DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Bupati Pati Dilempari Botol Air Mineral dan Sandal, Puluhan Ribu Massa Desak Sudewo Mundur 

Bupati Pati, Sudewo dilempari sandal serta hujanan botol air mineral. f : ist

PATI, detak24com – Aksi unjuk rasa yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur berlangsung ricuh. Massa bahkan melemparinya menggunakan berbagai barang seperti botol air mineral hingga alas kaki atau sandal.

Pantauan detikJateng di lokasi, Rabu (13/08/25), massa sebelumnya meminta Sadewa untuk menemui mereka. Situasi yang sudah mulai memanas membuat massa melempari kantor Bupati menggunakan berbagai barang.

Tidak berselang lama Bupati Sudewo akhirnya keluar menemui massa pukul 12.16 WIB. Kemudian ia terlihat naik ke kendaraan rantis milik polisi.

Sementara, sejumlah personel polisi yang berjaga meminta kepada massa agar tertib. Sudewo pun muncul dari dalam mobil dan menyampaikan permintaan maaf. Dia berjanji akan bekerja lebih baik lagi.

“Saya mohon maaf,” kata Sudewo di hadapan massa demonstran.

Tak lama bicara, massa kembali ricuh dan melempari Bupati Pati Sudewo dengan berbagai barang yang ada. Seperti botol air mineral alas kaki dan juga barang lainnya. Tampak seorang ajudan Sudewo sigap menangkis lemparan dari massa menggunakan tameng. Selain ajudan terlihat pula polisi turut memberikan perlindungan.

Bupati Sudewo lantas kembali masuk dalam mobil dan kembali ke dalam kantor Bupati Pati.

Terlihat massa masih ada yang bertahan di depan kantor Bupati Pati. Sebagian pintu gerbang terbuka dengan penjagaan ketat oleh petugas kepolisian.

34 Orang Luka-luka, 11 Pendemo Ditangkap 

Polisi mengamankan sebanyak 11 orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi demo Bupati Pati. Belasan orang itu saat ini masih diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Saat ini pelaku menjadi provokator 11 yang kita lakukan pengamanan. Saat ini kita lakukan pendataan dan dilakukan pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto kepada wartawan ditemui di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (13/08/25).

Dia mengatakan petugas kepolisian mengamankan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Pati. Polisi melibatkan jajaran Polda Jawa Tengah.

Hari ini Polresta Pati melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa di kantor bupati. Kegiatan ini mendapatkan BKO dari Polda dan Polres Jajaran,” jelasnya.

Artanto mengatakan awalnya aksi unjuk rasa berlangsung damai. Namun kemudian berlangsung ricuh. Polisi menduga ada pihak penyusup ke massa sehingga terjadi saling lempar.

“Namun seiring kegiatan tersebut menjelang siang ada kelompok lain sifat anarkis sehingga merusak suasana unjuk rasa yang damai, dengan melakukan kegiatan pelemparan air mineral, batu, buah, busuk dan sebagainya,” ungkap dia.

“Mengakibatkan situasi ekskalasi menjadi meningkat dan chaos. Sehingga pihak kepolisian secara persuasif terhadap massa melakukan anarkis massa tidak mau mematuhi perintah pihak kepolisian,” dia melanjutkan.

Menurutnya, aksi demo berangsur kondusif sore tadi. Massa bisa dipukul mundur dari depan kantor Bupati Pati.

“Akhirnya kita dorong keluar dan pecah aksi massa tersebut kita pecah dan alhamdulillah pukul 15.30 WIB sudah kondusif. Kita patroli untuk memastikan situasi aman dan kondusif,” jelasnya.

Dalam aksi tersebut, kata Artanto, 34 orang mengalami luka, termasuk polisi. Dia juga menegaskan tidak ada korban tewas dalam aksi itu.

Tuntutan Massa 

Setelah Bupati Sudewo membatalkan keputusannya untuk menaikkan PBB-P2 yang awalnya akan naik hingga 250 persen, warga memutuskan akan tetap menggelar demo. Tuntutannya bukan lagi membatalkan kenaikan PBB-P2, namun ada lima hal yang utama, yaitu:

  1. Menuntut Sudewo turun dari jabatan bupati.
  2. Menolak lima hari sekolah.
  3. Menolak renovasi alun-alun Pati dengan anggaran Rp 2 miliar.
  4. Menolak pembongkaran total Masjid Alun-alun Pati yang bersejarah.
  5. Menyoal proyek videotron yang memakan biaya hingga Rp 1,39 miliar, dikutip dari berbagai sumber. (Red)

Editor : Kar