Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI Bersenjata Lengkap, Apa Gerangan?
Personel TNI bersenjata lengkap mengawal rumah Jampidsus. f : ist
JAKARTA, detak24com – Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah dijaga ketat oleh satu pleton TNI bersenjata lengkap. Penjagaan ekstra tersebut diduga berhubungan dengan penangkapan seorang anggota Densus 88.
Hanya saja, pihak Kejaksaan Agung membantah adanya penambahan penjagaan di rumah Jampidsus tersebut. “Kalau pengamanan kami kan sudah ada MoU dengan TNI, Panglima dengan Jaksa Agung. Dari dulu juga sudah ada,” ujar Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, Senin (04/08/25).
Dia mengatakan, pengamanan itu juga tidak lepas dari jabatan Febrie sebagai Jampidsus Kejagung. Sebagai Jampidsus, menurut Anang, Febrie banyak menangani perkara korupsi. “Ya kan tahulah, penanganan sudah ada dari dulu,” ujarnya.
Pantauan wartawan, sekitar 10 personel TNI berseragam dan bersenjata laras panjang terlihat berjaga di sekitar rumah Febrie pada Jumat, 1 Agustus 2025. Para prajurit TNI itu berjaga pada dua pos dekat rumah jaksa tersebut.
Pos pertama berlokasi di taman, tepat di seberang gerbang samping rumah. Sementara itu, pos penjagaan kedua ada di depan Gedung Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan yang berada sekitar 2 meter dari kediaman Febrie.
Menurut keterangan salah seorang pedagang yang berjualan di sekitar lokasi, penjagaan ketat oleh prajurit TNI tersebut baru dilakukan sejak beberapa hari belakangan. “Saya juga kaget,” kata pedagang yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Sebelum adanya penebalan penjagaan ini, Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI) diduga menangkap seorang personel Detasemen Khusus Antiteror atau Densus 88 Polri Briptu FF. Peristiwa itu diduga terjadi pada Jumat, 25 Juli 2025.
Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, insiden itu bermula saat seorang anggota Densus 88 berinisial FF membuntuti seorang pengusaha berinisial FYH yang berada di area Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Dari hasil penguntitan tersebut, FYH diketahui bertemu dengan seseorang.
Setelah itu, FYH makan siang bersama rekannya berinisial MN di Bogor Cafe area Hotel Borobudur. Adegan makan siang tersebut rupanya masih terus diamati oleh anggota Densus 88.
Sadar sedang diawasi, FYH kemudian membanting telepon genggam milik polisi tersebut karena sempat memotret aktivitasnya ketika makan siang. FYH lalu diduga menghubungi petinggi TNI dan melaporkan insiden penguntitan itu.
Insiden penangkapan anggota Densus 88 ini diduga berkaitan dengan penjagaan ketat oleh personel TNI di kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah. Musababnya, FYH merupakan pengelola sebuah kafe diduga berkaitan dengan Febrie yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Saat kembali mendatangi kafe itu pada Senin, 4 Agustus. Dari luar tampak tidak terlalu luas, namun ketika masuk area kafe, ruangan terlihat memanjang ke belakang dan ada anak tangga menuju lantai dua. Ornamen kafe didominasi warna hijau toska dan dengan tata letak sofa terkesan mewah. Pedagang sekitar yang enggan disebut namanya mengaku tahu bahwa kafe itu dimiliki oleh seorang jaksa. “Iya tahu, punya jaksa, tapi siapanya enggak tahu,” ujar dia, Senin, 4 Agustus 2025. Dua orang lain di sekitar kafe juga membenarkan hal serupa.
Wartawan meminta konfirmasi ihwal penangkapan ini kepada Kepala Biro Penerangan Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko. “Saya belum tahu,” imbuh dikutip dari tempo.co. (red)
Editor : Kar
