DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Kawasan Dieng Diselimuti Salju, Suhu Minus 1 Derajat-Kentang Mati

Jateng, detak24.com – Fenomena embun beku seperti salju atau yang dikenal dengan sebutan embun upas mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi seiring dengan penurunan suhu udara.

Dikutip Ahad (03/07/22), Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Alif Faozi, mengatakan fenomena embun upas itu mulai terlihat sejak Kamis (30/6) dini hari di sekitar kompleks Candi Arjuna.

“Awalnya saya kira kemunculan embun upas akan mundur karena beberapa hari kemarin masih sering turun hujan. Tapi ternyata dini hari tadi embun upasnya mulai muncul meskipun masih tipis,” ujar Alif di Banjarnegara.

Menurut dia, kemunculan embun upas biasanya akan sering terjadi dan makin tebal saat puncak musim kemaraum. Terutama ketika suhu udara terasa sangat dingin.

Namun, Alif mengaku tak sempat mengukur suhu udara di Dieng saat embun upas itu muncul pada dini hari tadi.

“Namun sepertinya belum sampai minus 1,5 derajat celcius hingga minus dua derajat Celcius seperti yang muncul dalam pemberitaan. Mungkin iya kalau mengukurnya berdekatan dengan embun upas, tapi kalau agak tinggi mungkin hasilnya akan berbeda,” ucapnya.

Dia mencontohkan ketika termometer diletakkan di depan pintu lemari es yang terbuka, hasil pengukuran suhunya akan berbeda dengan saat termometer dimasukkan ke lemari es.

Alif mengatakan suhu udara di Dieng pernah terasa sangat dingin dan saat itu dikabarkan mencapai minus 12 derajat celcius berdasarkan pengukuran di bawah atau dekat dengan embun yang membeku.

“Kalau enggak salah tahun 2019,” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan tanaman kentang di Dieng banyak yang mati setelah terkena embun upas yang cukup tebal.

“Kenapa disebut embun upas? Itu sebetulnya karena tumbuhannya mati setelah udara begitu dingin dan embunnya membeku. Sehingga ketika terkena matahari tanaman tersebut jadi menghitam seperti terkena racun,” katanya.

Padahal, kata dia, embun tersebut tidak mengandung upas atau racun. Namun, karena masyarakat melihat tanaman menghitam seperti terkena racun, sehingga fenomena itu disebut dengan embun upas.

Alif menuturkan fenomena embun upas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng seolah berselimutkan salju.

Sementara itu, salah seorang pramuwisata, Untung, mengakui fenomena embun upas biasa muncul saat musim kemarau di Dieng.

“Ini yang pertama muncul di awal musim kemarau. Kemarin sempat terasa dingin, tapi tidak sampai muncul embun upas,” kata Untung.

Ia berusaha mengabadikan fenomena embun upas tersebut dalam sejumlah foto. Namun, dia juga mengatakan tidak sempat mengukur suhu udara di Dieng saat embun upas itu muncul.

“Namun, dalam aplikasi disebutkan bahwa suhu udara mencapai minus satu derajat celcius,” ucapnya.

Kepala UPT Pengelola Wisata Dieng menyebut suhu mencapai minus 1 derajat. Sehingga memunculkan salju yang biasa disebut masyarakat sekitar sebagai embun upas.

Sementara,  Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie mengatakan peristiwa Dieng membeku ini terjadi hampir setiap tahun. Yakni  mulai Mei hingga Agustus.

‘Ini terjadi di wilayah Dieng dengan ketinggian 2000 MDPL,” imbuhnya.(CNN/FC)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

13 thoughts on “Kawasan Dieng Diselimuti Salju, Suhu Minus 1 Derajat-Kentang Mati

  1. Ping-balik: mushrooms jordan 4
  2. Ping-balik: 가입머니1만
  3. Ping-balik: 프로토
  4. Ping-balik: my website
  5. Ping-balik: Telegram下载
  6. Ping-balik: fruit party slot uk
  7. Ping-balik: sexxybet168
  8. Ping-balik: checkslip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *