SANTUNI Anak Yatim, Suku Koto Sedunia DPD PPSKS Bukber di Duri
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DURI, detak24.com – Warga suku Koto tergabung dalam Payuang Panji Suku Koto Sadunia (PPSKS) DPD Bengkalis buka puasa bersama (bukber) di Cafe Ramen Jalan Kayangan, Duri, Kamis (28/03/24).
Dalam acara bukber tersebut, pengurus DPD PPSKS Bengkalis juga memberikan santunan terhadap 8 orang anak yatim warga suku Koto.
“Buka puasa bersama suku Koto tahun ini merupakan yang ketiga kali. Sebelumnya kita melaksanakan di rumah salah satu pengurus. Alhamdulillah, tahun ini kita sengaja mencari tempat yang lebih memadai di cafe, supaya bisa dihadiri lebih banyak lagi warga,” ujar Ketua DPD PPSKS Kabupaten Bengkalis, Ramalis Koto Tuanku Rajo Mudo.

Turut hadir pada acara tersebut beberapa penasehat DPD PPSKS diantaranya, H Azwan Anwar, Khaizar Dalin, Joni Apri, dan wakil ketua Jali Marta, Sekjen F. Achir Dt Bagindo serta pembina organisasi.
Datuk Bagindo Maharajo, Zulhelmi Dt Rajo Tuo dan Ketua Bundo Kanduang Daniar SPd MPd, bendahara Janiar Koto dan Eva Irawati dan masih ada beberapa pembina dan penasehat serta puluhan anggota lainnya.
“Melalui santunan ini kita ingin berbagi berkah di bulan Ramadan terhadap anak-anak yatim. Semoga santunan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Insya Allah, tahun depan akan kita tingkatkan lagi jumlah anak yatim yang menerima,” ujar Ramalis.

Bukber kali terasa bermakna bagi pengurus DPD PPSKS Bengkalis. Satu sama lain terlihat akrab dan penuh kekeluargaan, meskipun bukan saudara kandung, berlainan daerah asal. Namun persamaan keturunan suku, membuka hati sesama warga sudah menganggap keluarga sendiri.
“Harapan kita, DPD PPSKS Bengkalis makin besar lagi dan lebih banyak lagi orang suku Koto yang bergabung. Saat ini kita coba mendata siapa yang warga suku Koto di Bengkalis khususnya Duri yang mau bergabung. Dengan kebersamaan banyak hal positif bisa dilakukan untuk orang banyak. Ucapan tarimo (terima) kasih ka (ke) mamak (bapak) dan Bundo Kanduang (ibu) yang belum dapat hadir tetapi tetap bisa mengirimkan santunan untuk anak yatim kita,” tambah Penasehat H Azwan Anwar.(*)
Editor : Yus Sikumbang
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
- Penulis: Yusrizal Sikumbang












Saat ini belum ada komentar