DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Israel ‘Tembak Mati’ Prajurit TNI di Lebanon, Tiga Luka-luka 

Karangan bunga untuk prajurit TNI yang gugur di Lebanon, dan foto korban (insert). f : ist

JAKARTA, detak24comSeorang prajurit TNI gugur diketahui bernama Praka Farizal Romadhon serta tiga rekannya luka-luka akibat terkena artileri pasukan Israel di Lebanon.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya seorang prajurit penjaga perdamaian Indonesia dan tiga prajurit lainnya yang mengalami luka saat bertugas dalam Pasukan Sementara PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Baca juga : Tiga WNI Hilang di Selat Hormuz, Kemlu RI Evakuasi Besar – besaran 

Insiden tersebut terjadi setelah tembakan artileri tidak langsung menghantam area di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada Ahad (29/03/26) waktu setempat. Peristiwa itu terjadi di tengah baku tembak antara militer Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

“Kami sangat berduka atas kehilangan ini. Kami menyampaikan penghormatan tertinggi kami kepada prajurit penjaga perdamaian yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” bunyi pernyataan Kemenlu, dikutip dari akun X resmi @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).

Baca juga : Dilepas Bersamaan, Tujuh Rudal Iran Sukses Hancurkan Kota Tel Aviv

Pemerintah Indonesia juga mengutuk keras insiden tersebut serta menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Saat ini, Kemenlu tengah berkoordinasi dengan UNIFIL terkait proses pemulangan jenazah prajurit Indonesia yang gugur serta penanganan medis bagi tiga prajurit yang mengalami luka.

“Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan, dan kami berharap agar personel yang terluka segera pulih sepenuhnya. Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan pemulangan segera para prajurit yang gugur dan perawatan medis terbaik bagi yang terluka,” lanjut Kemenlu.

Pemerintah Indonesia menegaskan, keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya setiap saat sesuai dengan hukum internasional.

Ancaman atau serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai tidak dapat diterima dan dapat merusak upaya kolektif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.

Selain itu, Indonesia kembali menegaskan kecaman terhadap serangan Israel di wilayah Lebanon selatan. Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak agar menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur, serta kembali menempuh jalur dialog dan diplomasi damai untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan PBB dan otoritas terkait serta memantau perkembangan situasi secara cermat, seperti diberitakan beritasatu. (*)

Editor : Kar