Pemkab Meranti Alokasikan Rp30 M untuk Jalan Tanjungsamak-Repan, Buka Akses Ekonomi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
- print Cetak

Peninjauan pengerjaan jalan Tanjungsamak-Repan Kepulauan Meranti Riau
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Meranti, detak24.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas PUPR kembali mengalokasikan anggaraan sebesar Rp30.216.207.000 untuk melanjutkan peningkatan ruas jalan Tanjung Samak- Repan.
Jalan sepanjang 31,85 kilometer yang menghubungkan 6 desa diantaranya Tanjung Samak, Wonosari, Teluk Samak, Gemala Sari, Penyagun dan Desa Repan ini dikerjakan dengan pengaspalan jalan yang menggunakan hotmix. Ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian untuk kedepannya.
Lanjutan proyek saat ini berada di lintasan Desa Wonosari – Teluk Samak sepanjang 5,8 kilometer dengan progres bobot pekerjaan sebesar 32,43 persen atau sepanjang 4,925 kilometer. Jalan itu juga terkoneksi dengan ruas yang sudah dihotmix sebelumnya. Tepatnya di ibukota Kecamatan Rangsang, di Tanjung Samak sepanjang 3,3 kilometer yang dibangun pada tahun 2021 dengan menggunakan anggaran DAK sebesar Rp13 miliar.
Progres tersebut diketahui saat Komisi II DPRD Kepulauan Meranti melakukan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan infrastruktur jalan interkoneksi Desa Wonosari dan Teluk Samak, Rabu (13/7/2022) pagi.
Hadir saat itu Ketua Komisi II DPRD Meranti Taufiek, dan anggota Komisi II M Taufikurrahman, Darsini, dan Dedi Yuhara Lubis. Kunjungan tersebut juga didampingi Kepala Desa Teluk Samak, Mohd Zaini, Sekretaris Dinas PUTR Fajar Triasmoko MT dan Kepala Bidang Bina Marga, Rahmat Kurnia ST serta tim lainnya.
Para legislator ini terlihat senang setelah bersama-sama melihat progres pekerjaan tersebut yang ditargetkan akan selesai pada September 2022 mendatang.
“Jalan ini sudah kami dambakan untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Saya yakin masyarakat nantinya akan lebih baik hidupnya dengan adanya jalan ini. Dimana ekonomi mereka menjadi terangkat. Intinya kami Komisi II tetap komitmen mengawasi pembangunan infrastruktur guna menunjang ekonomi masyarakat,” kata Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Taufiek.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Rahmat Kurnia ST saat dikonfirmasi mengatakan pekerjaan jalan dengan konsep pengaspalan.
“Ruas Jalan Repan – Tanjung Samak di Pulau Rangsang sepanjang 31,85 kilometer itu akan dihotmix. Dimana progres pengaspalan baru sekitar 9 kilometer jika rentang Wonosari – Teluk Samak selesai dikerjakan pada September mendatang. Saat ini ruang jalan tersebut sudah dibase dan hanya menyisakan sekitar 5 kilometer di Desa Penyagun,” kata Rahmat Kurnia.
Rahmat juga mengatakan tahapan pekerjaan saat ini adalah penimbunan material base B dan selanjutnya dilapisi material base A. Baru setelah itu ditingkatkan dengan lapisan penetrasi dan pengaspalan.
Lebih jauh, Aang mengatakan jika saat ini kondisi jalan di Pulau Rangsang kondisinya rusak berat dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Jalan di Pulau Rangsang ini sangat banyak yang rusak, setelah kami hitung membutuhkan biaya sebesar Rp 1,3 triliunan. Namun tentunya masih banyak daerah lain yang juga perlu kita bangun. Untuk itu kita perlu membangun tema, jalan apa yang mau kita bangun, misalnya pariwisata atau tematik pengembangan food estate yang SK nya nanti ditetapkan oleh kementerian. Di Bappenas, konsepnya seperti itu dan kita yang akan mengusulkan anggaran pembangunannya, karena jika mengharapkan APBD agak lama baru bisa terbangun,” ujarnya.
Dikatakannya lagi, walaupun di Kepulauan Meranti tidak ada ruas jalan nasional, namun kabupaten termuda di Riau itu tercantum sebagai salah satu daerah di perbatasan negara yang mendapatkan perhatian pembangunan dari dana pusat.(riaulink)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












