DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Drainase Buruk, Pemotor Hanyut dan Tewas di Jalan Garuda Raya Pekanbaru

Petugas mengevakuasi jenazah pemotor hanyut akibat drainase buruk di Pekanbaru. f : Instagram

PEKANBARU, detak24com – Seorang pemotor dilaporkan hanyut dan tewas terseret banjir saat melintas di Jalan Garuda Raya Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Informasi diperoleh, Senin (13/04/26), korban hanyut saat melintasi di Jalan Garuda Raya, pada Sabtu (11/04/26) dini hari. Hari itu juga jasadnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pekanbaru Iwa Gemino, mengatakan bahwa korban ditemukan sekitar 8 km dari titik hilang. Jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Korban diketahui bernama Aryadi Garsidi (35), merupakan warga Palembang. Ia baru saja mulai bekerja di PT Falpindo pada Januari 2026. Korban ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, dan kepolisian,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa keterangan dari pihak RS Bhayangkara mengungkapkan bahwa teman-teman kerja korban dan pihak perusahaan sudah hadir di rumah sakit.

Selama di Pekanbaru, korban bertempat tinggal di Kos Jalan Merak Perumahan Sidomulyo.

Diberitakan, korban hanyut dan tenggelam setelah terseret arus genangan air saat mengendarai motor di Jalan Garuda Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Sabtu (11/04/26) dini hari.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, peristiwa bermula saat korban melintas di Jalan Garuda Raya ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Tingginya genangan air serta arus kuat di jalan membuat korban tidak dapat melihat batas jalan, hingga akhirnya terseret masuk ke dalam parit di tepi jalan dan hanyut.

DPRD Desak Benahi Drainase 

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Andry Saputra, menyoroti insiden warga yang ditemukan meninggal dunia usai terseret arus banjir saat hujan lebat di Jalan Garuda Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai.

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat serius terkait persoalan banjir yang hingga kini belum terselesaikan di Kota Pekanbaru.

Ia menilai, banjir bukan lagi persoalan musiman, melainkan masalah krusial yang harus segera ditangani secara menyeluruh oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Menurutnya, sistem drainase yang belum optimal menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan air di sejumlah titik, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Permasalahan banjir di Pekanbaru ini masih menjadi persoalan serius. Kita berharap ke depan pemerintah kota bisa mulai melakukan penataan secara bertahap,” ujar Andry, Senin (13/04/26).

Ia mengungkapkan, pada tahun anggaran 2026, fokus belanja APBD Kota Pekanbaru diarahkan pada sektor pembangunan, khususnya perbaikan infrastruktur jalan dan sistem drainase. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi titik-titik rawan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Lebih lanjut, Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa pembangunan drainase tidak hanya perlu difokuskan pada jalan-jalan protokol, tetapi juga harus menjangkau kawasan permukiman warga.

Ia juga menambahkan, berdasarkan hasil reses yang dilakukannya, persoalan drainase memang menjadi salah satu aspirasi utama yang banyak di keluhkan masyarakat.

“Harapan kita, ke depan drainase ini bisa dibenahi secara menyeluruh, baik di jalan utama maupun di lingkungan masyarakat. Karena dari hasil reses kemarin, drainase ini menjadi keluhan sangat besar di masyarakat,” imbuhnya, dikutip dari cakaplah. (*)

Editor : Kar