HIKMAH : Rindu Suara Adzan, Mualaf Dusun Keridi Kepulauan Meranti Tak Tersentuh Syiar Islam
Saat melihat ada seorang anak perempuan tidak memakai hijab, Fefen lalu bertanya “Kenapa tak pakai jilbab nak?,” tanya Fefen. Dengan polosnya anak itu menjawab ” Saya agama Budha Pak Ustadz,” jawabnya.
Lalu Fefen kembali bertanya apakah orang tuanya tidak marah jika ia hadir di acara Islam seperti ini.
Kembali dengan suara kecilnya anak itu menjawab jika ia sangat rindu dengan suara adzan. Dia mengatakan sudah sangat lama tak terdengar suara adzan di mushola dekat kampungnya.
“Mendengar jawaban anak itu, saya tanpa sadar meneteskan air mata, bagaimana tidak seorang anak non muslim bisa merindukan suara adzan,” tutur Fefen.
Dikatakan Fefen dulunya di dusun tersebut ada pembinaan mualaf, namun sudah lama pindah, sehingga banyak warga di sana para mualaf yang kembali ke aktifitas lama agama mereka tanpa meninggalkan Islam.
Saat membagikan Al Qur’an, anak-anak di sana berebutan dan bertanya apa isi dalam kotak yang dibawanya.
Anak itu juga menceritakan jika dulu di kampung nya juga ada orang yang membagikan Al Qur’an. Karena tidak ada yang mengajarkan, mereka mengaku tidak bisa membaca Al Qur’an hingga saat ini.

14 thoughts on “HIKMAH : Rindu Suara Adzan, Mualaf Dusun Keridi Kepulauan Meranti Tak Tersentuh Syiar Islam”