Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Siak » Kejati Riau Setop Pengusutan Korupsi Taman Burung Jauhari Siak, Ini Sebabnya 

Kejati Riau Setop Pengusutan Korupsi Taman Burung Jauhari Siak, Ini Sebabnya 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Kejati Riau hentikan pengusutan dugaan korupsi pembangunan Taman Burung Jauhari di Kecamatan Mempura, Siak.

Menurut Kejati, tidak ditemukan unsur melanggar hukum pada proyek itu. Dalam proses penanganan kasus, jaksa penyelidik Pidana Khusus Kejati Riau telah melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak dan memeriksa dokumen terkait proyek di Dinas Pariwisata Kabupaten Siak tersebut.

Kajati Riau, Akmal Abbas melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas, Zikrullah mengatakan dari hasil klarifikasi diketahui kalau proyek Taman Burung Jauhari yang dianggarkan pada tahun 2014 dan 2017 itu telah selesai 100 persen.

Zikrullah menjelaskan, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Riau ada kelebihan bayar sebesar Rp 14.355.835,76 pada tahun 2014 dan Rp 9.598.822 pada tahun 2017.

Temuan kelebihan bayar pun telah ditindaklanjuti dan dikembalikan rekanan. “Telah dikembalikan oleh pelaksana dan rekanan melalui penyetoran ke kas negara,” ujar Zikrullah, Rabu (15/1/2025).

Ia merincikan, kelebihan bayar tahun 2014, pelaksana proyek telah mengembalikan sebesar Rp 5 juta pada 2 November 2015 dan Rp 9.355.835,76 pada 22 Oktober 2021.

Sementara itu, kelebihan bayar tahun 2017 telah dilunasi oleh rekanan pada 31 Juli 2017 sebesar Rp 9.598.822.

“Dengan pengembalian kelebihan bayar tersebut dan tidak adanya temuan pelanggaran lain, maka tidak ada perbuatan melawan hukum atau unsur pidana dalam kasus pembangunan Taman Burung Jauhari,” tegas Zikrullah.

Kendati begitu, Zikrullah menegaskan komitmen Kejaksaan
untuk mengawasi setiap proyek yang didanai APBD berjalan sesuai aturan. “Namun dalam kasus ini tidak ditemukan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Informasi dihimpun, proyek Taman Burung Jauhari dibangun oleh Dinas Pariwisata Siak dengan dana berasal dari APBD Siak 2014 sebesar Rp 1,79 miliar. Taman ini bertujuan untuk menunjang ekowisata Mempura.

Pembangunan sempat mangkrak selama 2 tahun, dan jaring yang dipasang banyak dicuri. Pada 2017, Dinas Pariwisata Siak kembali menganggarkan untuk kelanjutan pembangunan dengan nilai anggaran Rp 1,2 miliar rupiah.

Bangunan taman itu terdiri dari 13 tiang besi penyangga jaring-jaring dan bangunan tembok untuk petugas piket dan toilet, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • POLISI KAMPAR Gulung Sindikat Kencing BBM Subsidi, Bagaimana di Daerahmu?

    POLISI KAMPAR Gulung Sindikat Kencing BBM Subsidi, Bagaimana di Daerahmu?

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    KAMPAR, detak24.com – Tim Ops Polsek Tambang, Kampar menggulung sindikat kencing BBM subsidi. Selain menangkap dua tersangka, sekitar 544 liter solar berhasil dan truk tangki berhasil diamankan. Dua pelaku kencing BBM bersubsidi jenis solar tertangkap tangan saat sedang menyalurkan solar dari tangki mobil truk tersebut ke dalam jerigen besar berukuran 35 liter,  Kapolres Kampar, AKBP […]

  • JINAKKAN Sevilla, Man City Juara Piala Super Eropa 2023

    JINAKKAN Sevilla, Man City Juara Piala Super Eropa 2023

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    SKUAD Manchester City berhasil menjuarai Piala Super Eropa 2023, mengalahkan Sevilla lewat babak adu penalti (5-4) setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Trofi pertama untuk Josep Guardiola dan skuadnya. Bermain di di Karaiskakis Stadium, Piraeus, Yunani, pertandingan berlangsung sengit sejak awal, dua tim top Eropa menyuguhkan level permainan terbaiknya. Man City lebih dominan, tapi […]

  • Baru Saja, Toko Azam di Jalan Ombak Dumai Dilalap Api

    Baru Saja, Toko Azam di Jalan Ombak Dumai Dilalap Api

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Toko Azam di Jalan Sultan Hasanuddin (Ombak) Dumai terbakar, Kamis (04/09/25) malam sekira pukul 21.15 WIB. Data dirangkum, hujan yang sempat mengguyur Dumai begitu reda dikejutkan dengan kebakaran hebat di toko kaca tersebut. Toko satu lantai itu merupakan tempat pembuatan lemari piring, rak piring, lemari makanan, etalase serta melayani pemasangan kaca jendela […]

  • RESTORAN Seafood Mas Yanto di Hangtuah Pekanbaru Terbakar

    RESTORAN Seafood Mas Yanto di Hangtuah Pekanbaru Terbakar

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Enam unit ruko yang berada di Jalan Hangtuah, Pekanbaru terbakar, Senin (07/08/23). Keenam ruko tersebut merupakan restoran seafood Mas Yanto. “Kejadiannya sekitar pukul 9 pagi tadi, dimana ada 6 unit ruko yang terbakar. Ruko itu merupakan rumah makan atau restoran seafood Mas Yanto,” ujar Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Bagus Harry Priambodo, Senin […]

  • Kenaikan PPN 12 Persen Picu Kebangkrutan Industri serta Gelombang PHK Massal

    Kenaikan PPN 12 Persen Picu Kebangkrutan Industri serta Gelombang PHK Massal

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen akan memicu kebangkrutan industri serta gelombang PHK massal. Ekonom senior dan pendiri Core Indonesia Hendri Saparini menyebut, saat ini daya beli masyarakat menurun drastis sehingga penjualan dan produksi juga ikut menurun. Ketika menjadi PPN 12 persen diterapkan, maka supply dan […]

  • Nyaris Dihakimi Massa, Pak Kades dan Buk Bidan Bermesum di Masjid Desa Koto Gunung Kuansing 

    Nyaris Dihakimi Massa, Pak Kades dan Buk Bidan Bermesum di Masjid Desa Koto Gunung Kuansing 

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Warga Kuansing gempar dengan adanya mobil bergoyang di halaman masjid. Saat digerebek, ternyata ada pak Kades dan buk bidan yang lagi berbuat mesum. Peristiwa itu terjadi di Desa Koto Gunung, Kecamatan Gunungtoar pada Jumat (11//04/25) petang. Keduanya nyaris dihakimi massa sebelum diarak ke kantor desa setempat. Dari informasi yang dirangkum, warga melihat […]

expand_less