Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Rohil » Si Mata Sipit Pemilik 45 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Dituntut Mati 

Si Mata Sipit Pemilik 45 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Dituntut Mati 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ROHIL, detak24com – Pemilik sabu 45 kg dan ribuan butir ekstasi bernama Kartono alias Ahuat di Rohil dituntut hukuman mati. 

PN Rohil menggelar sidang tindak pidana narkotika dengan terdakwa Kartono alias Ahuat digelar secara virtual, dalam agenda pembacaan tuntutan JPU, Rabu (30/04/25).

Dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut dipimpin hakim ketua majelis Nurmala Sinurat, dibantu dua hakim anggota Aldar Valeri dan Nora.

Sementara, di ruang sidang online Kejari Rohil dihadiri JPU Daniel Sitorus serta terdakwa Kartono alias Ahuat mengikuti sidang dari Lapas kelas lla Bagansiapiapi.

Kajari Rohil, Andi Adikawira Putra melalui Kasi Intel, Yopentinu Adi Nugraha menerangkan bahwa dalam tuntutannya, JPU menyebut bahwa terdakwa Kartono alias Ahuat terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dimaksud dalam dakwaan primair.

“Oleh karena itu, JPU dalam surat tuntutannya menuntut terdakwa Kartono alias Ahuat dihukum dengan pidana mati. Mengingat dalam fakta persidangan yang terungkap terdakwa Kartono alias Ahuat bahwa membenarkan atas dakwaan yang telah didakwakan kepadanya,” katanya.

Dalam dakwaannya, lanjut Yopen, JPU menerangkan bahwa pertimbangan lainnya untuk mengkategorikan perbuatan yang dilakukan terdakwa Ahuat yang memberatkan.

Antara lain, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana narkotika.

Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, terdakwa melakukan transaksi narkotika secara terorganisir serta terlibat langsung dengan jaringan internasional, terdakwa belit-berbelit dalam memberikan keterangan dipersidangan serta terdakwa tidak mengakui perbuatanya.

“Sidang selanjutnya yaitu mendengarkan pembelaan dari terdakwa atau Pledoi yang diselenggarakan pada tanggal 07 Mei 2025 mendatang,” pungkasnya.

Terdakwa Kartono alias Ahuat merupakan pemilik 45 kilogram sabu dan ribuan butir pil ekstasi yang tertangkap beberapa bulan lalu di Bagansiapiapi, dikutip detak24com dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyalah! Pria Dewasa Tergiur Bocah 7 Tahun, Korban Dicabuli di Kebun Sawit

    Menyalah! Pria Dewasa Tergiur Bocah 7 Tahun, Korban Dicabuli di Kebun Sawit

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Entah apa yang ada di benak pria satu ini. Ia malah tergiur dengan bocah 7 tahun masih ingusan, hingga mencabuli korban. Pria 25 tahun di Siak berinisial ML tega berbuat tak senonoh kepada anak ingusan berusia 7 tahun. Ia melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak yang masih terbilang kelas I SD. Pelaku […]

  • Dari Balik Penjara, Napi Lapas Pekanbaru Kendalikan Sabu 3,7 Kg dan Puluhan Ribu Ekstasi 

    Dari Balik Penjara, Napi Lapas Pekanbaru Kendalikan Sabu 3,7 Kg dan Puluhan Ribu Ekstasi 

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang napi Lapas Pekanbaru kendalikan peredaran sabu seberat 3.730,51 gram dan 28.121 butir pil ekstasi. Ia terciduk bersama sepasang kekasih yang menjadi kaki tangannya. Informasi dirangkum Sabtu (25/05/25), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau gagalkan peredaran gelap narkotika dengan menyita sabu seberat 3.730,51 gram dan 28.121 butir pil ekstasi. Tiga orang jadi tersangka […]

  • PERTANDINGAN Persahabatan Badminton 352, Pendi-Eri Tumbangkan Marfit-Del 

    PERTANDINGAN Persahabatan Badminton 352, Pendi-Eri Tumbangkan Marfit-Del 

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 16Komentar

    DURI, detak24.com – Event persahabatan badminton ganda putra Pendi Tanah Abang – Erianto Polisi melawan Marfit Helmi – Delfian berakhir dengan skor 30-13. Kegiatan berlangsung di Hall Putra Ridho Jalan Swadaya Duri, Senin (27/02/23) petang. Pertandingan yang menampilkan para pemain senior Kota Duri ini merupakan lanjutan pertandingan persahabatan sebelumnya yang berlangsung di Hall Rifqi, seminggu […]

  • Giat Rutin Tertibkan Juru Parkir, Tim UPT Parkir Mandau-Pengelola Turun ke Lapangan

    Giat Rutin Tertibkan Juru Parkir, Tim UPT Parkir Mandau-Pengelola Turun ke Lapangan

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Tim UPT Parkir Kecamatan Mandau bersama pihak pengelola PT Putri Mandau Makmur, Senin (09/09/24) melaksanakan kegiatan rutin turun ke lapangan menertibkan sekaligus menghimbau juru parkir untuk melengkapi diri dengan atribut lengkap.  “Selain itu, para juru parkir harus mengedepankan sikap ramah dan sopan kepada pemilik kendaraan supaya merasa nyaman menitipkan kendaraannya kepada mereka,” […]

  • Tiga RW Balik Alam Bangun Lapangan Voli Secara Swadaya di Jalan Kartini 

    Tiga RW Balik Alam Bangun Lapangan Voli Secara Swadaya di Jalan Kartini 

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 40Komentar

    DURI, detak24.com – Untuk mempererat jalinan silaturahmi antara sesama warga melalui kegiatan olahraga, tiga RW di Kelurahan Balik Alam yaitu RW 04, RW 06, RW 08 bersepakat dan secara swadaya membangun sebuah lapangan voli di Jalan Kartini, RT 01 RW 04. Lapangan voli tersebut saat ini sudah selesai dibangun dan dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat setiap […]

  • Menteri LH Angkat Adik Kandung Jadi Staf Ahli, Profesionalisme atau Nepotisme?

    Menteri LH Angkat Adik Kandung Jadi Staf Ahli, Profesionalisme atau Nepotisme?

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Menteri Hanif Faisol dapat sorotan tajam setelah mengangkat adik kandungnya, Hanifah Dwi Nirwana sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat. Pengangkatan ini dinilai sebagai bentuk nepotisme dan berpotensi menimbulkan polemik di masyarakat. Pengamat politik Fernando Emas menegaskan seharusnya para pembantu Presiden Prabowo Subianto menempatkan individu yang memiliki kualifikasi sesuai dengan jabatan […]

expand_less