Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » PENGEMPLANG Pajak Rp 8,3 Miliar Dijebloskan ke Penjara

PENGEMPLANG Pajak Rp 8,3 Miliar Dijebloskan ke Penjara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 6 Nov 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Kejati Riau menahanan Komisaris CV Putra Mulia Sawit (PMS) berinisial J, Senin (06/11/23). Tersangka diduga mengemplang pajak sebesar Rp 8.306.295.361.

Penahanan dilakukan usai proses tahap II yakni penyerahan tersangka dan barang bukti dari Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau. Berkas tersangka sudah lengkap atau P-21.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Imran Yusuf mengatakan, PT PMS bergerak pada bidang penjualan tandan buah segar (TBS) sawit. Pada periode Februari sampai Juli 2019, PT PMS tidak menyampaikan faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagai peraturan berlaku.

“Tersangka tidak melakukan penyampaian faktur pajak di masa PPN maupun surat pemberitahuan (SPT) yang tidak benar atau lengkap yang mengakibatkan kerugian negara Rp8.306.295.361,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Imran Yusuf.

Imran mengatakan, Jaksa selanjutnya menyusun surat dakwaan. Tidak lama lagi, tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk disidangkan.

Imran mengapresiasi tindakan tegas yang dilakukan oleh PPNS Kanwil DJP Riau. “Kami sangat mendukung kawan-kawan Kanwil DJP, harapan hal seperti ini diinsentifkan lagi supaya penerimaan negara bisa dimaksimalkan. Kami, penegak hukum siap mendukung,” kata Imran.

Imran mengharapkan, penindakan ini menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang bergerak di bidang perdagangan besar buah yang mengandung minyak sehingga menyampaikan pelaporan pajak dan menyetorkan kewajiban kepada negara.

Kepala Bidang Penyuluhan, Palayanan dan Hubungan Kanwil DJP Riau, Bambang Irawan mengungkapkan, proses hukum yang dilakukan merupakan tindakan yang paling akhir.

“Sebetulnya menghukum bukanlah tindakan yang kami inginkan. Inti utamanya bagaimana Wajib Pajak bisa melakukan kewajibannya dengan baik. Proses kami lakukan, sosialisasi, imbauan, klarifikasi dan pemeriksaan. Kalau itu semua sudah berjalan tapi tak bisa dipenuhi akhirnya kita lakukan tindakan seperti ini (proses hukum),” jelas Bambang.

Bambang menegaskan, pihaknya akan terus konsisten dalam melakukan upaya penegakan hukum sebagai langkah akhir yang dilakukan DJP kepada Wajib Pajak yang tidak melaksanakan pemenuhan kewajiban perpajakannya. Hal ini dalam rangka memulihkan kerugian pada pendapatan negara.

PPNS Kanwil DJP Riau, Widi menambahkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan tindakan administratif berupa imbauan terhadap tersangka. Selain itu juga sudah diberi teguran, pemeriksaan bukti permulaan, hingga penyidikan.

“Saat penyidikan, setiap tindakan Wajib Pajak diberikan kesempatan untuk melunasi pajaknya. Setiap tindakan denda juga berbeda, tapi Wajib Pajak tidak melunasi pajaknya maka dilimpahkan berkasnya ke Penuntut Umum,” jelas Widi.

Terhadap tersangka disangkakan dengan pasal berlapis yakni Pasal 39 ayat (1) huruf c dan/atau Pasal 39 ayat (1) huruf d dan/atau Pasal 39 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Pasal itu berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja tidak menyampaikan Surat Pembentahuan dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap, tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara”.

Ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun dan denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar, dikutip dari CAKAPLAH. ***

Editor : kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KODIM Rohil Sita Puluhan Slop Rokok Ilegal di Panipahan

    KODIM Rohil Sita Puluhan Slop Rokok Ilegal di Panipahan

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Unit Intel Kodim 0321 Rohil ungkap peredaran rokok Ilegal dan mengamankan 70 slop terdiri dari berbagai merek. Puluhan slop rokok ilegal tersebut diamankan di wilayah Panipahan bertempat di ruko diduga milik oknum aparat penegak hukum (APH) berinisial A. Dandim 0321 Rohil Letkol Kav Nugraha Yudha Prawiranegara SIP saat dikonfirmasi, Rabu (05/06/24) menerangkan, […]

  • BEREDAR Kabar Syahrul Yasin Limpo Tersangka KPK, Mentan Tinggalkan Awak Media

    BEREDAR Kabar Syahrul Yasin Limpo Tersangka KPK, Mentan Tinggalkan Awak Media

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    SOLOK, detak24com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo tinggalkan awak media saat ditanya perihal dirinya bakal ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK. DiIkutip detak24com, Kamis (15/06/23), hal itu terjadi saat Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja melihat panen bawang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (14/06/23). Saat sesi wawancara di lokasi panen bawang warga […]

  • Heboh, Pria Pendiam Tewas Tergantung di Jalan Mawar Pangkalan Kerinci 

    Heboh, Pria Pendiam Tewas Tergantung di Jalan Mawar Pangkalan Kerinci 

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Warga Jalan Mawar Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan heboh atas temuan mayat pria pendiam yang gantung diri di rumahnya. Korban diketahui berinisial HIA (22) ditemukan pertama kali oleh orangtuanya, Ahad (18/8/2024) pukul 09.30 WIB. Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Viola Dwi Anggreni, Senin (19/08/24) memaparkan kronologis kejadian penemuan mayat pria pendiam tersebut, […]

  • Tiga Pelaku Diamankan, Polres Bengkalis Ungkap Dugaan Illegal Logging di Siak Kecil 

    Tiga Pelaku Diamankan, Polres Bengkalis Ungkap Dugaan Illegal Logging di Siak Kecil 

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Polres Bengkalis kembali menunjukkan komitmennya dalam menindak tegas kejahatan terhadap lingkungan hidup. Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkalis berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pembalakan liar (illegal logging) di kawasan Sungai Nibung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pengungkapan tersebut dilakukan, Rabu (28/01/26) sekitar pukul 22.00 WIB, di tepi Sungai […]

  • Kelas Menengah Makin Terjepit : Gaji Pas-pasan-Utang Kian Menumpuk, Apalagi Warga Kurang Mampu 

    Kelas Menengah Makin Terjepit : Gaji Pas-pasan-Utang Kian Menumpuk, Apalagi Warga Kurang Mampu 

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Kelompok kelas menengah kini berada di posisi serba salah. Banyak dari mereka bergaji pas-pasan, namun dianggap “tidak cukup miskin” untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Akibatnya, tak sedikit masyarakat kelas menengah yang terpaksa menguras tabungan atau berutang demi memenuhi kebutuhan hidup. Pada akhirnya, gaji yang stagnan habis hanya untuk membayar cicilan dan biaya […]

  • Keluarga Yosua Tiba di Jakarta, Jadi Saksi Sidang Baradha E

    Keluarga Yosua Tiba di Jakarta, Jadi Saksi Sidang Baradha E

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Keluarga Yosua tiba di Jakarta dari Jambi. Mereka datang untuk bersaksi di sidang terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E. “Sebagian sudah sampai kemarin dan sebagian lagi sore ini sudah sampai (Jakarta),” ujar pengacara keluarga Yosua, Martin Lukas Simanjuntak, saat dimintai konfirmasi, Senin (24/10/22). Sidang Eliezer akan digelar di PN […]

expand_less