Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Siak » NGERI! Santri Bakar Teman Hidup-Hidup di Dayun Siak, Dua Tewas Satu Kritis

NGERI! Santri Bakar Teman Hidup-Hidup di Dayun Siak, Dua Tewas Satu Kritis

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAK, detak24com – Sakit hati lantaran sering dipukul dan dirundung (bullying), seorang santri bakar teman hidup-hidup di Dayun, Siak. Dua orang dilaporkan tewas dan satu sekarat.

Data dirangkum Jumat (22/03/24), kejadian santri bakar teman hidup-hidup terjadi di Pondok Pesantren Nurul Yakin Kampung Dayun. Tersangka berinisial EDP (16), tega membakar temannya hidup-hidup hingga tewas.

Dua orang santri yang tewas dibakar hidup-hidup yakni,  FT (18) dan NMA (14). Sedangkan korban lainnya inisial SN (16) masih dalam perawatan medis karena luka bakar yang dideritanya.

Wakapolres Siak Kompol Ade Zaldi didampingi Kasat Reskrim Iptu Tony Prawira dalam keterangan persnya mengatakan, hasil interogasi penyidik, tersangka EDP melakukan aksinya seorang diri.

“Pelaku melakukan aksinya sendirian. Akibat dari perilakunya dua orang santri tewas, satu orang lagi masih dirawat karena luka bakar,” ungkap Ade Zaldi, Jumat (22/03/24).

Kompol Ade menjelaskan, kejadian bermula dari adanya laporan orangtua santri ke kepolisian yang anaknya menjadi korban terbakarnya kamar santri di Ponpes Nurul Yakin pada 18 Februari 2024 lalu. Merasa aneh dengan kejadian kebakaran tersebut, orangtua korban meminta kepolisian untuk mengusut peristiwa itu.

“Dari laporan tersebut, maka tim langsung olah TKP.  Dari hasil interogasi, keterangan saksi dan olah TKP maka kami menetapkan EDP sebagai tersangkanya,” jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Siak, Iptu Tony Prawira menyampaikan hingga saat ini pelaku masih belum mengakui perbuatannya. Dari serangkaian interogasi terhadap pelaku, saksi dan keterangan para ahli polisi berkeyakinan bahwa EDP merupakan pelaku tunggal.

“Pelaku tetap tidak mengakui perbuatanya. Tapi dari hasil olah TKP,  rekonstruksi ulang peristiwa, keterangan para saksi dan para ahli membuat kami berkeyakinan bahwa pelakunya adalah EDP,” kata Tony.

Menurutnya, salah satu korban sebelum mengembuskan nafas terakhirnya sempat ditanyai orangtuanya terkait apa yang terjadi.

“Salah satu korban sebelum meninggal sempat bercerita ke orangtuanya dan itu direkam. Bahwa korban sebelum terbakar merasa disiram minyak oleh rekannya bernama EDP,” terang Tony.

Dia menyebut sejak awal melakukan olah TKP, pihaknya sudah merasa janggal atas terbakarnya ruang kamar di Ponpes tersebut. Sebab, pola terbakarnya hanya pada satu titik saja, sehingga pihaknya menilai hal ini merupakan peristiwa kesengajaan.

“Kami mendapatkan informasi peristiwa terbakar itu pada siang hari. Saat olah TKP, kami merasa ada yang janggal sehingga kami mulai melakukan pemeriksaan-pemeriksaan hingga kasus ini terungkap,” terang Tony.

Saat diperiksa, EDP dalam keterangannya selalu berubah-ubah dan tidak konsisten. Bahkan, dari keterangan ahli psikolog, EDP memiliki kepribadian yang lihai dan cerdik.

“EDP ini juga pribadi yang memiliki emosi yang labil, kontrol diri rendah dan berani melawan aturan serta memiliki suka  berbohong,” ungkap Tony.

Selain itu, polisi juga mengantongi keterangan saksi-saksi dan barang bukti lainnya yang menunjukkan EDP merupakan pelaku tunggal dalam peristiwa terbakarnya ruang kamar di pondok pesantren tersebut.

Atas perilakunya, tersangka terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara. Sesuai dengan UU Republik Indonesia No 11 tahun 2012 tentang sistim peradilan anak.

“Untuk saat ini tersangka EDP (19) beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Siak untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya, dikutip detak24com dari CAKAPLAH. (*/Berita)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Penyelundupan Jelang Nataru, Polisi Lakukan Pengetatan di Pelabuhan Gilimanuk

    Cegah Penyelundupan Jelang Nataru, Polisi Lakukan Pengetatan di Pelabuhan Gilimanuk

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    detak24.com – Kepolisian Polres Jembrana Bali melakukan pengetatan di Pos Pintu Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Hal itu, dilakukan untuk mengantisipasi penyelundupan barang ilegal menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, hal itu dilakukan mengingat wilayah Kabupaten Jembrana, memiliki akses pintu keluar masuk antara Bali dan Jawa, […]

  • Sinergi Berantas Narkoba, Rutan Dumai Terima Penghargaan Bareskrim Polri

    Sinergi Berantas Narkoba, Rutan Dumai Terima Penghargaan Bareskrim Polri

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai menerima penghargaan dari Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba atas sinergi dalam pemberantasan tindak pidana narkotika, Kamis (26/02/26). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi strategis lintas instansi. Penghargaan ini […]

  • Terekam Kamera, Harimau Intimidasi Warga Desa Petodaan Pelalawan 

    Terekam Kamera, Harimau Intimidasi Warga Desa Petodaan Pelalawan 

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Video amatir menghebohkan warga Pelalawan, setelah terlihat seekor harimau berdiri di pinggir jalan dekat persawahan Tanjung Kosik, Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti. Video berdurasi  satu menit ini pertama kali diunggah akun Facebook Info Kejadian Pelalawan pada Jumat (25/10/24). Dalam unggahannya, pemilik akun memberikan peringatan kepada warga: “Harus hati-hati sekarang harimau berkeliaran dan […]

  • Terpergok Langsir Sawit Curian, Nyaris Babak Belur Dihakimi Massa

    Terpergok Langsir Sawit Curian, Nyaris Babak Belur Dihakimi Massa

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Seorang pria yang diduga terlibat aksi pencurian sawit diamankan warga dan nyaris  babak belur dihakimi massa, saat melangsir hasil curiannya. Peristiwa ini terjadi di sebuah kebun kelapa sawit Desa Pasir Pandak, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu. Informasi disampaikan Kapolsek Kepenuhan, Iptu Refly Setiawan Harahap, bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu, 27 Desember 2025 […]

  • TRAGIS! ABG 12 Tahun di Inhu Digilir Enam Bajingan, Usai Direcoki Tuak

    TRAGIS! ABG 12 Tahun di Inhu Digilir Enam Bajingan, Usai Direcoki Tuak

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    INHU, detak24.com – Musibah mengenaskan dialami remaja berusia 12 tahun di Inhu. Korban direcoki tuak, lalu dicabuli beramai-ramai. Sebut saja Bunga (nama samaran). Gadis asal Inhu itu jadi korban perkosaan oleh 6 orang teman prianya usai direcoki minuman keras. Kapolres Inhu, AKBP Doddy Wirawijaya mengatakan, dalam kasus tersebut, petugas baru menangkap pelaku SS (16), sedangkan […]

  • Mahasiswa dan Warga Geruduk DPRD Riau, Dampak Bullying Tewaskan Murid SD di Inhu 

    Mahasiswa dan Warga Geruduk DPRD Riau, Dampak Bullying Tewaskan Murid SD di Inhu 

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Puluhan massa dari Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak bersama mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Riau, Rabu (26/11/25). Mereka menuntut keadilan terhadap dugaan korban bullying Christopher Butarbutar, yang meninggal di Indragiri Hulu (Inhu). Massa meminta agar ada keadilan terhadap korban yang meninggal dan sanksi terhadap terhadap anak yang melakukan […]

expand_less