Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Duri » Gunawan SH: Bukan Sekadar Ijazah, Pendidikan Membentuk Manusia Cerdas, Berakhlak dan Bermanfaat

Gunawan SH: Bukan Sekadar Ijazah, Pendidikan Membentuk Manusia Cerdas, Berakhlak dan Bermanfaat

  • account_circle Yusrizal Sikumbang
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DURI, detak24.com – Pendidikan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar mengikuti proses belajar di sekolah, memperoleh nilai akademik maupun mendapatkan ijazah.

Sejatinya, pendidikan merupakan proses membentuk manusia seutuhnya agar memiliki kecerdasan, akhlak, tanggung jawab dan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Pandangan tersebut disampaikan Gunawan SH, alumni Lemhannas RI 2023 sekaligus Ketua PSMTI Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas manusia sekaligus menentukan masa depan sebuah bangsa.

“Pendidikan bukan sekadar masuk sekolah, bukan sekadar mendapat ijazah, dan bukan sekadar pintar berhitung atau membaca. Pendidikan adalah proses membangun manusia seutuhnya, yang tidak hanya cerdas di kepala, tetapi juga baik di hati, lurus dalam akhlak dan kuat dalam tanggung jawab,” ujar Gunawan, Kamis (10/09/26).

Ia menilai, ijazah pada dasarnya hanyalah bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu. Namun, nilai pendidikan yang sesungguhnya tercermin dari pengetahuan, karakter, sikap dan kemampuan seseorang dalam menjalani kehidupan.

“Ijazah adalah kertas. Kertas bisa hilang, terbakar atau rusak. Tetapi apa yang tertanam di dalam hati, pikiran dan karakter seseorang akan menjadi bekal sepanjang hidup. Itulah pendidikan yang sesungguhnya,” katanya.

Tiga Pilar Pendidikan

Gunawan menjelaskan, pendidikan yang ideal setidaknya memiliki tiga pilar penting, yakni pendidikan akal, pendidikan hati dan pendidikan keterampilan.

Pertama, pendidikan akal bertujuan membangun kecerdasan dan kemampuan berpikir. Dengan pendidikan akal, seseorang diharapkan mampu membedakan antara yang benar dan salah, yang baik dan buruk, serta mampu berpikir kritis, mandiri dan bijaksana.

“Orang yang berpendidikan akal tidak mudah diperbudak oleh kebodohan maupun oleh kebohongan,” tegasnya.

Kedua, pendidikan hati, yang menurutnya tidak kalah penting. Pendidikan harus mampu menumbuhkan kasih sayang, rasa hormat, tanggung jawab, kepedulian serta kesadaran untuk menjauhi perbuatan yang salah.

Sebab, menurut Gunawan, kecerdasan tanpa moral dan kebaikan dapat menjadi sesuatu yang berbahaya.

“Banyak orang pintar tetapi berbuat jahat. Artinya, pendidikannya belum sempurna. Kecerdasan tanpa kebaikan adalah pedang tajam di tangan orang yang buta arah,” ujarnya.

Ketiga, pendidikan keterampilan, yakni kemampuan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan orang yang mengetahui banyak hal, tetapi juga harus melahirkan manusia yang mampu bekerja, berkarya dan memberikan manfaat.

“Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan benih yang tidak ditanam. Pendidikan yang baik bukan hanya mengajarkan kita bagaimana hidup, tetapi juga mengajarkan kita bagaimana memberi alasan untuk hidup dengan menjadi manusia yang bermanfaat,” ungkapnya.

Pendidikan Fondasi Kemajuan Bangsa

Lebih jauh Gunawan mengatakan, pendidikan merupakan salah satu fondasi terpenting bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, ukuran kemajuan suatu bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, kekuatan ekonomi maupun teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya.

Bangsa yang memiliki masyarakat terdidik, berakhlak dan bertanggung jawab akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan serta tidak mudah dipecah belah.

“Pendidikan membebaskan manusia dari kemiskinan, bukan hanya karena pendidikan membuka kesempatan mendapatkan pekerjaan, tetapi juga karena orang yang terdidik memiliki kemampuan untuk mencari jalan keluar dari berbagai kesulitan,” jelasnya.

Selain itu, pendidikan juga berperan penting dalam memperkuat persatuan. Masyarakat yang memiliki wawasan dan pemahaman yang baik akan lebih mampu menghargai perbedaan, menghormati sesama serta mengutamakan kepentingan bersama.

Pendidikan juga menjadi instrumen penting dalam menjaga keadilan. Masyarakat yang terdidik akan lebih memahami hak dan kewajibannya serta tidak mudah dipengaruhi informasi yang menyesatkan.

“Rakyat yang terdidik tidak mudah dibohongi dan tidak mudah diam ketika melihat ketidakadilan,” katanya.

Pendidikan Tidak Berhenti di Sekolah

Gunawan menegaskan, pendidikan tidak seharusnya dipahami sebagai proses yang hanya berlangsung di ruang kelas. Pendidikan merupakan proses sepanjang hayat.

Menurutnya, seseorang tetap harus belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal dan memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Pendidikan tidak berhenti di sekolah. Pendidikan tidak berhenti setelah lulus. Pendidikan juga tidak berhenti pada usia 20, 30 atau 50 tahun,” tuturnya.

Ia menggambarkan kehidupan sebagai sekolah yang sesungguhnya, sementara pengalaman menjadi salah satu guru terbaik yang dapat membentuk kedewasaan seseorang.

“Selama kita masih bernapas, kita masih harus belajar. Selama masih hidup, kita masih harus memperbaiki diri. Selama masih berdiri, kita masih harus menambah ilmu,” tambahnya.

Karena itu, Gunawan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan ilmu bukan sekadar sesuatu yang dibanggakan atau dipamerkan, melainkan sesuatu yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tujuan akhir pendidikan bukanlah menjadikan seseorang sebagai manusia yang merasa paling tahu, melainkan manusia yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat dan bangsa.

“Karena pendidikan bukanlah tentang menjadi orang yang paling tahu, tetapi tentang menjadi orang yang paling bermanfaat,” pungkas Gunawan.(*)

  • Penulis: Yusrizal Sikumbang

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh! Presiden Jokowi Tak Salami Kapolri, Gegara Sambo dan Tragedi Kanjuruhan?

    Heboh! Presiden Jokowi Tak Salami Kapolri, Gegara Sambo dan Tragedi Kanjuruhan?

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    CUPLIKAN video momen Jokowi yang kedapatan tak bersalaman dengan Kapolri Sigit ini seketika menjadi viral dan menuai beragam spekulasi. Hngga turut dikaitkan dengan kasus Ferdy Sambo sampai tragedi Kanjuruhan. Namun isu ini sudah ditepis oleh Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono. Menurut Heru tidak ada penyebab khusus hingga Jokowi tidak bersalaman dengan Sigit. Menurut […]

  • GUNUNG MARAPI Erupsi 127 Kali, Warga Dilarang Mendaki

    GUNUNG MARAPI Erupsi 127 Kali, Warga Dilarang Mendaki

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PADANG, detak24.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat Gunung Marapi erupsi 127 kali. “Terhitung sejak Sabtu (7/1/2023) hingga Rabu (11/01/23) pukul 12.00 WIB, erupsi sebanyak 127 kali,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito dalam Teropong Bencana diikuti secara daring di Jakarta, dikutip Kamis (12/01/23). Kendati demikian, Bambang […]

  • HENDAK Mandi Warga Gaung Inhil Diterkam Buaya, Kaki Korban Patah

    HENDAK Mandi Warga Gaung Inhil Diterkam Buaya, Kaki Korban Patah

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Seorang warga Dusun Cahaya Desa Pintasan, Kecamatan Gaung, Inhil diterkam buaya hingga tulang kaki patah. Nasib naas ini dialami Feri Sidianto (42), saat mandi di tepi sungai, pada Ahad (26/05/24) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. “Korban mandi di pelataran kayu di pinggir Sungai Jerambang Baru. Dia turun ke sungai, kakinya langsung […]

  • PENANGKAPAN Narkoba di Bengkalis Terbaru 2023, Pengedar Sabu Terciduk di Simpang Padang Batsol

    PENANGKAPAN Narkoba di Bengkalis Terbaru 2023, Pengedar Sabu Terciduk di Simpang Padang Batsol

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    BATSOL, detak24com – Satres Narkoba Polres Bengkalis mengungkap peredaran sabu melibatkan dua tersangka di Jalan Datuk Laksamana, Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan (Batsol), Kabupaten Bengkalis. Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro melalui Kasatres Narkoba AKP Tony Armando dikutip, Kamis (12/10/23) mengatakan kedua tersangka Des (40) pengedar dan RS (25) sebagai kurir. Petugas juga menyita […]

  • LIMA Ditangkap, Polisi Amankan 4 Kg Sabu di Loket Travel Roro Bengkalis-Pakning

    LIMA Ditangkap, Polisi Amankan 4 Kg Sabu di Loket Travel Roro Bengkalis-Pakning

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Kepolisian Resort Bengkalis mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 4 kilogram. Pasangan suami-isteri dan tiga kurir dari kasus tersebut diringkus. Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro dalam press rilis, Selasa (01/08/23) mengatakan, sindikat dari pengungkapan kasus tersebut sudah dua kali melakukan pengiriman barang haram tersebut sebelum pihaknya dan tim gabungan mengendus […]

  • Disuruh Pindah, Puluhan Ribu Warga 6 Desa Kawasan TNTN Ungkap Fakta Mengejutkan!

    Disuruh Pindah, Puluhan Ribu Warga 6 Desa Kawasan TNTN Ungkap Fakta Mengejutkan!

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Puluhan ribu warga enam desa di kawasan TNTN dituduh sebagai perambah, serta diminta relokasi mandiri sebelum 22 Agustus 2025. Padahal, mereka sudah membangun rumah, membesarkan anak-anak, mendirikan sekolah, masjid, pura dan gereja. “Kami bukan musuh hutan, kami bagian dari alam yang kami jaga,” ujar Abdul Aziz, Juru Bicara Forum Masyarakat Korban Tata […]

expand_less