Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Bikin Paspor Identitas Palsu, PN Pekanbaru Vonis WNA Singapura 6 Bulan Penjara 

Bikin Paspor Identitas Palsu, PN Pekanbaru Vonis WNA Singapura 6 Bulan Penjara 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – WNA Singapura Chan Chee Keen Kenneth alias Ken Chaniago divonis 6 bulan penjara karena memalsukan identitas untuk membuat paspor Indonesia.

Majelis hakim PN Pekanbaru menyatakan Ken Chaniago bersalah melanggar Pasal 126 huruf C Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Chan Chee Keen Kenneth alias Ken Chaniago, dengan penjara selama 6 bulan,” ujar majelis hakim yang diketuai Delta Tamtama dalam amar putusan yang dibacakan, Selasa (11/02/25

Selain penjara, Ken Chaniago juga dihukum membayar denda Rp 50 juta. Dengan ketentuan, jika denda tak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Vonis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Jefri Pohan yang menghukum Ken Chaniago selama 9 bulan penjara.

Terpisah, terdakwa melalui penasehat hukumnya Tommy Karya menyatakan menerima atas putusan hakim itu. Menurutnya, vonis tersebut sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku.

“Proses selanjutnya, tentu klien kami akan menjalani sisa masa penahanan. Setelah itu, baru akan disiapkan rencana untuk pendeportasian klien kami itu ke Singapura melalui koordinasi dengan pihak Imigrasi,” kata Tommy.

Peristiwa pemalsuan identitas yang dilakukan terdakwa itu terjadi Selasa (10/09/24) sekitar pukul 14.30 WIB di loket 7 Kantor Imigrasi Kota Pekanbaru. Saat itu, terdakwa ingin membuat paspor.

Pada saat dilakukan wawancara, ternyata terdakwa tidak fasih berbahasa Indonesia. Petugas Imigrasi yang bertugas saat itu langsung curiga.

Kemudian, terdakwa diperiksa intensif oleh petugas imigrasi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui, ternyata terdakwa merupakan warga negara Singapura.

Sementara, dalam dokumen yang diberikan terdakwa kepada petugas imigrasi tercatat dengan nama Ken Chaniago. Padahal, berdasarkan hasil inevestigasi ke Konsulat Jenderal Singapura, diketahui terdakwa bernama Chan Chee Keen Kenneth, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Koto Taluk Kuansing Simpan Sabu dalam Tupperware, Terancam Hukuman Mati 

    Warga Koto Taluk Kuansing Simpan Sabu dalam Tupperware, Terancam Hukuman Mati 

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Tak sadar usia, pria inisial ESL (41) warga Koto Taluk Kuansing nekat dagang sabu. Polisi menemukan barang bukti narkoba dalam kotak Tupperware saat dilakukan penggeledahan. Polisi terus memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kuansing. Kali ini, polisi berhasil menangkap seorang warga Koto Taluk, Kuantan Tengah. Ia duga terlibat mengedarkan sabu […]

  • NGERI! Pesawat Ruang Angkasa Rusia Luna-25 Tabrak Bulan

    NGERI! Pesawat Ruang Angkasa Rusia Luna-25 Tabrak Bulan

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    RUSIA, detak24com – Pesawat antariksa milik Rusia, Luna-25 dilaporkan jatuh ke bulan. Kejadian tersebut disebut sebagai kegagalan misi penjelajahan ruang angkasa pertama Rusia sejak 47 tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Telegram pada dikutip Senin (21/08/23), Badan Antariksa Rusia Roscosmos mengatakan telah kehilangan kontak dengan Luna-25 tak lama setelah kesalahan teknis terjadi menjelang pendaratan pada […]

  • HUBUNGAN Spesial Teddy Minahasa dengan Mami Linda Terungkap di Sidang

    HUBUNGAN Spesial Teddy Minahasa dengan Mami Linda Terungkap di Sidang

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    JAKARTA, detak24.com –  Mami Linda alias Linda Pujiastuti mengaku memiliki hubungan spesial dengan mantan Kapolda Sumatera Barat Teddy Minahasa, terdakwa pengambilan dan pengedaran barang bukti sabu. Pengakuan itu disampaikan wanita yang akrab disapa Mami Linda itu saat dirinya dihadirkan menjadi saksi untuk terdakwa Teddy Minahasa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (27/02/23). Selain Linda, dalam sidang kali ini, AKBP […]

  • Dua Emak-emak Nyaris ‘Dijual’ ke Malaysia, Polisi Amankan Penampungan TKI di Teluk Binjai Dumai 

    Dua Emak-emak Nyaris ‘Dijual’ ke Malaysia, Polisi Amankan Penampungan TKI di Teluk Binjai Dumai 

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Dua emak-emak korban TPPO berhasil diselamatkan saat berada pada penampungan TKI Teluk Binjai Dumai. Keduanya berinisial Li dan La dijanjikan jadi ART di Malaysia. Kepala BP3MI Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan, keberadaan kedua korban diketahui dari pengaduan melalui akun Instagram Wakil Menteri Dzulfikar. “Pengaduan ini kemudian […]

  • AKSI Kawanan Curanmor di Ujungbatu Terekam CCTV, Polisi Cokok Empat Tersangka

    AKSI Kawanan Curanmor di Ujungbatu Terekam CCTV, Polisi Cokok Empat Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    UJUNGBATU, detak24com – Empat pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dibekuk oleh tim Unit Reskrim Polsek Ujung Batu, Polres Rokan Hulu. Empat pelaku yang berhasil dibekuk diantaranya, pemuda inisial BA alias B (22). Pelaku sebagai penadah diantaranya, HR alias Toni (20), BR alias Beni (25) dan SU alias Darnan (22). Plh Kapolres Rohul AKBP Mihardi Mirwan […]

  • WASPADA! Buaya Sering Muncul di Inhil, Kurangi Aktifitas Tepi Sungai

    WASPADA! Buaya Sering Muncul di Inhil, Kurangi Aktifitas Tepi Sungai

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Polsek Gaung Inhil mengeluarkan imbauan wasada buaya, pasca serangan reptil ganas itu terhadap warga. Kapolsek Gaung Iptu Andrianto mengatakan imbauan tersebut bertujuan untuk menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif terkait ancaman dan serangan hewan ganas itu. “Seperti yang ketahui bahwa serangan buaya ini dapat mengancam masyarakat kapan saja, dengan ditandai seringnya muncul […]

expand_less