Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Sumatera » Empat Perusahaan Biang Kerok Banjir dan Longsor Sumatra, Ini Daftarnya!

Empat Perusahaan Biang Kerok Banjir dan Longsor Sumatra, Ini Daftarnya!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menyegel empat perusahaan penyebab bencana banjir di Sumatera. Keempatnya beroperasi di DAS Batang Toru.

Empat perusahaan penyebab banjir dan longsor Sumatra itu antara lain, PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru yang dioperasikan oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), PT Agincourt Resource, dan PT Sago Nauli.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH), Diaz Hendropriyono mengatakan, keempat perusahaan tersebut sudah dipasang segel Papan Pengawasan dan PPLH Line. Proses penyegelan dilakukan secara bertahap sejak Jumat (5/12/2025) dan terakhir dilakukan pada Minggu (7/12/2025).

Hari Jumat 5 Desember, PTPN 3, PLTA Batang Toro yang dioperasionalkan oleh PT NSHE, dan ada PT Agincourt juga (disegel). Hari Minggu 7 Desember, PT Sago Nauli (disegel),” kata Diaz kepada wartawan, Selasa (9/12/2025) dilansir dari detikNews.

Secara keseluruhan, Kementerian LH melakukan pemanggilan terhadap 8 perusahaan. Dari jumlah tersebut, empat perusahaan telah diperiksa kemarin dan disegel, sedangkan sisanya menyusul.

Berikut profil empat perusahaan penyebab banjir dan longsor Sumatra 

1. PT Perkebunan Nusantara III (Persero)

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Perkebunan yang bergerak di bidang pengelolaan, pengolahan dan pemasaran hasil komoditas perkebunan.

Mengutip dari laman resmi perusahaan, PTPN III memiliki luas area lahan 1.181.751,03 Hektare (Ha). Adapun total area yang ditanami milik PTPN sebesar 817.536 Ha, terdiri dari komoditi kelapa sawit, karet, teh, tebu, kopi, kakao, tembakau, kayu dan hortikultura.

Kelapa sawit merupakan komoditas utama dengan luasan 733.378 ha yang terdiri atas 560.078 ha kebun sendiri dan 202.210 ha plasma. Perkebunannya tersebar di seluruh Indonesia melalui anak usaha Perkebunan Nusantara Grup.

PTPN III terbentuk sebagai holding berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 Tahun 2014 tentang penambahan penyertaan modal negara ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.

Aturan ini berisi langkah restrukturisasi holding BUMN perkebunan, mengalihkan saham mayoritas pemerintah di PTPN I, II, IV-XIV menjadi 10% kepemilikan, dan menjadikan PTPN III sebagai induk holding dengan penyertaan modal negara yang jauh lebih besar.

2. PLTA Batang Toru

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru merupakan sebuah proyek Independent Power Producer (IPP) dengan kapasitas 510 megawatt (MW) di Sungai Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Berdasarkan berbagai sumber, PLTA Batang Toru dioperasikan oleh Perusahaan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE). Proyek ini merupakan PLTA run-of-river terbesar di Sumatera, direncanakan selesai 2025 dan beroperasi 2026.

Dampak pembangunan PLTA Batang Toru diperkirakan akan menyedot ribuan tenaga kerja. Selain itu, pembangkit listrik berkapasitas 510 MW ini, akan berkontribusi sekitar 15% pada beban puncak Sumatera Utara dan menjadi pengganti sumber listrik yang berasal dari diesel maupun gas.

Kepemilikan saham perusahaan patungan NSHE, antara lain PT Dharma Hydro Nusantara (DHN) sebesar 52,82%, PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) 25%, dan Fareast Green Energy Pts Ltd (Singapura) sebesar 22,18%. Struktur ini melibatkan pemain lokal dan internasional, dengan keterlibatan Bank of China sebagai investor.

3. PT Agincourt Resource

PT Agincourt Resources (PTAR) adalah perusahaan tambang yang bergerak dalam kegiatan eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral menjadi emas dan perak batangan. Perusahaan mengoperasikan Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

PTAR saat ini dimiliki oleh PT Danusa Tambang Nusantara (95%) dan sisanya pemerintah daerah. Adapun PT Danusa Tambang Nusantara sendiri adalah anak usaha PT Pamapersada Nusantara dan PT United Tractors Tbk, member of Astra.

Mengutip laman resmi perusahaan, Tambang Emas Martabe, beroperasi di lahan seluas 646,08 hektar per Desember 2024. Sejak produksi dimulai pada 24 Juli 2012, tambang ini telah memproses lebih dari 6 juta ton bijih setiap tahunnya, menghasilkan lebih dari 200.000 ons emas dan 1-2 juta ons perak setiap tahunnya.

Tambang Emas Martabe beroperasi berdasarkan Kontrak Karya (KK) berdurasi 30 tahun dengan Pemerintah Indonesia. Luas wilayah konsesi awalnya 6.560 km² pada tahun 1997, dan telah diperluas menjadi 130.252 hektar (1.303 km²), meliputi Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal.

Pada Juni 2025, sumber daya mineral tambang tersebut diperkirakan sebesar 6,4 juta ons emas dan 58 juta ons perak, sementara cadangan bijih dihitung sebesar 3,56 juta ons emas dan 31 juta ons perak.

Kegiatan eksplorasi untuk mengidentifikasi sumber daya dan cadangan tambahan terus dilakukan setiap tahun, tidak hanya di area Martabe, tetapi juga dilakukan pada area regional. Sepanjang tahun 2023, Perusahaan melakukan pengeboran 53.900 meter dengan biaya US$ 272 per meter.

4. PT Sago Nauli

PT Sago Nauli adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit perintis di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang beroperasi sejak 1997. Perusahaan dikenal dengan model kemitraan Pola Perkebunan inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans).

Mengutip laman resmi perusahaan, PT Sago Nauli memiliki kurang lebih sekitar 830 orang karyawan. Perusahaan mengelola 2.392 Ha kebun inti dan 6.114 Ha plasma melalui kemitraan dengan 7 KUD.

Perusahaan juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit yang berlokasi di Desa Sinunukan II, Kec Sinunukan, Kab Mandailing Natal yang hingga saat ini mengolah Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit dengan kapasitas 60 ton TBS/jam.

Tidak begitu banyak informasi yang beredar tentang struktur manajemen perusahaan. Dalam unggahan akun Instagram resminya @sagonauli.official pada Desember 2024 silam, tercantum bahwa PT Sago Nauli dimiliki oleh Igansius Sago, sedangkan posisi Direktur Utama diisi oleh H Nur Kholis. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Pekerja Tewas dan 7 Dirawat, Keracunan Gas di Sumur Bor PLTP Dieng

    Satu Pekerja Tewas dan 7 Dirawat, Keracunan Gas di Sumur Bor PLTP Dieng

    • calendar_month Minggu, 13 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    Banjarnegara, detak24.com – Satu orang pekerja di sumur bor Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tewas pada Sabtu (12/03/22). Sejumlah orang lainnya dilarikan ke rumah sakit. Kepala Kepolisian Resor Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Hendri Yulianto dalam keterangan tertulisnya menginformasikan, ada tujuh pekerja yang harus mendapat perawatan di rumah sakit. […]

  • Polisi Tembak Mati Perampok Gerai BRIlink Lampung

    Polisi Tembak Mati Perampok Gerai BRIlink Lampung

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    LAMPUNG, detak24.com – Polisi akhirnya menembak mati AD (37), perampok bengis yang merampok gerai BRILink dan membunuh karyawannya di Lampung Timur. Sebelumnya, tersangka digerebek di tempat persembunyiannya kawasan Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel. Namun, AD melawan dan beberapa kali melepaskan tembakan sembarangan. Sehingga, polisi langsung melepaskan tembakan maut. Penggerebekan persembunyian tersangka berawal dari perburuan AD […]

  • Terkait SPPD Fiktif, Polisi Periksa Muflihun Mantan Pj Wako Pekanbaru

    Terkait SPPD Fiktif, Polisi Periksa Muflihun Mantan Pj Wako Pekanbaru

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Mantan Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun terkonfirmasi diperiksa Polda Riau, dalam kasus korupsi SPPD fiktif tahun anggaran 2020-2021, Kamis (27/06/24) pagi. Muflihun dipanggil Polda Riau lantaran kala itu ia menjabat sebagai Sekretaris DPRD Riau. Sementara dari informasi yang dirangkum, kasus ini sebelumnya telah menyeret Tengku Fauzan Tambusai sebelumnya menjabat menjabat sebagai Plt Sekwan […]

  • WARGA Tanahputih Korban Hipnotis, Simak Cara Pelaku Beraksi!

    WARGA Tanahputih Korban Hipnotis, Simak Cara Pelaku Beraksi!

    • calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TANAHPUTIH, detak24com – Ahmad Safii, warga Kepenghuluan Melayu Besar Kota, Kecamatan Tanahputih Tanjung Melawan jadi korban hipnotis. Untung pelakunya cepat ditangkap. Informasi dirangkum, Sabtu (02/12/23) pelaku hipnotis tersebut seorang pria inisial LG (33), warga Jalan Dusun Antara, Kepenghuluan Bangko Lestari, Bangko Pusako. Ia ditangkap pada sebuah pondok di Bencah Seribu Jalan Lintas Bagansiapiapi – Ujungtanjung […]

  • Tidur di Pondok Ladang, Emak-emak Warga Tasik Serai Tewas Diinjak Gajah

    Tidur di Pondok Ladang, Emak-emak Warga Tasik Serai Tewas Diinjak Gajah

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DURI, detak24com – Seorang emak-emak bernama Natalia Manalu (38), warga Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis tewas diinjak gajah liar di ladangnya, Rabu (06/08/25). Sementara itu, sang suami berhasil menyelamatkan diri dari amukan kawanan hewan bertubuh besar tersebut, dengan terjun masuk parit. “Saat kejadian, korban bersama suaminya sedang tidur dalam pondok yang ada di […]

  • Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Bank Riau-Kepri Rp35,2 M Ditangkap

    Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Bank Riau-Kepri Rp35,2 M Ditangkap

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Akhirnya tertangkap juga terpidana korupsi kredit fiktif Bank Riau Kepri Rp 35,2 miliar, Arya Wijaya. Direktur Utama PT Saras Perkasa itu ditangkap di Banten setelah jadi buron sejak 2016 lalu. Dilansir dari detiksumut, Sabtu (23/04/22), Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Akmal Abbas mengatakan, Arya ditangkap di rumah pribadinya di Jalan Palem Puri, […]

expand_less