Gajah Liar di Pelelawan Riau Rusak Puluhan Hektar Sawit Warga, 500 M dari Pemukiman
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pelelawan, detak24.com – Gajah liar kembali masuk habitat manusia di Pelelawan Riau. Tiga ekor satwa dilindungi itu dilaporkan telah merusak puluhan hektar kebun sawit milik warga. Keberadaan hewan belalai panjang tersebut hanya berkisar 500 meter dari pemukiman.
Dikutip Kamis (30/06/22), tiga ekor gajah liar merusak puluhan hektar kebun sawit milik masyarakat di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau terrjadi sejak tiga pekan belakangan. Sementara, hewan liar bertubuh besar ini masih saja keluar masuk kebun warga dan terus merusak, memakan tanaman warga di lokasi tersebut.
Kepala Desa Rantau Baru, Anton mengatakan saat ini warganya bejibaku untuk menghalau satwa yang di lindungi ini dari perkebunan warga. Namun usaha mereka masih belum maksimal. Setelah diusir beberapa saat gajah kembali ke kebun warga.
“Kita sudah berusaha melakukan pengusiran namun tiga ekor gajah itu masih saja berkeliaran di sekitar kebun warga desa Rantau Baru, bahkan sejumlah warga ada yang tidak pulang ke rumah demi menjaga kebun nya tidak di rusak hewan bertubuh besar ini,” ujarnya.
Disampaikan kades lagi, dari mula diketahui masuknya hewan ini ke kebun masyarakat diperkirakan sudah ada 20 hektar kebun warga yang sudah rusak di makan dan diinjak gajah itu, sementara hingga saat ini pihak BBKSDA belum ada turun ke lapangan.
“Kami atas nama desa dan masyarakat meminta pihak pemerintah khususnya BBKSDA Riau, untuk sesegera mungkin turun kelapangan dan melakukan tindakan penggiringan hewan ini kembali ke habitatnya,” ujar kades.
Sementara saat ini posis keberadaan gajah tersebut tidak jauh dari pemukiman warga, jika persoalan ini tidak cepat di atasi dikuatirkan akan terjadi konflik manusia dengan satwa liar yang dilindungi ini.
“Jarak keberadaan kawanan gajah liar itu sekarang sekitar 500 meter ke kampung, terbatas oleh Sungai Bobokoh,” pungkasnya.(Riauterkini)
Editor : kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











