Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SEBAB FAKTOR EKONOMI, Ratusan Perempuan di Meranti Jadi Janda

SEBAB FAKTOR EKONOMI, Ratusan Perempuan di Meranti Jadi Janda

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24.com – Tingkat perceraian di wilayah Kepulauan Meranti sangat tinggi. Faktor ekonomi dan selingkuh menjadi penyebab utama kasus tersebut.

Selain faktor ekonomi yang paling dominan jadi penyebab perceraian, ada penyebab lain yang membuat pasangan tidak harmonis, diantaranya pasangan yang tidak setia atau selingkuh.

Data yang dirilis Pengadilan Agama (PA) Selatpanjang, angka perceraian disebabkan banyak faktor. Adapun total angka perceraian Tahun 2022 periode bulan Januari-November sebanyak 277 perkara.

Dari total jumlah perceraian itu, diketahui cerai gugat (gugatan cerai dari istri) yang paling mendominasi yakni sebanyak 237 perkara dibandingkan angka cerai talak (perceraian yang dijatuhkan oleh suami) hanya sebanyak 40 perkara.

Dari jumlah tersebut, kasus perceraian yang mediasi sebanyak 43 perkara, masing-masing yang berhasil dimediasi sebanyak 21 perkara dan yang tidak berhasil dimediasi 22 perkara.

Adapun penyebab perceraian karena masalah ekonomi sebanyak 233 perkara diikuti kasus perselisihan dan pertengkaran terus menerus 138 perkara.

Selain itu perceraian karena meninggalkan salah satu pihak sebanyak 46 kasus, karena murtad 29 kasus, diakibatkan KDRT 7 kasus. Kemudian zina 5 kasus, mabuk dan judi masing-masing 2 kasus, cacat badan dan kawin paksa 2 kasus, dihukum penjara dan poligami masing-masing 1 kasus.

Panitera Pengadilan Agama Negeri Selatpanjang, Nur Qhomariah dikonfirmasi mengatakan untuk gugatan sendiri masih sama seperti tahun sebelumnya yakni dari kaum perempuan. Disampaikan kurang lebih dalam kurun waktu sebelas bulan sebanyak ratusan perempuan di Kepulauan Meranti menyandang status janda baru.

Penyebab gugatan yang disampaikan ke pengadilan, dari ratusan perkara perceraian yang masuk disebabkan problem ekonomi. Dari masalah tersebut kemudian muncul perselisihan dan pertengkaran diantara pasangan.

“Pihak istri yang banyak mengajukan gugatan perceraian dengan berbagai alasan. Mulai dari alasan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga perselisihan dan pertengkaran yang korelasinya juga ke masalah ekonomi, namun penyebab lainnya juga ada,” kata Nur Qhomariah, Jum’at (16/12/2022).

Meski begitu, kata Nur angka perceraian tahun ini turun dari tahun sebelumnya. Di tahun 2021 ada sebanyak

325 perkara periode Januari hingga Desember dengan jumlah cerai talak sebanyak 66 perkara dan jumlah cerai gugat 259 perkara.

Adapun penyebab perceraian pada tahun 2021 didominasi perselisihan dan pertengkaran terus menerus sebanyak 202 perkara diikuti dengan meninggalkan satu pihak 53 kasus. Disebabkan ekonomi 37 kasus, diakibatkan KDRT 17 kasus karena dihukum penjara 4 kasus, disebabkan murtad dan zina masing-masing 2 kasus, mabuk dan madat masing-masing 1 kasus.

Disebutkan, persoalan ini selayaknya mendapat perhatian yang serius dari pihak pemerintah setempat dan juga tokoh agama. agar Kasus Perceraian bisa segera diminimalisir.

Karena bagaimanapun hal ini sangat berpengaruh pada ketahanan keluarga yang berdampak pada tercetaknya kualitas generasi. Ketahanan keluarga tentu sangat berpengaruh pada masa depan bangsa.

Disebutkan, persoalan ini selayaknya mendapat perhatian yang serius dari pihak pemerintah setempat dan juga tokoh agama. agar Kasus Perceraian bisa segera diminimalisir.

Karena bagaimanapun hal ini sangat berpengaruh pada ketahanan keluarga yang berdampak pada tercetaknya kualitas generasi. Ketahanan keluarga tentu sangat berpengaruh pada masa depan bangsa.

Disebutkan lagi, setiap perkara gugatan perceraian yang masuk ke PA Selatpanjang, kata Nur, menjadi suatu kewajiban bagi majelis hakim untuk memediasi kedua belah pihak, penggugat maupun tergugat. Sehingga memberikan ruang dan masukan sebagai pertimbangan sebelum melanjutkan perkara tersebut.

“Tentu harapannya kami tidak berharap kenaikan perkara itu setiap tahun meningkat, namun kenyataannya seperti itu. Yang jelas saat proses persidangan kami selaku pihak yang menyelesaikan perkara tersebut khususnya majelis hakim  berkewajiban menasehati para pihak. Karena terkadang ada juga hal sepele jadi penyebab keretakan dalam keluarga dan mengakibatkan adanya gugatan cerai. Kita berharap juga bagaimana untuk meminimalisir angka perceraian,” ujar Nur Qhomariah.

“Meskipun satu pihak tidak hadir, itu wajib kami usahakan untuk dilakukan mediasi agar mereka tidak buru-buru untuk bercerai.

Mediasi bisa dilakukan jika kedua belah pihak itu hadir, dominannya banyak yang tak hadir sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan mediasi. Bukan kita tak mau mediasi, dan itu wajib, namun kendalanya disitu. Kami juga tidak serta merta memutuskan hal tersebut, tetap ada penilaian dari majelis, apakah sesuai dengan undang-undang atau sesuai faktor persidangan dan saksi saksi pihak yang mengajukan perkara,” ujarnya lagi.***

Sumber : hslloriau.com

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sah!, KPU Siak Tetapkan Afni – Syamsurizal Pemenang Pilkada 2024

    Sah!, KPU Siak Tetapkan Afni – Syamsurizal Pemenang Pilkada 2024

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – KPU Siak menetapkan pasangan nomor urut 02, Afni-Syamsurizal sebagai bupati dan wabup Siak terpilih dalam pemilihan tahun 2024, melalui rapat pleno di Gedung Tengku Maharatu, Rabu (07/05/25). Penetapan itu berdasarkan tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 312/PHPU.BUP-XXIII/2025 tanggal 30 April 2025 dan salinan Surat Keputusan KPU RI Nomor 820/PL.027-07/05/2025 tentang penetapan pasangan […]

  • Pelaku penembakan Apri ditangkap polisi

    Dor! Apri Terkapar di Pinggir Jalanan Madina Sumut, Pelaku Kabur

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Madina, detak24.com – Tersangka pelaku penembakan terhadap seorang pemuda di Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara ditangkap usai kabur setelah melakukan aksinya. Dikutip Senin (11/07/22), dari pemeriksaan sementara polisi, terungkap motif pelaku AT menembak korban, Apri Wahyudi. Ia kesal dan sakit hati, karena orangtua pelaku dimaki-maki korban dengan kata yang tak pantas. Menurut pengakuan pelaku kepada […]

  • Nikuba Alternatif Pengganti BBM Motor, Karya Warga Cirebon

    Nikuba Alternatif Pengganti BBM Motor, Karya Warga Cirebon

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    WARGA Cirebon atas nama Aryanto Model berhasil menemukan alternatif penggantian BBM Motor. Alat itu diberi nama Nikuba. Nikuba adalah sebuah alat yang disebutkan dapat mengubah air menjadi hidrogen. Hidrogen dialirkan ke ruang pembakaran pada mesin. Bisa digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor.  Menurut Aryanto dikutip Ahad (29/05/22), nama Nikuba sendiri adalah kependekan dari Niku Banyu. […]

  • Korban Tewas di Kilang Dumai Pekerja PT Zetwell Quantum Solution, Pertamina Sambangi Rumah Duka 

    Korban Tewas di Kilang Dumai Pekerja PT Zetwell Quantum Solution, Pertamina Sambangi Rumah Duka 

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Korban tewas dalam laka kerja di Kilang Dumai merupakan pekerja PT Zetwell Quantum Solution. Manajemen Pertamina langsung menyambangi rumah duka serta menyerahkan bantuan tali asih. Terkait dengan kejadian di Kilang Dumai, perusahaan saat ini tengah berfokus untuk memberikan dukungan moril dengan mendampingi keluarga almarhum dalam prosesi pengurusan jenazah hingga pemakaman termasuk pengantaran […]

  • Solar Subsidi Langka Banyak Dipakai Industri, Dirut Pertamina Heran

    Solar Subsidi Langka Banyak Dipakai Industri, Dirut Pertamina Heran

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    Jakarta, detak24.com — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyiratkan keheranannya mengenai kelangkaan solar ketika memantau penjualan BBM di SPBU Jalan Soekarno Hatta, Palembang, Sumatera Selatan, Ahad (03/04/22). Pasalnya, ia melihat penjualan solar subsidi di ritel naik. Namun, penjualan industri justru turun hingga 11 persen. “Tapi (solar) di ritel naik, jadi ada perpindahan,” ujarnya […]

  • Nelayan Hilang Saat Menjaring Udang di Karimun

    Nelayan Hilang Saat Menjaring Udang di Karimun

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    TANJUNGBALAIKARIMUN (DETAK24.COM) – Seorang nelayan dilaporkan hilang saat menjaring udang diperairan Pulau Durai, Kabupaten Karimun, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Personel Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) langsung melakukan pencarian, Kamis (6/1/2022). Informasi awal diterima Basarnas Karimun dari Kepala Desa Sanglar Sandri yang melaporkan bahwa salah satu warganya yang berinisial AR (40) hilang saat […]

expand_less