Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Pusat Larang Pemda Rekrut Honorer Baru, Belanja Pegawai Membengkak

Pusat Larang Pemda Rekrut Honorer Baru, Belanja Pegawai Membengkak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Mendagri Tito Karnavian, meminta seluruh kepala daerah menghentikan rekrutmen honorer baru. Khusus untuk posisi administrasi yang tidak memerlukan keterampilan atau kompetensi khusus.

Menurut Mendagri, kebijakan tersebut penting untuk menjaga kesehatan fiskal daerah dan mencegah membengkaknya belanja pegawai dalam APBD.

“Honorer, kita minta kepala daerah untuk tidak lagi menarik tenaga honorer baru, terutama tenaga administrasi yang bukan berbasis keterampilan khusus. Karena nantinya mereka akan menjadi beban bagi daerah dan menambah belanja pegawai,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dikutip detak24com, Selasa (09/06/26).

Mendagri menjelaskan, salah satu persoalan yang sering terjadi di daerah adalah pengangkatan tenaga honorer yang pada akhirnya menuntut status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan belanja pegawai yang harus ditanggung pemerintah daerah dari APBD.

Ia menilai kebutuhan tenaga honorer seharusnya hanya diberikan pada sektor yang memang memerlukan keahlian khusus, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

“Kalau yang memiliki keterampilan khusus seperti guru dan tenaga kesehatan tentu berbeda. Tetapi untuk tenaga administrasi, sedapat mungkin jangan lagi direkrut karena akan menjadi beban APBD di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut Tito, tingginya jumlah tenaga honorer yang kemudian diangkat menjadi PPPK membuat ruang fiskal daerah semakin sempit. Akibatnya, anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pelayanan publik harus dialihkan untuk membiayai belanja pegawai.

Ia mengingatkan bahwa kepala daerah saat ini perlu belajar dari pengalaman sebelumnya agar tidak mewariskan persoalan yang sama kepada pemimpin berikutnya.

“Akhirnya menjadi beban kepala daerah berikutnya. Karena itu, kami meminta kepala daerah saat ini tidak lagi mengangkat tenaga honorer baru yang tidak benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.

Meski demikian, Tito memberikan pengecualian terhadap kebutuhan tenaga honorer di sektor strategis yang mengalami kekurangan sumber daya manusia, terutama guru dan tenaga kesehatan.

“Kalau memang guru atau tenaga kesehatan sudah tidak tersedia dan masih dibutuhkan, tentu bisa dipertimbangkan. Namun tetap harus dilakukan secara selektif agar tidak membebani anggaran daerah,” katanya.

Selain itu, Tito menyoroti masih banyak pemerintah daerah yang memiliki porsi belanja pegawai sangat tinggi, bahkan melampaui batas ideal sebagaimana diatur dalam regulasi.

Menurutnya, semakin besar anggaran yang terserap untuk belanja pegawai, maka semakin kecil pula ruang fiskal yang tersedia untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

“Undang-undang mengatur belanja pegawai maksimal sekitar 30 persen dari APBD. Jika terus bertambah, maka anggaran pembangunan akan semakin terbatas. APBD seharusnya lebih banyak digunakan untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan jalan, sekolah, dan layanan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, juga menyoroti tingginya beban APBD akibat pembiayaan PPPK dan PPPK paruh waktu yang saat ini masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Menurut Rifqi, kondisi tersebut menyebabkan persentase belanja pegawai di sejumlah daerah meningkat secara signifikan hingga mencapai 60 sampai 70 persen dari total APBD.

“Di beberapa daerah, belanja pegawai bahkan mencapai lebih dari 60 persen. Akibatnya ruang fiskal untuk pembangunan menjadi sangat terbatas,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Komisi II DPR bersama pemerintah tengah membahas sejumlah opsi kebijakan, termasuk relaksasi aturan belanja pegawai melalui kebijakan Kementerian Keuangan serta rencana revisi Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).

Selain itu, DPR juga mengusulkan agar pembiayaan gaji PPPK dan PPPK paruh waktu, khususnya guru dan tenaga kesehatan di daerah, dapat ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami berharap daerah tidak terlalu terbebani sehingga pelayanan dasar kepada masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik,” ujar Rifqi.

Ia menegaskan bahwa kebijakan penataan tenaga honorer merupakan amanat Undang-Undang ASN Tahun 2023 yang melarang seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, melakukan rekrutmen tenaga honorer baru dalam bentuk apa pun.

Meski demikian, Komisi II DPR memastikan tenaga PPPK maupun PPPK paruh waktu yang telah diangkat tidak akan diberhentikan dalam proses penataan tersebut.

“Komisi II berkomitmen bahwa PPPK dan PPPK paruh waktu yang sudah ada tidak akan diberhentikan,” tegas Rifqi.

Pemerintah berharap kebijakan pengendalian rekrutmen honorer dapat membantu menjaga keseimbangan fiskal daerah. Sekaligus memastikan APBD lebih banyak digunakan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti diwartakan kumparan. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pernah Jualan di Dumai, TKI Tewas Ditembak APMM Malaysia Warga Bangun Purba Rohul 

    Pernah Jualan di Dumai, TKI Tewas Ditembak APMM Malaysia Warga Bangun Purba Rohul 

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – PMI atau TKI yang tewas ditembak petugas Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) adalah warga Bangun Purba, Rohul. Diberitakan, kejadian naas itu terjadi pada Jumat (24/01/25) sekitar pukul 03.00 WIB di Perairan Tanjung Rhu. Dalam insiden ini, satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka tembak yang kini menjalani perawatan medis. Dari […]

  • Gempa 6,4 M Guncang Meulaboh Aceh, BMKG: Waspadai Kejadian Susulan

    Gempa 6,4 M Guncang Meulaboh Aceh, BMKG: Waspadai Kejadian Susulan

    • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    ACEH, detak24.com – Gempa berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Meulaboh, Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada terhadap gempa susulan.        “Gempa susulan masih dapat terjadi, masyarakat diminta tetap tenang tetapi waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan signifikan,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Suko Prayitno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/09/22). Permintaan […]

  • Setelah 19 Tahun Menikah, Diam-diam Andre Taulany Ceraikan Erin 

    Setelah 19 Tahun Menikah, Diam-diam Andre Taulany Ceraikan Erin 

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Artis dan komedian Andre Taulany diam-diam mengajukan permohonan cerai terhadap istrinya, Rien Wartia Trigina atau Erin di Pengadilan Agama Tigaraksa. Permohonan cerai Andre Taulany terdaftar sejak April 2024. Kabar ini dibenarkan oleh Ummi Azma selaku Pengadilan Agama Tigaraksa. “Untuk nama Andreas Taulany bin RNI Haumahu itu memang benar ajukan permohonan cerai talak terhadap […]

  • Sidang vonis kasus sabu 11 Kg dan ineks 10 ribu butir di PN Dumai. (f : Erikson Manalu)

    Tuntutan Mati, Lima Pemilik 11 Kg Sabu dan 10 Ribu Ineks Divonis 18 Tahun 

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Majelis hakim PN Dumai memvonis lima terdakwa pemilik 11 kg sabu dan 10 ribu butir ineks dengan hukuman masing-masing 18 tahun, Selasa (12/11/24). Vonis 18 tahun penjara lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dimana, JPU Andi Saputra Sinaga SH MH pada sidang sebelumnya menuntut kelima terdakwa dengan hukuman mati. Dalam […]

  • DANDIM 0320/Dumai Hadiri Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023

    DANDIM 0320/Dumai Hadiri Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    DUMAI, detak24com – Pada hari Selasa (02/05/23) bertempat di lapangan Kantor Bersama, dilaksanakan kegiatan upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 di Kota Dumai Hadir dalam upacara tersebut H Paisal (Walikota Dumai), H Indra Gunawan (Sekda Kota Dumai), Letkol Arh Hermansyah Tarigan (Dandim 0320/Dumai), Letkol Lek M Fatahillah (Dansat Radar 232), AKBP Nurhadi Ismanto (Kapolres Dumai), […]

  • Mendiang Haji Permata

    Petugas BC Tembak Mati Haji Permata, Lima Peluru Bersarang di Tubuh Korban

    • calendar_month Sabtu, 20 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Polda Riau kembali membuka kasus penembakan yang menewaskan Haji Permata di Perairan Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Haji Permata tewas setelah lima tembakan di tubuhnya. Kelima peluru proyektil petugas Bea Cukai ditemukan di dadanya, setelah dilakukan otopsi. Namun, hingga kini kasus ini masih menjadi misteri. Dikutip Sabtu (20/08/22) kasus […]

expand_less