DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

JARAK Waktu dan Tersangka Bawa Parang, Bukti Pembunuhan di Cerenti Kuansing Terencana

KUANSING, detak24com – Polres Kuantan Singingi memanggil beberapa saksi terkait pembunuhan di Cerenti Kuansing. Sementara, pengacara korban sebut kasus tersebut murni pembunuhan berencana, sesuai fakta ada jarak waktu dan tersangka bawa parang.

Kasus kematian sadis dialami seorang petani yang juga aktivis WWF, Arsyad Rahim (41) di Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi. Korban ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan pada 4 Juli lalu di tengah jalan yang tidak jauh dari kebun sawit miliknya. Satu hari kemudian, polisi berhasil meringkus seorang warga setempat yang diduga pelaku pembunuhan.

Kuasa Hukum keluarga korban, Alhamran Ariawan, dikutip Sabtu (12/08/23) menyatakan bahwa Polres Kuansing telah memperpanjang masa penahanan tersangka PT als Yandi als Ebe (21).

“Kami sangat berharap penyidikan perkara ini berjalan tepat waktu dan pelaku dapat dikenai Pasal 340 atau pembunuhan berencana. Kami meyakini bukti-bukti cukup untuk menjerat pelaku dalam tindak kejahatan pembunuhan berencana,” terangnya.

Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyon Soegito menurut Alhamran Ariawan menyampaikan pada konferensi pers di Taluk Kuantan 7 Juli lalu bahwa pembunuhan tersebut berawal dari permasalahan sederhana. Kejadian diawali kesalahpahaman antara korban dan pelaku. Dimana pelaku saat mengendarai sepeda motor yang bermuatan sawit menggeber-geber gas sepeda motor di hadapan korban. Korban menegur tetapi pelaku tidak terima dan berlanjut dengan perkelahian fisik.

Irawan, warga desa tetangga yang melihat cekcok antar korban dan pelaku ketika terhalang melintas di sekitaran TKP melerai keduanya. Saksi menanyakan duduk perkara kepada keduanya dan berusaha mendamaikan. Setelah berdamai, tersangka meninggalkan lokasi terlebih dahulu kemudian korban pun meninggalkan lokasi menuju kebunnya. Saksi pun segera pulang karena yakin keduanya sudah berdamai dan hari sudah menjelang maghrib.

“Ketika saya lerai, saya tidak melihat keduanya membawa senjata tajam seperti parang atau sejenisnya, hanya adu mulut dan sedikit cekcok fisik korban memegang kerah baju Tersangka karena sudah 3 kali bolak-balik di depan kebunnya dengan mengegas motornya. Saya mendamaikan keduanya, setelah itu masing-masing kami meninggalkan lokasi,” jelas Irawan.

Tersangka, tambahnya, memintanya untuk meminggirkan mobilnya lebih dahulu kemudian pergi dari lokasi.

“Namun saya sempat mendengar ancamannya. Katanya kalau berani ke atas (lokasi yang lebih tinggi dari TKP pertama). Saya tidak menduga akan terjadi lagi perkelahian di antara keduanya karena telah berdamai,” terang Irawan.

Menurut.Alhamran Ariawan, kuasa hukum keluarga korban menyatakan bahwa keterangan saksi ini dapat menjadi salah satu bukti bahwa patut diduga adanya perencanaan pembunuhan. Karena pelaku memiliki waktu untuk mempersiapkan rencananya.

“Bisa jadi dalam tenggat waktu sesingkat apapun, tersangka membuat perencanaan pembunuhan. Hal ini terbukti bahwa tersangka menggunakan parang panjang untuk menghabisi nyawa korban. Dimana dan bagaimana dia mempersenjatai dirinya dengan parang panjang, itu bagian dari perencanaan,” terang Alhamran.

Barang bukti berupa sebilah parang panjang yang diakui pelaku sebagai alat yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban telah ditemukan dan disita oleh Polres Kuansing. Turut serta disita sebuah pisau dapur yang merupakan milik korban.

Sementara, Maida Herlina, istri korban mengakui bahwa suaminya sering membawa pisau itu ke kebun untuk mengambil hasil sayur-sayuran yang ditanam di kebun mereka bukan untuk senjata. Maida mengungkapkan keheranannya terhadap kondisi Tersangka yang tidak ada sedikitpun luka sementara suaminya meninggal dalam kondisi mengenaskan. Hingga saat ini keterangan resmi dari kepolisian penyebab kematian suaminya berdasarkan hasil otopsi belum keluar.

“Saya berharap hasil otopsi cepat keluar dan keluarga mendapatkan informasi perihal penyebab kematian suami saya. Apakah luka-luka di tubuh suami saya disebabkan satu parang yang disita polisi itu saja atau bagaimana?” tanya Maida penuh harap.

“Saya tidak menyangka dukungan banyak pihak untuk keluarga kami agar kasus ini dapat diungkap dengan jelas dan seadil-adilnya. Ini menjadi penguat bagi saya untuk mencari keadilan bagi tiga anak saya yang masih kecil hingga pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya,” tambah Maida.

Sebelumnya, keluarga korban didampingi kuasa hukum pada minggu lalu telah bertemu dengan Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Riau guna mendapatkan perhatian serius terhadap kasus ini dan perlindungan hukum yang adil. Hal ini bagian dari tindak lanjut aksi solidaritas yang digelar oleh beberapa organisasi lingkungan, mahasiswa, keluarga korban dan simpatisan di Mapolda Riau pada 2 Agustus 2023 lalu. Aksi yang tergabung dalam Solidaritas Pembunuhan Aktivis Lingkungan untuk alm. Arsyad yang diketuai Asmar, S.H meminta aparat hukum mengusut tuntas kejanggalan tewasnya almarhum yang juga dikenal sebelumnya sebagai pegiat lingkungan.

Kuasa Hukum berharap agar proses hukum dilakukan secara fair, transparan dan imparsial untuk memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban yang harus membesarkan 3 anak yang masih kecil dan hendaknya penegakan hukum memberikan manfaat sosial agar pembunuhan sia-sia tidak terulang lagi.(riauterkini)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

27 thoughts on “JARAK Waktu dan Tersangka Bawa Parang, Bukti Pembunuhan di Cerenti Kuansing Terencana

  1. I have been browsing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It’s pretty worth enough for me. In my opinion, if all web owners and bloggers made good content as you did, the net will be a lot more useful than ever before.

  2. I am not sure where you are getting your information, but good topic. I needs to spend some time learning more or understanding more. Thanks for magnificent information I was looking for this information for my mission.

  3. Howdy are using WordPress for your blog platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do you need any html coding knowledge to make your own blog? Any help would be really appreciated!

  4. It is actually a nice and helpful piece of info. I?¦m happy that you just shared this helpful information with us. Please stay us informed like this. Thanks for sharing.

  5. What i don’t understood is actually how you’re not really much more neatly-liked than you may be now. You’re very intelligent. You realize thus considerably in the case of this topic, made me in my view believe it from so many numerous angles. Its like women and men aren’t fascinated except it is one thing to accomplish with Woman gaga! Your individual stuffs nice. All the time deal with it up!

  6. Ping-balik: naakte tieten
  7. An impressive share, I just given this onto a colleague who was doing a little analysis on this. And he in fact bought me breakfast because I found it for him.. smile. So let me reword that: Thnx for the treat! But yeah Thnkx for spending the time to discuss this, I feel strongly about it and love reading more on this topic. If possible, as you become expertise, would you mind updating your blog with more details? It is highly helpful for me. Big thumb up for this blog post!

  8. After study a few of the blog posts on your website now, and I truly like your way of blogging. I bookmarked it to my bookmark website list and will be checking back soon. Pls check out my web site as well and let me know what you think.

  9. Ping-balik: กงล้อ888
  10. Ping-balik: Heidi Fleiss
  11. Ping-balik: free chat rooms
  12. Ping-balik: BAU_2025
  13. Ping-balik: ais fiber
  14. Ping-balik: auto verkopen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *