Kios Ludes Dilalap Api, Pedagang Pasar Rakyat Tembilahan Kais Puing-puing Sisa Kebakaran
Pedagang Pasar Rakyat Tembilahan mengumpulkan puing puing sisa kebakaran yang masih berguna. f : ist
Pedagang Pasar Rakyat Tembilahan mengumpulkan puing puing sisa kebakaran yang masih berguna. f : ist
TEMBILAHAN, detak24com – Kendati yakin tak ada dagangan tersisa, para pedagang Pasar Rakyat Tembilahan tetap berupaya mengais puing-puing kebakaran, Jumat (10/10/25).
Api memang telah padam dan asap pun mulai reda. Namun rasa pilu mendalam tak bisa disembunyikan oleh pada pedang sayur dan ikan asin Pasar Rakyat Tembilahan.
Baca juga : Pasar Tembilahan Terbakar, 400 Kios Pedagang Ludes Jadi Abu
Beberapa pedagang tampak menangis, sementara yang lain termenung memikirkan bagaimana melanjutkan usaha yang telah dirintis selama ini. Usaha untuk menghidupi keluarga mereka.
Kebakaran hebat yang menghanguskan ratusan los pasar tradisional di Tembilahan yang berada di tepi laut begitu cepat, Jumat (10/10/25) dini hari.
Ratusan kios pedagang dilaporkan ludes terbakar dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, hanya menyisakan puing-puing hangus dan rangka besi yang bengkok.
Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagtri) Inhil bergerak cepat melakukan pendataan pedagang yang terdampak.
“Kami sedang di lapangan langsung melakukan pengecekan jumlah kios yang terbakar. Saat ini, terdata sudah 250-an dan untuk total kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” terang Kadis dikutip dari haluanriau.
Menurut Kadis, kios-kios yang terbakar tersebut merupakan penampungan sementara bagi pedagang pasca kebakaran Pasar Terapung yang terjadi tahun 2019 silam.
“Itu tempat penampungan sementara pasca kebakaran Pasar Terapung 2019 silam,” terangnya.
Setelah memakan waktu sekitar tiga jam, amukan api berhasil dijinakkan pukul 03.45 WIB, oleh tim gabungan dari DPKP Inhil, BPBD Inhil dan unit bantuan dari PSMTI dan unit pemadam warga Jalan Padupai.
Penanganan ini sedikit terhambat karena pasokan air dan kondisi saat itu air sungai Indragiri sedang surut.
“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil tadi malam berjumlah 16 orang dan satu unit pemadam kebakaran diterjunkan membantu proses pemadaman yang dilakukan oleh Mobil Damkar DPKP. Kondisi air sungai Indragiri saat terjadi kebakaran sedang surut,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Inhil, Ari Surya Indragiri.
Pihak kepolisian saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di salah satu kios. Namun penyelidikan terus kami lakukan untuk memastikan penyebab pasti serta menghitung total kerugian,” kata Kapolsek KSKP Tembilahan, Iptu Fauzan.
Sementara itu, Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Herman menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah kebakaran yang melanda los pasar sayur dan ikan asin di Tembilahan pada Jumat (10/10/25) dini hari.
Bupati menyebut, kejadian tersebut menjadi pukulan berat bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha dan sumber penghasilan mereka. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, kata Herman, akan segera turun tangan membantu proses pemulihan.
“Saya sangat prihatin atas musibah ini. Kita memahami betapa berat dampaknya bagi pedagang yang mencari nafkah di pasar tersebut,” kata Bupati Herman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
“Karena itu, saya sudah memerintahkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk mendata secara detail seluruh pedagang yang terdampak serta nilai kerugian yang mereka alami,” sambungnya.
Selain pendataan, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan penataan ulang bangunan pasar agar kondisi pasar ke depan lebih tertata dan aman dari potensi kebakaran serupa.
“Penataan ulang bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga upaya kita memastikan para pedagang bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, diduga akibat arus pendek listrik dari salah satu kios sayur. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB oleh tim gabungan Damkar, BPBD, PSMTI, dan Padupai. Tidak ada korban jiwa, namun ratusan pedagang terdampak, dan nilai kerugian masih dalam pendataan.
Bupati Herman juga mengimbau masyarakat, khususnya pedagang pasar, untuk lebih berhati-hati terhadap instalasi listrik dan potensi sumber api. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (*)
Editor : kar