Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Polisi Amankan 19 Kg Sabu di Rupat Bengkalis, Tiga Sindikat Narkoba Internasional Disikat

Polisi Amankan 19 Kg Sabu di Rupat Bengkalis, Tiga Sindikat Narkoba Internasional Disikat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 28 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bengkalis, detak24.com – Tim Subdit I Reserse Narkoba Polda Riau, menangkap 3 orang pria asal Rupat Kabupaten Bengkalis yang diduga jaringan narkoba Internasional, dengan barang bukti 19 Kg sabu.

Tiga pria yang ditangkap petugas itu, yakni RW (21), JEP (46) dan MUH (20). Dua orang berprofesi sebagai nelayan, sementara satu orang lagi adalah pengangguran.

Dari penangkapan ini, polisi juga berhasil menyita barang bukti narkoba, berupa sabu dengan berat 19 kilogram yang disembunyikan di kebun durian.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, pengungkapan ini bermula dari informasi yang didapatkan petugas dari masyarakat, tentang akan adanya penyeludupan sabu dalam jumlah besar asal Malaysia, ke daerah Rupat, Bengkalis.

“Tim kemudian melakukan penyelidikan dan pemantauan di lapangan. Tim lalu mendapat informasi, pelaku sudah berada di wilayah Bengkalis,” kata Kombes Sunarto, saat ekspos kasus, Kamis (28/07/22).

Lanjut Kombes Sunarto, tersangka IRW mengaku mengambil sabu langsung ke Malaysia menggunakan speedboat bersama rekannya, Baled yang kini berstatus masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Awalnya, IRW dihubungi oleh Ayet, yang berada di Malaysia. IRW diminta datang ke Negeri Jiran itu dengan maksud akan membicarakan soal bisnis.

“IRW ini langsung mengemudikan speedboat. Sesampainya di Malaysia, kemudian bertemu Ayet yang berada di Malaysia yang juga saat ini ditetapkan DPO. Ayet ini lalu ikut naik speedboat ke Indonesia dengan membawa 2 tas berisi 14 paket berisi sabu yang dimasukkan dalam karung,” tuturnya.

Sesampainya di Indonesia, IRW dkk bertemu dengan tersangka JEP alias Pak Uteh dan KEPT (DPO), untuk menyerahkan 5 bungkusan sabu.

“Kenapa tidak diserahkan semua, ini sebagai jaminan. Nanti diserahkan semua setelah uang (pembayaran) diselesaikan,” ungkap Kabid Humas.

Lima bungkusan ini kemudian dibawa JEP ke Rupat Utara. Sementara sisanya 9 bungkus lagi, dibawa oleh IRW. 

Rencananya akan dibawa ke daerah Sei Pahat. Namun terjadi perubahan, sehingga merapat ke Rupat. 9 bungkusan itu diserahkan kepada MUH alias Angah.

“Pada Kamis (14/7/2022) sekira pukul 05.00 WIB, tim berhasil mengamankan tersangka IRW alias Along,” sebut Kombes Sunarto.

Dari sana, petugas kembali bergerak memburu tersangka lainnya. Alhasil, tersangka JEP berhasil ditangkap di rumahnya di daerah Parit Baru, Desa Putri Sembilan, Rupat Utara, sekira pukul 09.00 WIB.

Pengakuan JEP, 5 bungkusan sabu yang diserahkan sebelumnya oleh IRW kepadanya, juga sudah diserahkan kepada tersangka MUH.

“Dari hasil pengejaran, petugas juga berhasil menangkap tersangka MUH alias Angah di Desa Kebumen. Pengakuan MUH ini, dia bekerjasama dengan dua rekannya, yakni Bidin (DPO) dan IDI (DPO). Keseluruhan sabu diungkapkannya disimpan di kebun durian dan ditutupi rumput,” urai Kombes Sunarto.

Tanpa buang waktu, polisi membawa tersangka MUH, untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang haram di area kebun durian di Desa Pangkalan Pinang.

“Barang bukti berhasil ditemukan oleh petugas, tersimpan di dalam karung yang berisikan dua buah tas. Setelah dibuka ada 14 bungkusan serbuk kristal berisi narkotika jenis sabu,” tutur Kabid Humas.

“Setelah ditimbang, berat kotornya sekitar 19 Kg lebih. Setiap bungkusnya tidak semua 1 Kg. Ada bungkusan yang berisi 2 Kg. Ini mungkin cara baru bandar. Mungkin saja untuk mengurangi cost atau pengeluaran mereka. Karena becak pembawa sabu ini biasanya dihitung per bungkus,” imbuhnya.

Ditegaskan Kombes Sunarto, penyidik saat ini masih mendalami kasus ini, dengan melakukan pengembangan guna menangkap para tersangka lainnya.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2, junto Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang peduli memberikan informasi kepada kita. Sehingga bisa kita olah dan dalami, dan mengungkap peredaran narkoba di wilayah kita,” pungkasnya.(riaulink)

Editor :. Kar

 

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (14)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • GEGER! Marcel Radhival Pesulap Merah Tewas Usai Adu Kesaktian dengan Ibu Ida Dayak

      GEGER! Marcel Radhival Pesulap Merah Tewas Usai Adu Kesaktian dengan Ibu Ida Dayak

      • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
      • account_circle Redaksi
      • 15Komentar

      detak24.com – Marcel Radhival pesulap merah dikabarkan meninggal dunia setelah adu kesaktian dengan Ibu Ida Dayak. Beritanya heboh dan menggegerkan sejumlah flatform medsos. Sosok Ibu Ida Dayak sendiri belakangan tengah menjadi sorotan, karena dikenal mampu mengobati berbagai macam penyakit. Malahan sempat diisukan berhasil menyembuhkan pangeran Arab yang koma belasan tahun, serta dapat hadiah klinik dari […]

    • ADA yang Kenal Perempuan Bergincu Ini? Sekarang Dia Dalam Penjara Polres Inhu

      ADA yang Kenal Perempuan Bergincu Ini? Sekarang Dia Dalam Penjara Polres Inhu

      • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
      • account_circle Redaksi
      • 15Komentar

      INHU, detak24com  – Polres Inhu membekuk dua warga di Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu. Yakni, Tina (42) dan rekannya AF alias Idil (47) warga Desa Kampung Pulau. Keduanya diciduk dalam kasus narkoba. Kapolres Inhu, AKBP Dody Wirawijaya SIK melalui PS Kasubsi Penmas Polres Inhu, Aipda Misran, Kamis (13/03/23) menuturkan, pengungkapan kasus itu, bermula […]

    • GEMPAR! Temuan Mayat Menghitam di Kanal TKP Pelalawan

      GEMPAR! Temuan Mayat Menghitam di Kanal TKP Pelalawan

      • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
      • account_circle Redaksi
      • 1Komentar

      PELALAWAN, detak24com – Pria yang diketahui bernama M Yusuf ditemukan jadi mayat menghitam di tepi kanal TKP 7 Kelurahan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto, Rabu (20/22/23) mengatakan, korban yang telah jadi mayat menghitam itu diketahui berasal dari Bengkulu. Korban diketahui di Pelalawan bersama dengan sembilan anggota rombongan lainnya. Ia menceritakan, pada Ahad (17/12/23), […]

    • KIKI Fatmala Meninggal Mendadak, Sang Adik Ungkap Kejadiannya!

      KIKI Fatmala Meninggal Mendadak, Sang Adik Ungkap Kejadiannya!

      • calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      DETAK24COM – Panggung sinema Indonesia dikagetkan dengan kepergian aktris lawas Kiki Fatmala. Ia diketahui meninggal mendadak, Jumat (01/11/23). Selain mengagetkan banyak, kepergian aktris lawas Kiki Fatmala menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Menurut sang adik, Maruef Ashary, almarhumah meninggal secara mendadak saat berada di rumah. “Mba Kiki memang sudah terdengar kabarnya sakit, ya itu […]

    • KILANG Pertamina Dumai Meledak, Wako Paisal Bentuk Tim Ganti Rugi Warga Terdampak

      KILANG Pertamina Dumai Meledak, Wako Paisal Bentuk Tim Ganti Rugi Warga Terdampak

      • calendar_month Minggu, 2 Apr 2023
      • account_circle Redaksi
      • 13Komentar

      DUMAI, detak24.com – Pasca kilang Pertamina Dumai meledak, Sabtu (01/04/23), malam itu juga Wako Paisal langsung turun ke lokasi. Kedatangan orang nomor satu Dumai itu didampingi Dandim 0320/Dumai Letkol (Arh) Hermansyah Tarigan serta petinggi Polres Dumai. Baca juga : https://detak24.com/kilang-pertamina-dumai-meledak-tujuh-karyawan-dilaporkan-tewas/ Petinggi Kota Dumai tersebut langsung hadir di tengah-tengah masyarakat yang berunjukrasa. Akibat kilang Pertamina Dumai […]

    • Harga BBM Nonsubsidi Naik, Panic Shifting dan Kelangkaan Subsidi Mengancam 

      Harga BBM Nonsubsidi Naik, Panic Shifting dan Kelangkaan Subsidi Mengancam 

      • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Lonjakan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang menembus angka di atas Rp 20 ribu per liter, mengancam panic shifting dan kelangkaan subsidi. Kenaikan harga ini dinilai berpotensi memberikan efek domino, yang mengancam stabilitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Rizky Bagus Oka, menegaskan […]

    expand_less