FAKTA Ngeri Perang Rusia Ukraina: Putin Ancam Bombardir Inggris

Serangan balasan akan difokuskan ke wilayah-wilayah yang dimasuki Rusia. Namun, tegasnya, pihaknya tak akan menyerang ke dalam wilayah Rusia. “Kami tidak menyerang wilayah Rusia. Kami membebaskan tanah kami. Kami tidak tertarik menyerang Rusia. Kami tidak punya waktu untuk itu,” tambahnya.
Trump Hentikan Perang dalam 24 Jam
Sementara itu di sisi lain, mantan Presiden AS Trump sesumbar akan menghentikan perang Rusia dan Ukraina dalam 24 jam. Ini jika ia terpilih sebagai Presiden AS di 2024.
Dilaporkan TASS dan CNN International akhir pekan, ia menyampaikan hal ini dalam CNN Town Hall yang dimoderatori oleh jurnalis CNN Kaitlan Collins. Program itu digelar menjelang pemilu pendahuluan Partai Republik untuk New Hamphsire. “Jika saya presiden, saya akan menyelesaikan perang itu dalam satu hari, 24 jam,” ucap Trump.
Ia pun membeberkan cara yang akan ia pakai. Trump menjawab dia akan bertemu dengan Putin lalu bertemu Zelensky. “Pertama, saya akan bertemu dengan Putin, saya akan bertemu dengan Zelensky,” ujarnya.
“Keduanya sama-sama memiliki kelemahan dan sama-sama memiliki kekuatan. Dan dalam 24 jam, perang itu akan diselesaikan. Ini akan berakhir. Ini akan benar-benar berakhir,” sebutnya.
Trump mengaku ingin semua orang tak menderita akibat perang yang berkelanjutan di Ukraina. Ia mengatakan bank warga Rusia atau Ukraina sekarat karena perang.
“Saya akan menyelesaikannya — saya akan menyelesaikannya (perang Ukraina) dalam 24 jam. Saya akan menyelesaikannya. Anda membutuhkan wewenang kepresidenan untuk melakukan itu,” imbuh Trump.
Erdogan “Terancam” Rusia
Di sisi lain, pemilu presiden kini sedang terjadi di Turki. Namun Rusia kini dibawa dalam masalah internal negeri itu. Pemerintahan Rusia dituding ikut mengintervensi Pemilu Turki, di mana pihak Kremlin disebut mendukung Erdogan sebagai patahana Presiden Turki.
Tudingan itu sejatinya dikeluarkan oleh rival Erdogan sebagai calon presiden Turki, Kemal Kilicdaroglu. Kemal Kilicdaroglu menyebutkan bahwa Rusia menyebarkan hoaks menjelang pemilihan umum. Pemilu sendiri hari Minggu waktu setempat mulai digelar di Turki.
Isu itu juga muncul pasca kandidat calon presiden lain, Muharrem Ince, mundur usai menjadi sasaran kampanye kotor online. Beberapa jam setelah itu, Kilicdaroglu pun bersuara.
“Jika Anda menginginkan persahabatan kita tetap terjalin setelah 15 Mei, lepaskan tangan Anda dari Turki. Kami masih mendukung kerja sama dan persahabatan,” tulis Kilicdaroglu di Twitter menyebut Rusia berada di balik penyusunan, konspirasi, pemalsuan, dan rekaman menyoal insiden tersebut.
Hal ini ditanggapi langsung Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov. Ia menyebutnya berita bohong.b“Kami sangat menentang pernyataan semacam itu. Kami secara resmi menyatakan: tidak ada intervensi apa pun,” tegasnya dikutip TASS.
Peskov menyampaikan, jika ada seseorang memberi informasi seperti itu kepada Kilicdaroglu, maka informasi tersebut adalah palsu. Peskov lalu menegaskan Rusia tak mencampuri urusan dalam negeri dan proses pemilu negara lain.
Sebelumnya, Rusia sempat dituduh ikut campur saat AS menggelar pemilu pada 2016 lalu. Ketika itu, Moskow dituding menyebarkan kampanye gelap agar Donald Trump bisa menjadi orang nomor satu di Gedung Putih.
Selama ini, Rusia dan Turki memiliki hubungan yang akrab di bawah kepemimpinan Erdogan. Pemerintah Ankara bahkan mempertahankan kedekatan itu saat perang di Ukraina berkecamuk.
Kedekatan kedua negara ini tercermin saat Erdogan menjadi mediator untuk Moskow dan Kyiv. Turki bahkan pernah menjadi tuan rumah pertemuan Rusia dan Ukraina guna membahas negosiasi damai.(cnbc)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

18 thoughts on “FAKTA Ngeri Perang Rusia Ukraina: Putin Ancam Bombardir Inggris”