ISU Munaslub Golkar Merembet, Gubri Syamsuar ‘Digoyang’ dari Kursi Ketua DPD?
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
- print Cetak

Gubri Syamsuar melepas peserta pawai taaruf MTQ ke 40 Riau di Rohil. F. :. RIAULINK
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar ‘menggoyang’ posisi Airlangga Hartarto dari Ketua Umum.
Hal itu semakin menguat pasca Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia itu dipanggil Kejagung sebagai saksi korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) periode 2021-2022 beserta turunannya.
Isu Munaslub di tubuh partai berlambang Pohon Beringin itu disinyalir merembet ke daerah, terutama di Provinsi Riau. Informasi yang diterima beberapa kubu di Partai Golkar saat ini ikut ‘menggoyang’ posisi Ketua Golkar Riau yang diduduki Gubri Syamsuar.
Seperti dari kubu Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal yang diketahui masih memiliki ikatan kuat dengan DPP Golkar. Kuat dugaan, posisi Syamsuar ‘digoyang’ lantaran posisi nomor urut istrinya Septina Primawati yang diproyeksikan tidak pada nomor urut satu pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Sedangkan posisi nomor urut satu, informasi yang diterima, adalah istri dari Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan. Ketegangan antara kubu Rusli Zainal dengan Syamsuar ini menurut informasi tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir.
Ditambah lagi sejumlah orang-orang lama RZ sapaan akrabnya Rusli Zainal tidak masuk dalam ‘kabinet’ Syamsuar. Selain itu, ada juga riak dari kubu Mantan Gubernur Riau Annas Maamun. Bahkan sejumlah pengurus di DPD II Golkar kabupaten dan kota sudah sempat dihubungi untuk menyampaikan mosi tidak percaya tersebut.
Diketahui, keluarga Annas Maamun yang dikenal kental dengan Golkar kini memilih untuk pindah gerbong ke Partai Demokrat. Kondisi ini disebabkan tidak sejalannya Annas Maamun dengan Syamsuar.
Bahkan dari informasi yang didapat dari sumber tepercaya, mosi tidak percaya saat ini sudah disampaikan ke DPP. Mosi tidak percaya itu disampaikan oleh tujuh pengurus DPD Golkar Kabupaten dan Kota.
“Sudah disampaikan ke DPP mosi tidak percayanya, ini hanya menunggu penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT). Begitu sudah ditetapkan maka akan langsung dieksekusi,” kata sumber tersebut, Rabu (26/07/23) dikutip detak24com dari CAKAPLAH.com.
Sumber itu menambahkan, jabatan Syamsuar sebagai Gubernur juga tidak lama lagi. Sesuai ‘tradisi’ di Golkar, yang akan menjadi ketua adalah yang memiliki jabatan atau selalu dekat dengan kekuasaan.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Riau Ikhsan saat dikonfirmasi wartawan menegaskan tidak ada perpecahan di Golkar Riau. Ia menyebut, sampai kini semua kader tetap solid.
“Nggak ada itu, Golkar tetap solid kok. Siapa yang buat isu itu?” ucap Ikhsan kepada wartawan.
Ia juga menegaskan, informasi tersebut juga sempat muncul sebelumnya, tapi hanya isu semata tidak ada kebenarannya. “Nggak benar itu. Kemarin aja kita baru rapat partai,” kata dia.
Disinggung soal kubu RZyang ingin mengambil alih Partai Golkar, menurutnya itu tidak benar. “Dari dulu macam begitu aja. Kan sekarang masih belum bernomor urut,” pungkasnya.(CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com













