Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Bengkalis » KORUPSI Pemilu, Empat Pejabat KPU Bengkalis Divonis 6 Tahun

KORUPSI Pemilu, Empat Pejabat KPU Bengkalis Divonis 6 Tahun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Empat pejabat KPU Kabupaten Bengkalis terbukti melakukan korupsi Pemilu, perihal dana hibah Pilkada tahun 2020 sebesar Rp 4,5 miliar. Mereka dihukum 6 tahun penjara.

Para terdakwa adalah Puji Hartono selaku Sekretaris KPU Bengkalis, Candra Gunawan selaku Bendahara Pengeluaran, Hendra Riandra selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Muhammad Soleh selaku Pejabat Penguji Tagihan dan Penandatangan Surat Perintah Membayar.

Informasi dihimpun, Selasa (24/10/23), terdakwa korupsi Pemilu itu bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Amar putusan sidang korupsi Pemilu dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Yuli Artha Pujayotama dalam amar putusannya yang dibacakan Senin (23/10/23).

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Puji Hartono selama 6 tahun, dikurangi selama masa penahanan yang telah dijalani,” ujar Yuli Artha.

Hukuman penjara yang sama juga dijatuhkan pada Candra Gunawan, Hendra Riandra dan Muhammad Soleh. Para terdakwa juga dihukum membayar denda masing-masing Rp 200 juta subsidair 4 bulan kurungan.

Selain itu, majelis hakim juga membebankan terdakwa Puji Hartono, Hendra Riandra dan Muhanmad Soleh membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 727.402.627 subsidair 8 bulan penjara.

Beda dengan Chandra Gunawan, dia dihukum membayar uang pengganti lebih besar dibanding terdakwa lainnya yakni Rp 1.682.497.255. “Satu bulan setelah putusan inkrah, harta benda terdakwa disita dan dilelang untuk mengganti kerugian negara atau diganti kurungan selama 10 bulan,” kata hakim.

Atas putusan hakim itu, para terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk melakukan langkah hukum selanjutnya. Hal serupa juga dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Sebelumnya, JPU Nofrizal dan Tomy Jefisa menuntut terdakwa Puji Hartono, Hendra Riandra dan Mohammad Soleh dengan pidana penjara 6 tahun, denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan. Ketiganya juga dituntut membayar uang pengganti Rp 727.402.627 subsidair 1 tahun penjara.

Untuk terdakwa Candra Gunawan, JPU menuntut hukuman 7,5 tahun penjara denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan kurungan. Dia juga dituntut membayar uang pengganti Rp   1.682.497.255 subsidair 1 tahun penjara.

JPU dalam dakwaan menyebutkan, perbuatan korupsi yang dilakukan para terdakwa terjadi pada kurun waktu tahun 2019- 2021 silam. Berawal adanya tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis periode 2021-2024.

Lalu, KPU Bengkalis mendapatkan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebesar Rp 40 miliar. Dana hibah itu diberikan berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Namun anggaran untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis itu, justru diselewengkan oleh para terdakwa untuk memperkaya diri dan orang lain. Beberapa anggaran pengeluaran justru tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Anggaran KPU yang diselewengkan para terdakwa diantaranya, adanya pajak yang dipungut sebesar Rp 385.662.861, namun tidak disetorkan ke las negara. Kemudian adanya penyetoran dana hibah ke rekening pribadi terdakwa Candra Gunawan sebesar Rp 485.111.174.

Selanjutnya, adanya realisasi belanja yang disahkan tetapi tidak sesuai dengan buku kas umum sehingga menyebabkan ketekoran kas Rp 192.570.900. Lalu, adanya jasa giro yang belum disetorkan ke kas Negara sebesar Rp 4.484.593, serta tidak disetorkan ke kas negara pengembalian dari PPK Tualang Mandau dan PPK Bengkalis sebesar Rp 25.731.000.

Selanjutnya, adanya realisasi belanja yang disahkan tetapi tidak sesuai dengan buku kas umum sehingga menyebabkan ketekoran kas Rp 192.570.900. Lalu, adanya jasa giro yang belum disetorkan ke kas Negara sebesar Rp4.484.593, serta tidak disetorkan ke kas negara pengembalian dari PPK Tualang Mandau dan PPK Bengkalis sebesar Rp 25.731.000.

Kemudian, realisasi belanja yang tidak didukung bukti pertanggungjawaban sebesar Rp 2.506.843.672. Adanya Kelebihan pencatatan pada BKU oleh Bendahara Pengeluaran Yang Mengakibatkan Negara Lebih Bayar sebesar Rp 773.740.401.

Realisasi belanja yang tidak sesuai ketentuan perundangan-undangan sebesar Rp 79.965.950, perjalanan dinas tidak sesuai ketentuan Peraturan perundang-undangan Rp 83.892.216. Pembayaran honorarium Pokja yang masih dalam penguasaan Bendahara Pengeluaran yang belum dibayarkan kepada anggota Rp 54.105.000.

Berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan Negara dari Inspektur Wilayah I Komisi Pemilihan Umum, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 4.592.107.767, dikutip dari CAKAPLAH. ***

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • BAYI Obesitas Berbobot 27 Kg Viral, Ini Kata Dokter

    BAYI Obesitas Berbobot 27 Kg Viral, Ini Kata Dokter

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    BEKASI, detak24.com – Bayi berusia 16 bulan mengalami obesitas dengan bobot tubuh 27 Kg. Dinas Kesehatan setempat menyebut ada kemungkinan multifaktor di balik kondisi tersebut. Bayi itu bernama Muhammad Kenzie Alfaro. Di usianya yang kini 16 bulan, ia hanya berbaring dengan gerakan serba terbatas di rumahnya kawasan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Sang ibu, Pitriah menyebut Kenzie […]

  • Ditangkap Lanal Dumai, KLM Harapan Indah Selundupkan 2,56 Juta Bungkus Rokok Ilegal Asal Thailand 

    Ditangkap Lanal Dumai, KLM Harapan Indah Selundupkan 2,56 Juta Bungkus Rokok Ilegal Asal Thailand 

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Tim gabungan Lanal Dumai menangkap KLM Harapan Indah 99 yang memuat 2,56 juta bungkus rokok ilegal asal Thailand. Terungkap dalam konferensi pers di Mako Lanal Dumai, Senin (30/06/25), penangkapan tersebut dilakukan di Perairan Kuala Selat Akar Kabupaten Bengkalis pada Sabtu, tanggal 21 Juni 2025 pekan lalu. Konferensi pers dipimpin Pangkoarmada I, Laksamana […]

  • Guru Pesantren Garap Delapan Santri di Rohul, Korban Trauma Dirawat Psikolog

    Guru Pesantren Garap Delapan Santri di Rohul, Korban Trauma Dirawat Psikolog

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Oknum guru pesantren di Rohul berinisial DA menyerahkan diri ke polisi, setelah dituding mencabuli delapan santrinya. Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono mengatakan, guru pesantren itu diserahkan oleh kedua orangtuanya pada Senin, 19 Agustus 2024. “DA menyerahkan diri setelah dua kali mangkir,” ujar Budi, Ahad (25/08/24). Pelaku mengajar di pondok pesantren itu sejak […]

  • Penumpang Pesawat Meningkat Hampir 2.000 Persen, Selama Lebaran

    Penumpang Pesawat Meningkat Hampir 2.000 Persen, Selama Lebaran

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    Jakarta, detak24.com — Jumlah penumpang pesawat selama musim mudik lebaran 2022 meningkat hampir 2.000 persen dibandingkan 2021. PT Angkasa Pura I mencatat jumlah penumpang selama H-7 hingga H+2 lebaran mencapai 1.590.139 penumpang. Angka tersebut bertumbuh 1.955 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, yang berjumlah 66.042 penumpang. “Secara rata-rata pergerakan penumpang pada periode H-7 […]

  • Tuntutan Seumur Hidup, Kurir Ekstasi 47.000 Butir hanya Divonis 13 Tahun 

    Tuntutan Seumur Hidup, Kurir Ekstasi 47.000 Butir hanya Divonis 13 Tahun 

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Empat terdakwa kurir pil ekstasi sebanyak 47.000 butir divonis berbeda dalam persidangan di PN Dumai. Majelis hakim menjatuhkan putusan pidana 13 tahun penjara untuk 3 orang terdakwa, sementara 1 orang lainnya divonis 15 tahun penjara. Perkara ini bergulir di Pengadilan Negeri Kelas IA Dumai, dengan empat orang terdakwa, yaitu Rusdianto, Fachroer Rozi, […]

  • Rute Bengkalis-Muar Operasi Perdana 28 Juni, Pasca Pandemi Covid

    Rute Bengkalis-Muar Operasi Perdana 28 Juni, Pasca Pandemi Covid

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Bengkalis, detak24.com- Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin berpergian ke Malaysia melalui Bengkalis, Riau. Mulai Selasa (28/06/22), MV CAS kembali beroperasi seperti sebelumnya. Operasi perdana MV CAS pasca pandemi ini, demi meningkatkan pelayanan perjalanan masyarakat Kabupaten Bengkalis dan para wisatawan yang ke luar negeri. Pelayaran internasional rute Bengkalis – Muar (Malaysia) beroperasi Pelabuhan Internasional Bandar […]

expand_less