UPDATE Terkini Korban Banjir Sumbar dan Longsor : 30 Orang Tewas, Kerugian Capai Rp 226 M
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, detak24com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban banjir Sumbar dan longsor. Sebanyak 30 jiwa meninggal, kerugian diperkirakan Rp 226 miliar lebih.
Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto mengatakan, para korban banjir Sumbar terdapat di dua kabupaten, yakni Pesisir Selatan dan Padang Pariaman.
Baca juga : FAKTA Terkini Banjir Sumbar dan Longsor : 26 Orang Tewas, 11 Hilang
“Bencana ini cukup masif karena mengakibatkan korban jiwa 27 orang di Kabupaten Pesisir Selatan dan tiga orang di Kabupaten Padang Pariaman,” ujarnya di Padang, seperti dilansir Antara, Selasa (12/03/24).
Selain korban banjir Sumbar menelan jiwa, bencana hidrometeorologi juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di Ranah Minang. Pemerintah setempat memperkirakan kerugian sementara mencapai Rp 226 miliar lebih.
Menyikapi dampak bencana tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan BNPB merespons cepat kondisi yang terjadi di Tanah Air. Berdasarkan data BNPB, ada 12 kabupaten dan kota di Sumbar yang terdampak banjir.
“Dari 12 kabupaten dan kota itu, lima di antaranya menetapkan status darurat,” kata Suharyanto.
Kelima daerah itu, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pasaman Barat.
“Kelima daerah ini terdampak bencana yang cukup masif dan besar,” ucap Suharyanto.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan bencana banjir dan tanah longsor diakibatkan beberapa faktor, di antaranya intensitas curah hujan yang tinggi lebih dari 12 jam.
Kemudian, bencana hidrometeorologi juga akibat saluran drainase yang kurang berfungsi dengan baik sehingga terjadi penyumbatan di beberapa titik.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dan permukiman warga yang tidak memperhatikan tata ruang wilayah.
Dari hasil pendataan di lapangan, pemerintah menemukan beberapa titik di kawasan longsor terjadi penggundulan hutan dan deformasi. Bangunan penahan dinding sungai rusak dan sejumlah faktor lainnya. (*/Berita)
Editor : Kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












Saat ini belum ada komentar