Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ekonomi Bisnis » Parah, Puluhan Ribu Karyawan BUMN serta Ribuan Dokter Dapat Bansos 

Parah, Puluhan Ribu Karyawan BUMN serta Ribuan Dokter Dapat Bansos 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com Fakta mencengangkan terungkap dari penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ribuan penerima bansos ternyata bukan orang miskin. Bahkan, sebagian justru berpenghasilan tinggi.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengungkap temuan mengejutkan ini saat konferensi pers di Kementerian Sosial (Kemensos), belum lama ini.

Dari hasil pengecekan data di salah satu bank, ada 27.932 penerima bansos yang berstatus pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Dari satu bank saja, profil penerimanya termasuk pegawai BUMN,” ujarnya dikutip, Rabu (13/08/25).

Tak hanya itu, PPATK juga menemukan 7.479 penerima bansos yang berprofesi sebagai dokter, serta lebih dari 6.000 orang bekerja di jabatan eksekutif atau manajerial.

Lebih miris lagi, ada penerima yang memiliki saldo rekening di atas Rp50 juta namun tetap terdaftar sebagai penerima bantuan.

Dari sekitar 10 juta rekening yang datanya diserahkan Kemensos, PPATK mengidentifikasi 8,39 juta benar-benar menerima bantuan.

Sisanya, sekitar 1,7 juta rekening tidak ditemukan bukti pencairan sama sekali. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar: seberapa akurat sebenarnya data penerima bansos pemerintah?

Menanggapi hal ini, anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanul Haq meminta validasi data dilakukan secara teliti. Menurutnya, pencoretan nama penerima jangan dilakukan sembarangan, karena ada kemungkinan terjadi kesalahan input atau data ganda.

Dia juga mendukung langkah Kemensos yang berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menindaklanjuti temuan PPATK.

“Ini kesempatan untuk membersihkan data bansos dan menindak tegas penyalahgunaan. Termasuk yang terkait judi online,” imbuhnya.

Kini, publik menanti aksi nyata pemerintah. Apakah data akan segera dibersihkan, sehingga bansos benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan, dikutip dari jpnn. (Red)

Editor : Kar

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEPAKAT! UMK Rohul 2023 Capai Rp3.248.333.32 – Naik 8,75 Persen

    SEPAKAT! UMK Rohul 2023 Capai Rp3.248.333.32 – Naik 8,75 Persen

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    ROHUL, detak24.com – UMK Rokan Hulu tahun 2023 naik sebesar 8.75 persen. Kenaikan tersebut ssepakati antara pemerintah daerah dan Dewan Pengupahan. Menurut Kadiskop UKM Rohul, Zulhendri mengatakan berdasarkan hasil rapat antara Pemerintah Daerah, Dewan Pengupahan yang beranggotakan Apindo, Kadin, serikat pekerja serta pihak terkait lainnya seperti BPS dan OPD terkait lainnya tanggal 29 November 2022 […]

  • Bansos Nelayan dan Tukang Ojek Prioritas Alokasi APBD-P 2022

    Bansos Nelayan dan Tukang Ojek Prioritas Alokasi APBD-P 2022

    • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Alokasi Bansos untuk nelayan dan tukang ojek menjadi prioritas pembahasan APBD Perubahan 2022. Dikatakan Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto., ini merupakan penerapan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 134/Pmk.07 /2022 Tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022. “Untuk penanganan inflasi itu kita menyiapkan anggaran. Kita siapkan itu untuk […]

  • Ratusan Janda Muda Cari Jodoh di Pekanbaru, Kurun Enam Bulan 

    Ratusan Janda Muda Cari Jodoh di Pekanbaru, Kurun Enam Bulan 

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Angka perceraian yang memunculkan status janda di Pekanbaru menunjukkan peningkatan mengkhawatirkan. Kurun enam bulan saja, terdapat ratusan janda muda yang menanti jodoh. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Pekanbaru, mencatat setidaknya 232 janda muda berusia 24–29 tahun yang resmi bercerai dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2025. Angka ini merupakan bagian dari total […]

  • Dibakar hingga Ditimbun, Bea Cukai Bengkalis Musnahkan BMN Senilai Rp 1,8 Miliar 

    Dibakar hingga Ditimbun, Bea Cukai Bengkalis Musnahkan BMN Senilai Rp 1,8 Miliar 

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis memusnahkan barang milik negara (BMN), dengan total nilai mencapai Rp 1,882 miliar di Sungai Pakning, Kamis (27/11/25) Pemusnahan barang bukti dari penindakan sepanjang periode 2022 hingga Juni 2025 tersebut menyelamatkan potensi kerugian negara Rp 671 juta. Barang-barang yang dimusnahkan […]

  • Polisi Sebut Fitri Tewas Gantung Diri, Jenazah PNS di DPRD Riau

    Polisi Sebut Fitri Tewas Gantung Diri, Jenazah PNS di DPRD Riau

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Polresta Pekanbaru menegaskan bahwa kasus meninggalnya ASN Pemprov Riau bernama Fitri, di basement Kantor DPRD Riau murni merupakan kasus bunuh diri. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi, Jumat (16/9/2022), mengatakan, berdasarkan hasil semua keterangan dan analisis CCTV, serta hasil autopsi, bahwa korban meninggal akibat bunuh diri. “Disimpulkan bahwa, hasil semua keterangan saksi […]

  • Oknum Polisi Bersenpi Rampok Toko Mas di Tapaktuan Aceh

    Oknum Polisi Bersenpi Rampok Toko Mas di Tapaktuan Aceh

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDA ACEH, detak24com – Polda Aceh menangkap seorang oknum anggota Polri yang terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan. Pelaku berinisial MZ (28) yang bertugas di Polres Aceh Selatan. Dalam aksinya, oknum polisi merampok toko mas tersebut membawa senjata api. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan […]

expand_less