Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kawasan Dieng Diselimuti Salju, Suhu Minus 1 Derajat-Kentang Mati

Kawasan Dieng Diselimuti Salju, Suhu Minus 1 Derajat-Kentang Mati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jateng, detak24.com – Fenomena embun beku seperti salju atau yang dikenal dengan sebutan embun upas mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi seiring dengan penurunan suhu udara.

Dikutip Ahad (03/07/22), Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Alif Faozi, mengatakan fenomena embun upas itu mulai terlihat sejak Kamis (30/6) dini hari di sekitar kompleks Candi Arjuna.

“Awalnya saya kira kemunculan embun upas akan mundur karena beberapa hari kemarin masih sering turun hujan. Tapi ternyata dini hari tadi embun upasnya mulai muncul meskipun masih tipis,” ujar Alif di Banjarnegara.

Menurut dia, kemunculan embun upas biasanya akan sering terjadi dan makin tebal saat puncak musim kemaraum. Terutama ketika suhu udara terasa sangat dingin.

Namun, Alif mengaku tak sempat mengukur suhu udara di Dieng saat embun upas itu muncul pada dini hari tadi.

“Namun sepertinya belum sampai minus 1,5 derajat celcius hingga minus dua derajat Celcius seperti yang muncul dalam pemberitaan. Mungkin iya kalau mengukurnya berdekatan dengan embun upas, tapi kalau agak tinggi mungkin hasilnya akan berbeda,” ucapnya.

Dia mencontohkan ketika termometer diletakkan di depan pintu lemari es yang terbuka, hasil pengukuran suhunya akan berbeda dengan saat termometer dimasukkan ke lemari es.

Alif mengatakan suhu udara di Dieng pernah terasa sangat dingin dan saat itu dikabarkan mencapai minus 12 derajat celcius berdasarkan pengukuran di bawah atau dekat dengan embun yang membeku.

“Kalau enggak salah tahun 2019,” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan tanaman kentang di Dieng banyak yang mati setelah terkena embun upas yang cukup tebal.

“Kenapa disebut embun upas? Itu sebetulnya karena tumbuhannya mati setelah udara begitu dingin dan embunnya membeku. Sehingga ketika terkena matahari tanaman tersebut jadi menghitam seperti terkena racun,” katanya.

Padahal, kata dia, embun tersebut tidak mengandung upas atau racun. Namun, karena masyarakat melihat tanaman menghitam seperti terkena racun, sehingga fenomena itu disebut dengan embun upas.

Alif menuturkan fenomena embun upas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng seolah berselimutkan salju.

Sementara itu, salah seorang pramuwisata, Untung, mengakui fenomena embun upas biasa muncul saat musim kemarau di Dieng.

“Ini yang pertama muncul di awal musim kemarau. Kemarin sempat terasa dingin, tapi tidak sampai muncul embun upas,” kata Untung.

Ia berusaha mengabadikan fenomena embun upas tersebut dalam sejumlah foto. Namun, dia juga mengatakan tidak sempat mengukur suhu udara di Dieng saat embun upas itu muncul.

“Namun, dalam aplikasi disebutkan bahwa suhu udara mencapai minus satu derajat celcius,” ucapnya.

Kepala UPT Pengelola Wisata Dieng menyebut suhu mencapai minus 1 derajat. Sehingga memunculkan salju yang biasa disebut masyarakat sekitar sebagai embun upas.

Sementara,  Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie mengatakan peristiwa Dieng membeku ini terjadi hampir setiap tahun. Yakni  mulai Mei hingga Agustus.

‘Ini terjadi di wilayah Dieng dengan ketinggian 2000 MDPL,” imbuhnya.(CNN/FC)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • DUH! Pak Kades Bengkalis Jual HPT 73,29 Hektar ke Pengusaha Tambak Udang

    DUH! Pak Kades Bengkalis Jual HPT 73,29 Hektar ke Pengusaha Tambak Udang

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Aparat Kejaksaan Negeri Bengkalis menahan Kades Senderak, Harianto, Senin (27/02/23). Tersangka ditahan di Lapas untuk 20 hari ke depan. Harianto ditahan dalam perkara dugaan korupsi penerbitan surat penjualan HPT (hutan produksi terbatas) seluas 73,29 hektar di Desa Senderak, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Lahan tersebut dialihfungsikan menjadi tambak udang oleh pembeli beberapa tahun […]

  • Tangis Haru Warnai Pergantian Karutan Ambon, Siap Lanjutkan Program 

    Tangis Haru Warnai Pergantian Karutan Ambon, Siap Lanjutkan Program 

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    AMBON, detak24com – Suasana penuh haru menyelimuti acara pisah sambut Karutan Kelas IIA Ambon yang digelar, Rabu (01/10/25). Acara ini menandai berakhirnya masa tugas Ferdika Canra sebagai Karutan Ambon dan penyerahan estafet kepemimpinan kepada Yudhy Rizaldi. Dalam sambutannya, Ferdika Canra menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pegawai atas dukungan, kerja sama, dan […]

  • NAHAS! Bocah 7 Tahun Diperkosa di Sungai Apit, Korban Histeris Dengar Nama Pelaku

    NAHAS! Bocah 7 Tahun Diperkosa di Sungai Apit, Korban Histeris Dengar Nama Pelaku

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    SIAK, detak24com – Polisi membekuk pelaku pencabulan bocah 7 tahun di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Menurut Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja melalui Kapolsek Sungai Apit AKP J.A Purba, Rabu (12/07/23), pelaku inisial RS diamankan, Rabu (5/7/23) lalu. Tersangka ditangkap setelah polisi mendapat laporan terkait tindakan pencabulan anak di bawah umur. “Ibu korban yang […]

  • PEMUJA Sabu di Pekanbaru Nekat Jual Kursi Roda Ibunya yang Tengah Sakit

    PEMUJA Sabu di Pekanbaru Nekat Jual Kursi Roda Ibunya yang Tengah Sakit

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle Redaksi
    • 2Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pria berinisial AP (31) mendekam di penjara Polsek Senapelan Pekanbaru. Pemuja sabu itu dipolisikan lantaran mencuri kursi roda milik ibunya yang sedang sakit. Uang hasil menjual Alkes tersebut diketahui untuk membeli narkoba. Atas perbuatannya tersebut, kakak pelaku membuat laporan ke Polsek Senapelan. Kapolsek Senapelan Kompol Noak Aritonang membenarkan, pemuja sabu itu dilaporkan […]

  • Razia Balap Liar, Polisi Dumai Amankan 57 Motor Knalpot Brong

    Razia Balap Liar, Polisi Dumai Amankan 57 Motor Knalpot Brong

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Polres Dumai amankan 57 motor knalpot brong dalam serangkaian razia balapan liar di sejumlah titik rawan. Menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polres Dumai gelar razia balap liar, Sabtu (21/1224) malam di wilayah hukumnya. Kegiatan ini diawali dengan apel di Lapangan Mapolres Dumai yang dipimpin oleh Kapolres Dumai AKBP Dhovan Oktavianton […]

  • Tanaman Jagung Poktan Tuah Brata Pangan Tumbuh Subur, KSKP Rutin Lakukan Cek

    Tanaman Jagung Poktan Tuah Brata Pangan Tumbuh Subur, KSKP Rutin Lakukan Cek

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Polres Dumai bersama Kelompok Tani Tuah Brata Pangan melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung di lahan pertanian area PT Patra Niaga Pertamina, Jalan Dock Yard, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kamis (25/06/26) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan […]

expand_less