Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ekonomi Bisnis » Bahaya! Tembus 16.502 Per USD, Nilai Tukar Rupiah Lewati Ambang Batas

Bahaya! Tembus 16.502 Per USD, Nilai Tukar Rupiah Lewati Ambang Batas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Nilai tukar rupiah makin terpuruk serta melewati ambang batas. Pada perdagangan Jumat (21/06/24) pagi, kurs Rp 16.502 per USD.

Dikutip dari bi.go.id, pada perdagangan Jumat (21/06/24) pagi, kurs jual Rp 16.502 per dollar. Angka ini melemah sangat tajam dari perdagangan sehari sebelumnya, yakni Rp 16.420 per USD.

Menurut Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin menuturkan, peningkatan kurs dollar AS ke rupiah akan lebih mengkhawatirkan jika melewati Rp 16.500.

“Bahaya (kurs dollar AS ke rupiah) Rp 16.500 itu secara teknis dan ekonomis tidak apa-apa karena bisa menguat lagi. Namun secara psikologis berbahaya,” ujarnya.

Jika mencapai angka itu, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah akan lebih mudah naik melampaui Rp 16.500 dibandingkan sebelumnya.

Lantas, apa penyebab dollar AS terhadap rupiah terus meningkat?

Perdagangan, Inflasi, dan suku bunga

Eddy menjelaskan, perubahan kurs mata uang merupakan hal alami. Namun, ada beberapa faktor yang membuat nilai tukar rupiah tidak menguat signifikan terhadap dollar AS.

Seperti barang, permintaan mata uang yang tinggi akan membuat harganya naik. Sebaliknya, permintaan rendah menyebabkan harganya turun.

Dia mencontohkan, suatu negara yang lebih banyak eskpor barang ke luar negeri akan membuat pasar meminta lebih banyak mata uang negara tersebut, dan harga uangnya meningkat.

Menurutnya, kondisi tersebut saat ini sedang dialami Indonesia. Ia menuturkan, Indonesia banyak mendapatkan keuntungan perdagangan dari barang ekspor. Dengan begitu, nilai tukar rupiah rupiah terhadap dollar AS seharusnya menguat.

“Akan tetapi, ada faktor lain yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Misalnya perbedaan suku bunga antar kedua negara,” urainya.

Negara yang memiliki suku bunga lebih tinggi akan membuat mata uang menjadi merosot. Suku bunga adalah harga yang dibayarkan bank kepada nasabah yang menyimpan uang di bank tersebut.

“Indonesia saat ini memiliki suku bunga sekitar 6 persen, sedangkan AS 5,5 persen. Hal ini membuat kurs dollar AS menjadi lebih tinggi daripada rupiah.

Kondisi dalam dan luar negerI

Selain faktor teknis, seperti perdagangan, inflasi, dan suku bunga, Eddy mengungkapkan bahwa kondisi suatu negara juga berpengaruh pada nilai tukar mata uangnya. Kondisi ini meliputi pertumbuhan ekonomi, politik, atau kestabilitasan dalam negara tersebut.

Meski kondisi Indonesia saat ini cukup stabil, tetapi keamanan global juga berperan. Apalagi, perang Rusia-Ukraina dan Israel-Hamas saat ini masih terus berlangsung.

Menurut dia, kondisi global yang tidak stabil membuat pemilik modal akan memilih investasi ke mata uang yang lebih aman dan kuat, seperti dollar AS atau Euro. Investasi ke benda berharga yang berisiko rendah, seperti perhiasan atau emas, juga menjadi pilihan.

Bahaya kurs dollar mencapai Rp 16.500

Eddy mengungkapkan, nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp 16.500 akan menganggu anggaran negara. Pasalnya, ada penerimaan atau pengeluaran yang menggunakan uang dollar AS.

“Kalau mata uang lain menjadi mahal atau rupiah terdeviasi, kita harus bayar semakin mahal. Padahal, yang diasumsikan di APBN lebih sedikit. Anggarannya terpaksa direvisi karena lebih mahal,” jelasnya.

Selain itu, peningkatan nilai dollar AS membuat pembayaran utang negara yang menggunakan mata uang dollar menjadi lebih besar daripada jumlah utang aslinya. Di sisi lain, efek peningkatan kurs dollar AS juga akan berdampak pada kondisi masyarakat umum.

Misalnya, harga barang atau jasa impor akan menjadi lebih mahal saat masuk ke dalam negeri.

“Kalau harga bahan bakunya naik, otomatis harga (produknya) menjadi naik,” lanjut dia.

Eddy menyebutkan, kenaikan nilai tukar mata uang dapat menguat seiring waktu. Namun, penguatan itu belum tentu terjadi. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, seperti meningkatkan surplus dari ekspor, mengurangi impor, menurunkan inflasi, serta menurunkan suku bunga.

“Cara-cara ini butuh waktu tapi terjadinya (kurs rupiah stabil) lebih permanen,” imbuh Eddy.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur serta memperbaiki transportasi juga dapat mempermudah rantai pasokan barang dan jasa. Hal ini akan membuat harga barang dan jasa menjadi lebih murah sehingga mencegah inflasi. (*)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di  https://detak24.com

 

 

 

 

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjenguk Laila, Anak Betina Sahabatku Gajah Sarma dan Fuja di PKG Sebanga

    Menjenguk Laila, Anak Betina Sahabatku Gajah Sarma dan Fuja di PKG Sebanga

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    LAILA nama diberi. Lahir delapan bulan lalu, tepatnya pada Sabtu 6 April 2024. Berjenis kelamin betina anak pertama pasangan setia gajah Sarma dan Fuja PKG Sebanga, Kabupaten Bengkalis. Ini tulisanku ke-3, saya selalu merindukan gerombolan gajah. Seusai acara blusukan ke Pasar Sartika Kota Duri, penulis langsung meluncur menjenguk keluarga gajah Sarma dan Fuja di Pusat […]

  • Penyerahan paket sembako untuk warga sekitar Apical Dumai. f : ist

    APICAL Dumai Serahkan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Sekitar Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com — Apical Dumai secara rutin membantu masyarakat sekitar perusahaan, dengan menyerahkan ribuan paket sembako untuk warga yang membutuhkan. Sesuai rilis yang diterima, Jumat (26/04/24), melalui unit perusahaannya yakni PT SDS dsn PT SDO, Apical membagi bantuan sembako untuk kaum duafa dan anak yatim piatu di Lubukgaung, Kecamatan Sungai Sembilan. Sekaligus menyelenggarakan buka puasa […]

  • Kabar Gembira! Warga Pekanbaru Gratis Bikin Sertifikat Tanah

    Kabar Gembira! Warga Pekanbaru Gratis Bikin Sertifikat Tanah

    • calendar_month Kamis, 27 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Pasca disahkan revisi Perda tentang revisi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), warga Pekanbaru berpeluang membuat sertifikat tanah secara gratis. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggratiskan bagi perorangan yang hendak meningkatkan hak pertama kali dari Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) atau Surat Keterangan Tanah (SKT). Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin […]

  • BERAKSI di Lima TKP, Maling Jarah Barang SMPN 2 Rangsang Barat, Begini Kejadiannya

    BERAKSI di Lima TKP, Maling Jarah Barang SMPN 2 Rangsang Barat, Begini Kejadiannya

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    MERANTI, detak24com – Polsek Rangsang Barat menciduk spesial pencuri yang beraksi di lima TKP berbeda. Terakhir, tersangka berinisial MF tersebut menjarah aset SMPN 2 Rangsang Barat. Tersangka diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/03/VI/2023/SPKT/Polsek Rangsang Barat/Polres Kep. Meranti/Polda Riau tanggal 9 Juni 2023 dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/04/VI/2023/SPKT/Polsek Rangsang Barat/Polres Kep. Meranti/Polda Riau tanggal 9 Juni […]

  • KPU Ubah PKPU Pilpres Syarat Capres Cawapres, Imbas Putusan MK

    KPU Ubah PKPU Pilpres Syarat Capres Cawapres, Imbas Putusan MK

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, detak24com – KPU resmi mengubah PKPU Pilpres (Pemilu Capres Cawapres). Revisi PKPU itu diteken oleh Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari pada 3 November 2023 lalu. Revisi PKPU Pilpres dilakukan mengikuti putusan MK perkara nomor 90/PUU-XXI/2023. Dalam putusan itu, MK menambah ketentuan batas usia minimal capres-cawapres menjadi 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai kepala daerah. […]

  • Gegara Tak Dapat Bansos, Emak-emak Warga Pangean Pagar Jalan Umum dengan Kawat Berduri 

    Gegara Tak Dapat Bansos, Emak-emak Warga Pangean Pagar Jalan Umum dengan Kawat Berduri 

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Seorang emak-emak nekat memagar jalan umum dengan kawat berduri. Hal tersebut dikarenakan tak dapat bansos. Warga Kuansing Riau memagar jalan dengan alasan tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos). Aksi memagar jalan tersebut direkam dan viral di media sosial. Baca juga : Gegara Kritik Menu MBG, Murid PAUD Dikeluarkan dari Sekolah  Hasil penelusuran wartawan, […]

expand_less