Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » VIRAL! Cara Azan Aneh di Ponpes Al Zaytun Indramayu Jawa Barat

VIRAL! Cara Azan Aneh di Ponpes Al Zaytun Indramayu Jawa Barat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 27 Apr 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEBERAPA waktu lalu Ponpes Al Zaytun Indramayu menghebohkan publik di media sosial. Bagaimana tidak, pelaksanaan salat Ied berbeda dengan umat muslim lainnya dan tidak sesuai dengan syariat Islam. 

Mereka mencampurkan barisan jemaah laki-laki dan perempuan hingga saf sholat dibuat berjarak. Ponpes Al Zaytun Indramayu tersebut memang dikenal sebagai pesantren yang tertutup. 

Lembaga pendidikan Islam yang berada di Desa Mekarjaya Kecamatan Gantar, Indramayu tersebut bahkan memiliki kesan eksklusif. Terkini, beredar sebuah video yang memperlihatkan gaya azan Salat Jumat yang berbeda dari biasanya.

Video tersebut diunggah pemilik akun Instagram @say.viideo. Dalam video kurang dari satu menit itu terlihat seorang muazin yang mengumandangkan azan Salat Jumat lain dari biasanya. 

Sang muazin tampak berpakaian seperti jemaah Ponpes Al Zaytun Indramayu yang viral beberapa waktu lalu dengan memakai jas lengkap dengan dasi berwarna biru, sepatu serta peci berwarna hitam.

Setiap lantunan kumandang azan tersebut selalu diikuti dengan gerakan tangan yang berbeda dari biasanya. Para santri juga mengikuti lantunan azan tersebut dan disertai dengan saf salat yang memiliki jarak antar jamaahnya.

Selain itu, sang muazin melantunkan azan dengan menghadap para santri. Bukan menghadap kiblat sebagaimana yang dilakukan oleh umat Islam kebanyakan. 

Tidak dijelaskan lebih lengkap soal kapan peristiwa azan “nyeleneh” tersebut. Sampai kini, video tersebut sudah disukai sebanyak 2.788 suka dan dikomentari oleh lebih dari 725 pengguna. Banyak warganet yang menyayangkan kejadian tersebut.

“Kalau azan nya sih yg tidak bernada sebenarnya bukan masalah cuman gerakan saat adzan nya mungkin yg agak nyeleneh,” tulis seorang warganet.

“Sah sah aja sih. Masalah gerakan mereka punya arti sendiri. Asalkan lantunan adzan nya jgn di rubah. Yg parah pas shalat ied asli parah,” tulis yang lain.

“Serius nanya itu safnya renggang renggang? bukannya ga boleh ya,” ungkap warganet.(viva.co.ud)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (13)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Kedai Pedagang di Gang Langsat Sebelah Pasar Pulau Payung Dumai Dibongkar Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta

      Kedai Pedagang di Gang Langsat Sebelah Pasar Pulau Payung Dumai Dibongkar Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta

      • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      DUMAI, detak24com – Nasib apes dialami sejumlah pedagang Gang  Langsat sebelah Pasar Pulau Payung Dumai di luar pasar Pemko, diteror maling akhir-akhir ini. Pelaku membongkar lapak, hingga kerugian mencapai puluhan juta. Seorang pedagang bernama Ismail Siagian, mengaku lapaknya dibongkar maling beberapa waktu lalu. Minyak goreng hingga rokok dijarah. “Rokok tak bersisa sebatang pun, minyak goreng […]

    • MANUVER Budiman Dukung Prabowo Bakal Diikuti Kader PDIP Lain

      MANUVER Budiman Dukung Prabowo Bakal Diikuti Kader PDIP Lain

      • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
      • account_circle Redaksi
      • 12Komentar

      Jakarta, detak24com – Dukungan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko ke Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal Capres 2024 mengisyaratkan adanya ketidaksepakatan di partai berlambang banteng moncong putih itu atas pencapresan Ganjar Pranowo. “Sehingga sedikit banyak di internal PDIP mengalami kerenggangan,” kata Pengamat Politik Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, dikutip Senin […]

    • Ilustrasi

      Lima Auditor Inspektorat Riau Terima Gratifikasi dari BUMD, Apa Sanksinya Pak Polisi?

      • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
      • account_circle Redaksi
      • 12Komentar

      PEKANBARU, detak24.com – Tim audit Inspektorat Provinsi Riau diduga menerima gratifikasi saat melakukan audit di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau. Berdasarkan sumber ada lima auditor Inspektorat Riau yang diduga menerima “uang terimakasih” setelah melakukan audit keuangan di salah satu BUMD Riau tahun anggaran 2021. Kelima Aparatur Sipil Negara (ASN) itu direkomendasikan mendapat sanksi. Namun […]

    • DITENGGAT Sepekan, Pemerintah Resmi Larang TikTok Shop Berdagang

      DITENGGAT Sepekan, Pemerintah Resmi Larang TikTok Shop Berdagang

      • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      JAKARTA, detak24com – Pemerintah melalui Kemdag resmi melarang TikTok Shop berdagang. Perusahaan pemilik flatform diberi tenggat waktu sepekan setelah surat pemberitahuan dikirimkan. Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, dalam beleid itu social commerce seperti TikTok Shop dilarang untuk berdagang, kecuali promosi. Hal itu menyusul terbitnya Permendag No 31 Tahun 2023 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan […]

    • Ilustrasi titik api. F : IST

      MEMBARA! Inhil Dikepung 14 Titik Api, Total di Riau 28 Hotspot

      • calendar_month Minggu, 3 Sep 2023
      • account_circle Redaksi
      • 1Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Jumlah hotspot di Pulau Sumatera membludak. Bahkan wilayah Provinsi Riau yang sempat nihil, malah muncul 28 hotspot, Ahad (03//9/23) pagi. “Titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera ada 717 titik, terbanyak di Sumatera Selatan 448 titik. Lalu Jambi 52 titik, Sumatera Barat 12 titik, Kepulauan Riau satu titik, Bengkulu 15 titik, Lampung 89 […]

    • Sandera Warga, TNI Tembak Mati Anggota OPM 14 Orang di Intan Jaya 

      Sandera Warga, TNI Tembak Mati Anggota OPM 14 Orang di Intan Jaya 

      • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      PAPUA, detak24.com – TNI melalui Komando Operasi Habema Kogabwilhan III tembak mati 14 anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka) pimpinan Undius Kogoya di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Baku tembak terjadi saat TNI akan membebaskan warga dari penguasaan OPM Kodap VIII/Soanggama di wilayah Kampung Soanggama, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya pada Rabu 15 Oktober 2025. “TNI […]

    expand_less