Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Warga Kualu Kampar Laporkan Penyidik Polda Riau ke Mabes Polri, Ini Kasusnya 

Warga Kualu Kampar Laporkan Penyidik Polda Riau ke Mabes Polri, Ini Kasusnya 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Ibu kandung Jamaluddin (alm), korban penganiayaan hingga tewas di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kampar melaporkan penyidik Polda Riau ke Bareskrim Mabes Polri.

Zahara, ibu kandung almarhum kecewa terhadap kinerja Polda Riau yang dianggap tidak profesional dalam menangani kasus kematian Jamaluddin, pada 8 September 2024. Penyidik tak kunjung menangkap pelaku yang masih bebas berkeliaran.

Laporan tersebut disampaikan oleh tim penasehat hukum Zahara, yaitu Suroto SH, Mirwansyah SH MH, Emi Afrijon SH MH, dan Heri Susanto SH MH yang tergabung dalam Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau pada Selasa, 3 Desember 2024 lalu.

Suroto mengatakan, pengungkapan kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Jamaluddin, meninggalkan kekecewaan bagi keluarga korban. Pasalnya, penanganan kasus tersebut terkesan tidak serius.

Menurut Suroto, meskipun Polda Riau telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, tiga di antaranya sudah ditangkap, yakni Y, AS (anggota Polda Riau), dan J. Namun, dua pelaku lainnya, yakni AD dan I, masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kekecewaan keluarga korban semakin mendalam karena pada akhir Oktober 2024, keluarga korban telah memberikan informasi kepada penyidik Polda Riau bahwa DPO AD akan menikahkan anaknya pada 3 November 2024 di Kubang Jaya, Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Keluarga korban meminta agar DPO tersebut segera ditangkap, namun hingga acara pernikahan berlangsung, tidak ada tindakan penangkapan dari kepolisian,” ujar Suroto dikutip, Jumat (05/12/24).

Ia menyebutkan bahwa tim kuasa hukum keluarga korban juga telah mengirimkan foto-foto yang menunjukkan keberadaan AD di acara pesta pernikahan tersebut. Namun, penyidik Polda Riau tetap tidak mengambil langkah penangkapan. Bahkan setelah acara selesai, AD masih berada di rumahnya, namun tidak ada upaya penangkapan.

“Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar, mengapa AD tidak ditangkap. Padahal, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka dan DPO. Keluarga korban menduga ada permainan antara penyidik Polda Riau dengan AD,” tambahnya.

Suroto juga menekankan bahwa keluarga korban telah berusaha tidak melakukan tindakan sendiri dan mempercayakan penyelesaian kasus kepada kepolisian. Namun, mereka merasa kecewa karena kepolisian tidak dapat diandalkan.

Terkait hal ini, keluarga korban melalui tim pengacara berencana menyampaikan pengaduan kepada Presiden RI, Kapolri, dan jajarannya untuk mendesak Polda Riau segera menangkap seluruh pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, keluarga korban juga merasa kecewa dengan pernyataan Polda Riau yang menyebutkan bahwa penganiayaan terhadap Jamaluddin dipicu oleh tuduhan pencurian barang berharga milik Y. Padahal, menurut Suroto, penganiayaan itu berkaitan dengan tuduhan pencurian narkoba jenis sabu milik para pelaku.

“Polda Riau seharusnya jujur dengan masyarakat, jangan menutup-nutupi bahwa anggota mereka terlibat dalam penganiayaan karena narkoba, bukan karena pencurian barang berharga,” tuturnya.

Sesuai dengan rekontruksi, sebelum melakukan penganiayaan, para pelaku diketahui menggunakan sabu di rumah oknum polisi AS.

Tim kuasa hukum keluarga korban telah meminta Polda Riau untuk mengungkap dan memproses tuntas terkait peredaran narkoba yang melibatkan para pelaku. Namun hingga kini, belum ada perkembangan informasi dari pihak Polda Riau.

“Ketertutupan Polda Riau mengenai keterlibatan anggotanya dengan narkoba dalam kasus ini membuat masyarakat meragukan komitmen mereka dalam memberantas peredaran narkoba,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan menyatakan pihaknya telah menangkap tiga orang pelaku dan menahannya. “Pelaku utamanya itu dua orang (AS dan Y). Sudah kita tangkap dan ditahan,” kata Asep, ketika dikonfirmasi Kamis malam.

Asep menegaskan, pihaknya sampai saat inj masih memburu dua pelaku lainnya. “Yang belum masih dalam pencarian,” kata Asep.

Disinggung terkait tidak adanya upaya penangkapan terhadap DPO AD, padahal keberadaannya sudah diberitahukan keluarga korban ke penyidik, Asep mengaku tidak mengetahuinya.

“(Pastinya) masih kita cari. Ke siapa diinfokan (keberadaan AD),” imbuh Asep dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : kar 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia PETI Hari Kelima di Kuansing, Polisi Musnahkan 58 Rakit Tambang

    Razia PETI Hari Kelima di Kuansing, Polisi Musnahkan 58 Rakit Tambang

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Polda Riau bersama Polres Kuansing kembali melanjutkan Operasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kuantan thun 2025 yang telah memasuki hari kelima, Senin (4/8/2025) kemarin. Tiga Tim Operasional penertiban PETI yang tersebar di sejumlah lokasi berhasil memusnahkan 58 rakit kapal yang melaksanakan penambangan ilegal tersebut. Operasi yang dimulai pukul 10.00 WIB, Senin kemarin,  diawali […]

  • REALME PRO 10, Ponsel Kelas Menengah dengan Fitur Wah!

    REALME PRO 10, Ponsel Kelas Menengah dengan Fitur Wah!

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    DETAK24.COM – Realme merilis kelas menengah Realme 10 Pro Series di awal tahun 2023 ini. Kedua ponsel berbentuk hampir sama, namun menampilkan perbedaan yang cukup signifikan. Public Relation Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca, kedua ponsel menampilkan keunggulan dari sisi layar. Misalnya Realme 10 Pro 5G menampilkan bezel yang tipis dan model 10 Pro Plus 5G dengan layar […]

  • Polisi Pekanbaru Ditikam di depan Rumahnya, Usai Bertengkar

    Polisi Pekanbaru Ditikam di depan Rumahnya, Usai Bertengkar

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    Pekanbaru, detak24.com– Polisi di Pekanbaru, Riau ditikam usai bertengkar dengan seseorang. Aksi tersebut terekam warga dan videonya menjadi viral di medsos. Dalam video berdurasi 42 detik itu, terlihat seorang pria datang ke rumah korban. Tanpa menaruh rasa curiga, korban menghampiri pelaku. Setelah pagar dibuka, korban dan pelaku yang sama-sama pakai baju merah lalu berkomunikasi. Pelaku […]

  • Nahas, Petani Desa Pesikaian Cerenti Tewas Disambar Petir, Korban Sedang Kendarai Motor 

    Nahas, Petani Desa Pesikaian Cerenti Tewas Disambar Petir, Korban Sedang Kendarai Motor 

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Musibah tragis menimpa seorang petani Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kuansing. Ia tewas tersambar petir saat mengendarai motor. Informasi dirangkum Sabtu (10/05/25), kejadian tragis itu terjadi pada Kamis (08/05/25). Korban berinisial S (46), meninggal dunia akibat tersambar petir saat hendak berteduh di Pos 1 pintu masuk PTPN 5 Desa Pesikaian. Peristiwa nahas ini terjadi […]

  • Pengaruh Bokep, Dokter Mesum Cabuli Puluhan Mahasiswi Unri

    Pengaruh Bokep, Dokter Mesum Cabuli Puluhan Mahasiswi Unri

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Puluhan mahasiswi Unri Pekanbaru dilaporkan jadi korban pelecehan seksual oleh dokter kampus tersebut. Peristiwa itu seketika viral di media sosial. Informasi dirangkum Senin (27/04/26),kasus pelecehan seksual kembali mencuat di lingkungan pendidikan kampus Universitas Riau (Unri). Seorang oknum dokter berinisial LH bertugas di klinik kampus tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap mahasiswi […]

  • MOBIL Protokoler Gubri Syamsuar Laga Kambing di Perawang, Seorang Staf Tewas

    MOBIL Protokoler Gubri Syamsuar Laga Kambing di Perawang, Seorang Staf Tewas

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 3Komentar

    SIAK, detak24com – Beredar kabar duka, iring-iringan mobil protokoler Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengalami kecelakaan laga kambing. Dikabarkan satu diantaranya atas nama Zuhri meninggal. Iring-iring protokoler ini dikabarkan terlibat kecelakaan saat melewati jalan lintas Dayun Perawang, Kabupaten Siak. Tepatnya di kilometer sebelas. Kabag Protokoler Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Riau Slamet Riyadi saat dikonfirmasi membenarkan […]

expand_less