Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Siak » PNS Siak Koruptor Pupuk Subsidi Rp 5,4 Miliar Divonis 9 Tahun

PNS Siak Koruptor Pupuk Subsidi Rp 5,4 Miliar Divonis 9 Tahun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Analis TU Distan Siak, Suparmin divonis 9 tahun penjara. Ia terbukti korupsi pengadaan pupuk subsidi yang merugikan negara Rp 5,4 miliar.

Suparmin beberapa waktu lalu sempat viral karena pelesiran bersama Kapolsek Bunga Raya AKP Selamet, ke kebun sawit miliknya. Padahal ketika itu, Suparmin berstatus tahanan jaksa yang dititipkan di Polsek Bunga Raya.

Akibat tindakan itu, Kapolsek Selamet dicopot dari jabatannya. Sementara, penahanan Suparmin dipindahkan ke Polres Siak hingga kasus korupsi pupuk subsidi disidangkan di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru.

Majelis hakim yang diketuai Salomo Gunting pada persidangan, Rabu (24/07/24), menyatakan Suparmin bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1)   Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa Suparmin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara selama 9 tahun,” kata hakim.

Selain itu, Suparmin juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 4.294.114.698. ”Apabila uang pengganti tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara 5 tahun,” tegas hakim.

Hukunan terhadap Suparmin merupakan yang tertinggi dibanding lima terdakwa lainnya yakni Mina Yumiarti selaku pemilik dan Penanggungjawab Kios Pengecer Lengkap UD Riau Rakyat Tani, Suharnof selaku pemilik dan penanggung jawab Toko Rangga.

Kemudian, Sukarimi selaku Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Distan Siak, Amuzir selaku Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Alat Mesin Pertanian Distan Siak dan Syafrijum selaku Tim Verifikasi dan Validasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Kecamatan Kerinci Kanan.

Mina Yumiarti divonis selama 4 tahun 6 bulan penjara. Mina juga dihukum menbayar denda sebesar Rp 400 juta atau subsider 2 bulan kurungan. Membayar uang penggantu Rp499.500.000 atau subsider 2 tahun 6 bulan penjara.

Suharnof divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 400 juta atau subsider 2 bulan kurungan. Dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp 100 juta, namun sudah dikembalikan terdakwa ke penyidik untuk dirampas negara.

Sementara, Sukarimi dan Amuzir masing-masing divonis majelis hakim selama 1 tahun 10 bulan penjara. Keduanya juga dihukum membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider 2 bulan kurungan.

Hukuman paling ringan diberikan untuk Syafrijum. Dia divonis 1 tahun penjara, membayar denda sebesar Rp 300 juta atau subsider 2 bulan kurungan.

Atas vonis hakim itu, keenam terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Faisal Rachman Januar dari Kejari Siak.

Kasus korupsi terjadi pada awal Januari 2020 sampai Desember 2021. Para terdakwa, mengarahkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas Entry Data dan Rekap RDKK Pupuk Subsidi di Kampung Delima Jaya, Kampung Gabung Makmur dan Kampung Simpang Perak Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan untuk merekayasa data usulan petani dalam penyusunan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Tidak hanya itu, para terdakwa juga melakukan pengendalian dan penerima manfaat dari pendistribusian pupuk bersubsidi di Kecamatan Kerinci Kanan dengan cara bertindak seolah–olah menjadi distributor pupuk bersubsidi CV Artha Jaya.

Para terdakwa melakukan penjualan langsung pupuk bersubsidi kepada pihak yang bukan pengecer pupuk resmi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kemudian, terdakwa melakukan penjualan langsung pupuk bersubsidi kepada pihak di luar dari RDKK dengan mengatasnamakan KPL/Pengecer Resmi UD Rangga dan UD Riau Rakyat Tani. Mengambil alih operasional KPL/Pengecer Resmi UD Riau Rakyat Tani.

Para terdakwa melakukan pemotongan kuota pupuk bersubsidi yang seharusnya diterima UD Rangga, serta menjual langsung pupuk bersubsidi kepada kelompok tani yang berada di wilayah penebusan UD Rangga dengan harga di atas HET yang ditetapkan pemerintah.

Selanjutnya, terdakwa menggunakan pupuk bersubsidi untuk kepentingan kebun sawit milik terdakwa, mengarahkan PPL dan petugas entry data merekayasa laporan bulanan penebusan pupuk bersubsidi. Perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara Rp 5.431.614.696, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Polisi Gerebek Pesta Sabu di Kebun Sawit Desa Rambah Rohul

    PENANGKAPAN Narkoba Terbaru : Polisi Gerebek Pesta Sabu di Kebun Sawit Desa Rambah Rohul

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Polisi menggerebek pesta sabu di kebun sawit Desa Rambah Kabupaten Rohul. Dua warga terciduk dalam giat tersebut. Dua warga Desa Rambah Hilir Kabupaten Rohul berinisial FA dan AB kini harus berhadapan dengan pihak kepolisian terkait dugaan tindak pidana narkotika. Kapolsek Rambah Hilir, Ipda Jonnes mengungkapkan, sebelum melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku. Pihaknya […]

  • KPK Cecar Plt Bupati Kepulauan Meranti Empat Jam, Ini Pengakuan Asmar ke Wartawan

    KPK Cecar Plt Bupati Kepulauan Meranti Empat Jam, Ini Pengakuan Asmar ke Wartawan

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 26Komentar

    MERANTI, detak24com – KPK memeriksa Plt Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar terkait kasus korupsi Muhammad Adil. Selain Asmar, tim penyidik KPK menjadwalkan agenda pemeriksaan kepada tujuh orang saksi lainnya. Ketujuh saksi ini merupakan pegawai negeri sipil. Mereka adalah Irmansyah, Sumarno, Wan Masrad, Khaidir, Hilman, Khairudin, dan Naldo Jauhari Prarama. Asmar yang dikonfirmasi via telepon […]

  • Sidang Korupsi Gubri Wahid, Pengakuan UAS Gemparkan Pengadilan Tipikor Pekanbaru 

    Sidang Korupsi Gubri Wahid, Pengakuan UAS Gemparkan Pengadilan Tipikor Pekanbaru 

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Ustaz Abdul Somad (UAS) dihadirkan di persidangan terdakwa korupsi Gubri Wahid. Ia memberi keterangan sebagai saksi meringankan, yang membuat pengunjung sidang tertegun. UAS dihadirkan oleh tim penasihat hukum terdakwa korupsi Gubri Wahid di Pengadilan Tipikor, Pekanbaru, Kamis (18/06/26). Saksi mengaku memiliki kedekatan yang tidak biasa dengan Abdul Wahid. Bahkan, di hadapan majelis […]

  • Wako Dumai Siap Bergandeng dengan Syaiful Amri, IKMR Serahkan Berkas Pencalonan

    Wako Dumai Siap Bergandeng dengan Syaiful Amri, IKMR Serahkan Berkas Pencalonan

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    Dumai, detak24.com – Walikota Dumai, H Paisal SKM MARS siap bergandeng dengan Syaiful Amri Datuk Domo.  Sosok Datuk bukan orang baru baginya. Ikut berjuang bersama untuk memenangkan pasangan Paisal-Amris (PAS) di Pilkada Dumai 2020 lalu. “Saya senang dengan Datuk (Syaiful Amri Datuk Domo), beliau cukup banyak membantu kami. Bukan hanya hari ini, tapi jauh sebelum […]

  • Rumah Panggung di Bumiayu Dumai Ludes Jadi Abu

    Rumah Panggung di Bumiayu Dumai Ludes Jadi Abu

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    DUMAI, detak24.com  – Satu unit rumah panggung di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan ludes jadi abu, Selasa (01/02/2022). Untungnya, api tak menjalar ke bangunan di sebelahnya serta tak ada korban jiwa. Dalam insiden itu kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. Ketika mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang beralamat di Jalan HR Soebrantas, Dumai mendapati suara panggilan […]

  • PNS PEMKAB Siak Dijebloskan di Penjara Pekanbaru, Kasusnya Bikin Malu Keluarga

    PNS PEMKAB Siak Dijebloskan di Penjara Pekanbaru, Kasusnya Bikin Malu Keluarga

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menahan PNS Pemkab Siak. Tersangka terlibat penganiayaan mantan pacar gegara diputus. Tersangka berinisial Ar, anak mantan Sekretaris DPRD Siak yang juga PNS pada Dishub setempat. Ia dijebloskan ke penjara karena melakukan dugaan penganiayaan terhadap mantan pacarnya, Mel. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Martinus Hasibuan melalui Kepala […]

expand_less