Tolak LGBT, Mahasiswa Unri Orasi di Gedung DPRD Riau
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Puluhan mahasiswa Unri berorasi di depan Gedung DPRD Riau. Mereka menyuarakan kekhawatiran terhadap perilaku LGBT.
Aksi massa dikemas dalam ‘Mimbar Bebas Tolak LGBT’ diikuti oleh BEM Unri, DPM Unri, Forum Perempuan BEM Unri, Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FKIP, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FEB.
Selain penyampaian orasi oleh massa aksi, mimbar bebas juga diwarnai dengan penampilan puisi yang menggambarkan retakan moral generasi bangsa saat ini.
Menteri Sosial dan Masyarakat BEM Unri, Muhammad Wily Saputra dalam orasinya memberikan reminder kepada Pemprov Riau terkait maraknya kasus penyimpangan seksual di Provinsi Riau.
“Hari ini kita turun ke jalan untuk memberikan peringatan kepada Pemerintah Provinsi Riau dan memberitahu masyarakat terkait maraknya kasus penyimpangan seksual di Provinsi Riau. Pelaku LGBT terang-terangan memunculkan eksistensi mereka di depan umum,” ujar Wily.
Selain itu, Neysa Javita Putri, Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM Unri meminta Pemda untuk segera menyelesaikan peraturan terkait LGBT.
“Pada 6 Juni 2023, Pemerintah Daerah telah menerima arahan dari dewan untuk segera menyelesaikan peraturan terkait LGBT, namun sampai saat ini LGBT masih merajalela. Ini bukan persoalan HAM, tetapi persoalan mengenai penyakit moral,” ujar Nesya.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa BEM Unri, Muhammad Aditya Pratama, dalam orasinya meminta agar DPRD Riau membuka ruang diskusi dan meminta Pemprov untuk menindak tegas terkait kasus LGBT.
“Banyak sekali brand yang mendukung LGBT. BEM Universitas Riau akan selalu berada di jalan kebenaran dan melawan kedzoliman. Kami menuntut Pemorv Riau mengeluarkan regulasi penanganan LGBT. Kami juga mendesak DPRD Riau membuka ruang diskusi dan audiensi sebesar-besarnya serta memberikan respon dan tindakan tegas terkait kasus LGBT,” jelas Aditya.
Kegiatan mimbar bebas ditutup dengan penandatangan petisi Tolak LGBT dan pembacaan doa yang dipimpin oleh Miftahul Kurniawan. (*)
Reporter : Dwiki
Editor : Kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











