Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Lampu Jalan Acap Mati di Pekanbaru, Dua Orang Ini Biangnya!

Lampu Jalan Acap Mati di Pekanbaru, Dua Orang Ini Biangnya!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Aparat dari Polsek Payung Sekaki, Pekanbaru menangkap dua pelaku pencurian kabel penerangan jalan umum (PJU) di flyover Simpang SKA.

Pencurian kabel PJU ini sempat viral di media sosial. Tindakan pelaku pencurian mengakibatkan kawasan flyover di Simpang SKA gelap dan rawan kecelakaan lalu lintas.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra mengatakan, pencurian kabel dilakukan oleh tiga orang pelaku.

“Dua pelaku ditangkap berinisial YD alias Dedek (38) dan DSH alias Dedek (33). Satu orang lagi berinisial BO, masih DPO (daftar pencarian orang),” ujarnya, Kamis (08/05/25).

Kasat menjelaskan, para pelaku sehari-hari beraktivitas sebagai manusia silver. Pencurian bermula dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi sekitar sebulan lalu, di mana sebuah mobil menabrak tiang listrik di lokasi kejadian pada Jumat (2/5/2025).

“Karena tiang listrik tersebut belum diambil oleh dinas terkait, para pelaku melihat peluang untuk mencurinya,” kata Kasat didampingi Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki, Ipda Irfan.

Dalam aksinya, para pelaku membongkar lantai beton menggunakan gergaji, obeng, dan paku demi mengakses kabel yang tertanam. Setelah kabel berhasil diambil, mereka menjualnya.

Uang hasil penjualan kabel itu lalu dibelikan narkoba. “Tes urine yang dilakukan terhadap kedua tersangka menunjukkan hasil positif penggunaan narkotika,” ungkapnya.

Sementara ini, pengakuan dari para tersangka, mereka baru satu kali melakukan aksi pencurian. Kabel dijual dengan harga Rp180 ribu.

Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini, termasuk dugaan pelanggaran Pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penadahan.

“Kami masih menunggu hasil gelar perkara untuk menentukan status hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Di tempat sama, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menegaskan kepolisian berkomitmen untuk memberantas segala bentuk tindakan yang meresahkan masyarakat.

“Tindakan para pelaku bukan sekadar pencurian, tetapi juga mengandung unsur premanisme,” ucap Kapolsek.

Disebutkan, keberadaan manusia silver di sejumlah titik lampu merah di Kota Pekanbaru bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dalam beberapa kasus, aktivitas mereka juga disertai pelanggaran hukum, termasuk pencurian dan penyalahgunaan narkoba. Tindakan ini termasuk dalam penyakit masyarakat.

“Pemberantasan premanisme dan penyakit masyarakat merupakan bagian dari operasi yang sedang digalakkan oleh Polda Riau selama bulan ini. Operasi tersebut bertujuan menciptakan kondisi kota yang aman, nyaman, dan tertib,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi pencurian kabel PJU di flyover SKA sudah dua kali terjadi pada pekan lalu. Pencurian itu membuat jalur strategis tersebut gelap gulita pada malam hari, memicu kekhawatiran masyarakat dan pengguna jalan.

Sementara, Kepala Bidang Keselamatan Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Bagus Saputra mengatakan, flyover SKA merupakan salah satu titik rawan kecelakaan.

“Flyover SKA ini sudah beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan, bahkan ada pengguna jalan yang terlempar hingga jatuh ke bawah jembatan. Maka, keberadaan lampu penerangan menjadi kebutuhan utama,” jelasnya.

Ia merincikan Dishub telah melakukan perbaikan setelah pencurian kabel pertama pada Kamis (1/5/2025), dan sempat mengembalikan kondisi penerangan. Namun, pada Sabtu (3/5/2025), kabel kembali dicuri.

Meski begitu, Dishub kembali turun tangan memperbaiki, dan saat ini penerangan jalan di lokasi tersebut sudah kembali menyala. Bagus mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum dan segera melapor jika melihat aktivitas yang mencurigakan.

“Kalau ada yang mencurigakan, seperti orang yang terlihat merusak atau membawa kabel di sekitar lampu jalan, segera lapor ke Call Center PJU di +62 811 769466 atau melalui akun TikTok @lapor.lampu.jalan,” imbaunya dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar

 

Teks foto : Polisi ekspos perkara pencurian kabel lampu jalan di Pekanbaru.  f : ist

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Gubri Tiadakan Open House Lebaran, Warga Tetap Boleh Bersilaturahmi 

    Plt Gubri Tiadakan Open House Lebaran, Warga Tetap Boleh Bersilaturahmi 

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 400.6/3245/SJ Tanggal 17 Maret, maka dengan begitu Plt Gubernur Riau tahun ini tidak menggelar kegiatan open house lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah. Kepala Diskominfo Riau Supriyadi mengatakan, meskipun Plt Gubri tidak menggelar kegiatan open house, namun untuk menghargai dan menghormati tradisi dan budaya masyarakat […]

  • INFO BMKG : Wilayah Pesisir Riau Berpotensi Diguyur Hujan Petang Hari

    INFO BMKG : Wilayah Pesisir Riau Berpotensi Diguyur Hujan Petang Hari

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Sejumlah wilayah di pesisir Riau berpotensi diguyur hujan intensitas ringan hingga lebat, Selasa (29/11/22) petang. Menurut Forecaster on Duty BMKG stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna mengatakan hujan sudah mengguyur Riau sejak pagi hari dan akan kembali mengguyur Riau pada sore hingga dini hari. “Kondisi hujan bersifat tidak merata hanya terjadi di sebagian wilayah […]

  • Pembunuhan 6 Laskar FPI Trending, Netizen Dorong ke Mahkamah Internasional

    Pembunuhan 6 Laskar FPI Trending, Netizen Dorong ke Mahkamah Internasional

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    Jakarta, detak24.com — Unlawful killing atau pembunuhan di luar proses hukum terhadap enam Laskar FPI oleh anggota Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali trending. Tag #KM50RoadToDenHaag puncaki trending twitter, Senin (18/04/22). Netizen mendorong kasus ini dilimpahkan ke Mahkamah Kejahatan Internasional. Beberapa pekan lalu, dua terdakwa kasus pembunuhan di luar proses hukum terhadap enam Laskar FPI divonis […]

  • Usut Korupsi di Rohil, InPeST Geruduk Kejagung dan KPK

    Usut Korupsi di Rohil, InPeST Geruduk Kejagung dan KPK

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Puluhan massa dari lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi (InPeST) geruduk Kejagung dan KPK, Kamis (01/08/24). Kedatangan demonstran tersebut mendesak Kejagung dan KPK untuk mengusut dugaan korupsi di tubuh Pemkab Rohil. Khususnya, dana Particing Interest (PI) PT PHR yang dialokasikan ke BUMD,  serta DBH sawit. Aksi demo damai di depan gedung KPK dan […]

  • GEMPA CIANJUR Tercatat 268 Meninggal, Ribuan Orang Kritis – 58.362 Warga Mengungsi

    GEMPA CIANJUR Tercatat 268 Meninggal, Ribuan Orang Kritis – 58.362 Warga Mengungsi

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    CIANJUR, detak24.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur terus bertambah. Sampai Selasa (22/11) petang, korban meninggal tercatat 268 jiwa. “Korban jiwa meninggal dunia sekarang ada 268 jiwa. Dari 268 itu yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah,” kata Kepala BNPB, Suhariyanto, dalam jumpa pers di Cianjur, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat ini, menurutnya, pihaknya […]

  • Viral Video Anak-anak Dipaksa Jadi Badut dan Mengemis di Pekanbaru 

    Viral Video Anak-anak Dipaksa Jadi Badut dan Mengemis di Pekanbaru 

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Jagat maya dihebohkan dengan video viral berdurasi 48 detik yang memperlihatkan dua anak kecil diturunkan dari motor Yamaha NMax oleh seorang perempuan di kawasan Jalan Sumatera, Pekanbaru. Anak-anak tersebut tampak mengenakan kostum badut berwarna pink dan diduga sengaja disuruh menjadi mengemis. Video viral tersebut dengan cepat menjadi viral dan memicu keprihatinan publik, […]

expand_less