh Sumali, termasuk tokoh perjuangan pembentukan Kotamadya Dumai.

Baca juga : Segera Disidang, Begini Kelanjutan Kasus Ibu Inong dan Lokasi Pedagang Jalan Baru Dumai 

Ribut Lahan Kios Pedagang di Jalan Baru Dumai, Rahmat: Kami Diminta Klarifikasi Dokumen, Ibu Saya Langsung Ditahan!

Sesuai rilis yang dikirim Polres Dumai, kasus ini bermula dari laporan seorang warga berinisial TS atau Toton Sumali. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/213/VIII/2021, tanggal 24 Agustus 2021, ia merasa dirugikan secara materi akibat klaim sepihak atas tanah miliknya berlokasi di Jalan Baru, yang dilakukan Ibu Inong.

Akibatnya, Ibu Inong kini mendekam dalam penjara. Namun, salah seorang putra Ibu Inong bernama Rahmat, menyatakan bahwa proses hukum yang dijalankan ibunya itu tidak transparan dan cenderung terburu-buru.

Ia menyebut tidak ada pemeriksaan forensik atau validasi dari instansi terkait mengenai keaslian surat tanah yang digunakan oleh ibunya.

“Kami hanya diminta datang untuk klarifikasi dokumen. Tapi ibu saya langsung ditahan tanpa ada proses yang adil. Ini seperti kriminalisasi,” kesalnya kepada media beberapa waktu lalu.

Menyikapi hal tersebut, LHMB Dumai angkat bicara soal kasus perselisihan tanah yang tengah menghebohkan publik, antara Buk Inong dan Toton Sumali tersebut.

Dengan tegas, LHMB menyatakan siap membawa kasus ini ke ranah hukum untuk membuktikan keaslian dokumen kepemilikan yang diklaim oleh Toton Sumali.

Panglima Muda LHMB Kota Dumai, Wan Ade Syaputra menegaskan, bahwa pihaknya akan turun langsung dan serius menyikapi persoalan ini.

“Ini bukan soal tanah semata. Ini menyangkut marwah Melayu! Ketika hak orang kecil diinjak dan ibu-anak terseret masalah, LHMB tidak akan tinggal diam!” tegasnya dengan lantang.

LHMB, lanjut Wan Ade, sudah mengkaji awal persoalan dan menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas hingga ke meja hijau. “Kami akan bawa ini ke pengadilan! Biar terang siapa yang benar, siapa yang sekadar pegang surat tanpa dasar!”

Kasus yang menyeret Buk Inong ini viral di berbagai platform media sosial dan telah menyita perhatian masyarakat Dumai. Banyak yang menilai ini sebagai bentuk ketimpangan yang tak boleh dibiarkan.

“Bagi kami, tanah itu bukan sekadar lahan. Tanah adalah warisan, harga diri, dan identitas. Kalau ada yang coba main-main dengan itu, LHMB akan jadi garda terdepan untuk melawan!” ujar Wan Ade dengan suara bergetar penuh semangat.

LHMB menyerukan kepada seluruh masyarakat Melayu dan pejuang keadilan untuk bersama-sama mengawal kasus ini. Perselisihan tanah ini akan jadi ujian bagi hukum dan nurani masyarakat Dumai. Apakah yang lemah akan terus diinjak, atau keadilan akan ditegakkan tanpa pandang bulu, dikutip detak24com dari dumaiposnews.

Sementara, dalam rilis yang dikirim Polres Dumai, kasus ini bermula dari laporan seorang warga berinisial TS. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/213/VIII/2021, tanggal 24 Agustus 2021, ia merasa dirugikan secara materi akibat klaim sepihak atas tanah miliknya yang dilakukan Ibu Inong.

Lahan tersebut telah dijual dan dicatat dalam Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) Usaha kepada pihak lain dengan ukuran yang sesuai arsip Kelurahan Bintan, yaitu 9 x 81 depa. Hal ini memperkuat bukti bahwa dokumen berukuran 59 x 81 depa milik Ibu Inong tidak sesuai dengan arsip resmi.

“Langkah hukum ini diharapkan memberi efek jera dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak menyalahgunakan dokumen dengan cara membuat surat palsu atau menggunakan surat palsu untuk kepentingan pribadi,” imbuhnya. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • DIRLANTAS Polda Riau Kombes Pol Taufiq Inisiasi Rapat Forum LLAJ di Awal Tahun 2024

    DIRLANTAS Polda Riau Kombes Pol Taufiq Inisiasi Rapat Forum LLAJ di Awal Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 60Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, SIK MH yang didampingi Wadir Lantas Polda Riau serta PJU Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau serta para Kasat Lantas jajaran melaksanakan kegiatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2024 di Aula Rapat Mako Ditlantas Polda Riau.  Tampak hadir seluruh instansi terkait, […]

  • PEMBUNUH Sadis Kartini Mayat dalam Karung Disergap di Jabung Lampung Timur, Begini Kronologis Penangkapannya!

    PEMBUNUH Sadis Kartini Mayat dalam Karung Disergap di Jabung Lampung Timur, Begini Kronologis Penangkapannya!

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – S (38), tersangka utama pembunuhan sadis Kartini, mayat dalam karung dibuang dekat parit Gurunpanjang Dumai dibekuk setelah sembilan hari buron. Tersangka disergap di Desa Beteng Sari Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur, Senin (04/09/23). Diketahui sebelumnya, tersangka berpindah-pindah hingga jejaknya tercium di Lampung Timur. Penangkapan tersangka pun melibatkan banyak tim. Yakni, Sat Reskrim […]

  • Sadis! Suami Tikam Istri hingga Tewas di Limbungan Pekanbaru 

    Sadis! Suami Tikam Istri hingga Tewas di Limbungan Pekanbaru 

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kematian Wahyuni (36) di rumahnya Jalan Teluk Leok, Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, menemui titik terang. Korban diduga dibunuh suaminya dengan senjata tajam. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra mengatakan, korban tinggal di rumah tersebut bersama suami dan kakeknya, Nasip (73). “Mereka tinggal bertiga,” ujar Bery, Rabu (20/11/2024). Korban ditemukan kakeknya […]

  • Peringati Hari Pelanggan Nasional, BRI Medan Putri Hijau Sambut Nasabah dengan Pelayanan Spesial

    Peringati Hari Pelanggan Nasional, BRI Medan Putri Hijau Sambut Nasabah dengan Pelayanan Spesial

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN, detak24com – Sempena Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap tanggal 4 September, BRI Branch Office Medan Putri Hijau menghadirkan suasana berbeda di kantornya. Dengan mengenakan busana yang tidak seperti biasanya, para staf BRI Medan Putri Hijau yang beralamat di Jalan Putri Hijau, Medan menyapa nasabah dengan keramahan dan antusiasme tinggi. Mengusung tema “BRI Branch […]

  • Wolves vs Man City, Uji Ketajaman Haaland

    Wolves vs Man City, Uji Ketajaman Haaland

    • calendar_month Sabtu, 17 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    DUEL antara Haaland serta duet Nathan Collins-Max Kilman yang punya fisik oke bakal jadi tontonan menarik pada laga ini. Setelah pekan ketujuh ditunda pasca-kematian Ratu Elizabeth II, Manchester City akan menghadapi Wolverhampton Wanderers pada pekan kedelapan Liga Primer Inggris di Stadion Molineux, Sabtu (17/9). The Citizens sukses mengalahkan Borussia Dortmund 2-1 di Liga Champions tengah […]

  • Guru Les Gerayang Dua Murid di Langgam Kabupaten Pelalawan 

    Guru Les Gerayang Dua Murid di Langgam Kabupaten Pelalawan 

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Seorang guru les sekaligus pelatih sekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Pelalawan ditangkap setelah dilaporkan berbuat cabul terhadap dua muridnya. Pelaku diketahui berinisial S (37), warga Labuhan Batu, Sumatera Utara yang tinggal sementara di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan untuk bekerja sebagai pengajar di salah satu sekolah. Kasus ini terungkap setelah […]

expand_less