Banjir Kuansing Mulai Surut, BPBD Ingatkan Cuaca Ekstrem
Banjir di Kuansing mulai surut. f : ist
KUANSING, detak24com – Setelah sempat terendam akibat luapan Sungai Kuantan, genangan air yang mengepung empat kecamatan di Kabupaten Kuansing, yakni Pangean, Inuman, Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang kini mulai surut signifikan.
Aktivitas perekonomian dan sosial masyarakat yang sempat lumpuh selama beberapa hari terakhir pun perlahan kembali berdenyut.
Warga mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa masuk ke dalam hunian mereka.
Kalaksa BPBD Kuansing Yulizar, membenarkan adanya penurunan debit air yang cukup drastis sejak Sabtu kemarin, dan menegaskan status waspada belum sepenuhnya dicabut.
“Alhamdulillah, sejak kemarin genangan air mulai surut dan masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali,” ujar Yulizar, Minggu (17/5/2026).
Banjir yang merendam wilayah hilir Kuansing kali ini menjadi bukti nyata bagaimana anomali cuaca di wilayah hulu dapat berdampak langsung pada daerah hilir.
Yulizar menjelaskan, banjir ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.
Aliran air dari tiga anak sungai besar di Sumbar bermuara langsung ke Sungai Kuantan, yang akhirnya memicu luapan air hingga merendam pemukiman di Riau.
“Berdasarkan laporan BPBD Sijunjung pada Jumat (15/5/2026) kemarin, hujan deras mengguyur tiga sungai besar yang bermuara ke Muaro Sijunjung, yakni Sungai Sukom dari Solok Selatan dan Sungai Batang Ombilin dari Tanah Datar.
Kemudian, Batang Palangki dari Kabupaten Solok. Hal itu berdampak ke Kuansing yang merupakan bagian hilir,” papar Yulizar secara rinci.
Berdasarkan data rekapitulasi akhir dari BPBD Kuansing, bencana hidrometeorologi yang berlangsung sejak 14 hingga 15 Mei 2026 kemarin setidaknya telah berdampak pada 15 desa di empat kecamatan.
Tercatat sedikitnya 526 unit rumah warga sempat tergenang air dengan ketinggian rata-rata mencapai 30 sentimeter.
Meskipun kondisi di lapangan terus membaik, BPBD Kuansing memilih untuk tidak gegabah.
Mengingat cuaca ekstrem yang masih sulit diprediksi, posko kebencanaan dan personel lapangan tetap disiagakan penuh, khususnya di sepanjang bantaran Sungai Kuantan.
Yulizar mengimbau warga untuk tidak larut dalam euforia surutnya air dan tetap memperhatikan dinamika ketinggian air sungai secara berkala.
“Kami masih waspada dengan banjir susulan dan menyiagakan personel ke daerah rawan,” tutupnya dikutip dari tribunpekanbaru. (*)
Editor : kar
