Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Kapal Ditabrak hingga Karam, Nelayan Kelapapati Bengkalis Hilang di Selat Melaka

Kapal Ditabrak hingga Karam, Nelayan Kelapapati Bengkalis Hilang di Selat Melaka

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELATPANJANG, detak24com -Pencarian nelayan asal Kelapapati Bengkalis yang hilang di Selat Melaka dekat Rangsang Pesisir, dihentikan. Diketahui, kapal mereka ditabrak sehingga karam.

Sesuai SOP Basarnas, pencarian terhadap korban berlangsung 7 hari. Namun, setelah sepekan pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang saat menjaring ikan di perairan Selat Malaka belum membuahkan hasil, pencarian resmi dihentikan.

Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie, menyampaikan bahwa pencarian intensif korban bernama Wandi alias Ridwan (46) itu telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk nelayan setempat, aparat keamanan, dan relawan. Namun, hingga hari ketujuh, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban yang ditemukan.

“Setelah menjalankan SOP dan melakukan pencarian selama 7 hari tanpa hasil, kami terpaksa menghentikan operasi pencarian. Keputusan ini diambil berdasarkan prosedur standar operasi dan evaluasi dari seluruh tim yang terlibat,” kata Prima, Sabtu (29/06/24).

Disebutkan, dalam operasi SAR, sesuai ketentuan dalam Pasal 34 ayat 1 UU No 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan bahwa jangka waktu operasi SAR paling lama 7 hari.

“Sesuai aturan perundang-undangan, operasi SAR ditutup di hari ketujuh, namun apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” katanya.

Penghentian pencarian, menurutnya, juga sudah dikoordinasikan dengan pihak keluarga korban dan perangkat desa. Meski keluarga berat menerima kenyataan itu, mereka tetap berharap korban ditemukan.

Pencarian yang dilakukan mencakup penyisiran perairan, penggunaan peralatan sonar, dan memaksimalkan area pencarian. Meskipun demikian, faktor cuaca yang tidak menentu dan arus laut yang kuat menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Keluarga korban menyatakan kekecewaan mereka atas penghentian pencarian, tetapi memahami bahwa tim SAR telah bekerja maksimal sesuai prosedur yang ada. Mereka berharap jika ada tanda-tanda keberadaan korban, masyarakat sekitar dapat segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Sementara itu, pihak perusahaan pelayaran kapal yang menabrak nelayan itu pun telah menemui pihak keluarga sembari memberikan santunan. 

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh tim SAR, nelayan, dan relawan yang telah bekerja keras dalam mencari anggota keluarga kami. Kami berharap jika ada petunjuk baru, pencarian dapat dilanjutkan,” ujar salah satu anggota keluarga korban.

Sebelumnya, untuk memaksimalkan pencarian, Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, Polairud, dan Danposal, dibantu nelayan setempat, menggunakan 8 unit kapal dengan pola pencarian sejajar. Jarak antar kapal diatur sekitar 1,5 Km menuju arah Malaka.

Upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan menunjukkan keseriusan dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas. Meski belum ada hasil yang memuaskan, tim tetap optimis dan terus bekerja keras dalam kondisi cuaca yang sering berubah-ubah.

Masyarakat dan keluarga korban terus berharap agar nelayan yang hilang dapat segera ditemukan. Dukungan dan doa dari seluruh pihak sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.

Diketahui, satu dari dua nelayan yang dilaporkan hilang saat menjaring ikan di perairan Selat Malaka pada Jumat, 21 Juni 2024, belum ditemukan. Korban tersebut bernama Wandi atau Ridwan (46), warga Kelapapati, Bengkalis masih dalam pencarian.

Sementara iparnya, Bacok (42), warga Tanah Merah dinyatakan selamat setelah ditemukan oleh kapal tugbot TB Terus Jaya 19 yang sedang menunda Tongkang Marcopolo 182 dari Singapura menuju Siak.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Kurnia Setyawan SIK melalui Kasat Polairud Iptu Imbang Perdana SH MH mengatakan bahwa kapal nelayan ditemukan dalam keadaan rusak tanpa awak, terapung di perairan Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir. Kapal tersebut sebelumnya digunakan oleh Ridwan dan Bacok untuk mencari ikan.

Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Informasi mengenai Bacok ditemukan setelah komunikasi melalui radio marine dengan kapal yang melintas.

Bacok ditemukan pada pukul 11:00 siang dan tertidur di rolling jangkar atas tongkang Marcopolo 182 oleh salah satu kru kapal tugboat, Munandar, yang melaporkan kejadian tersebut ke syahbandar.

Dikatakan Iptu Imbang, atas informasi tersebut Tim SAR Gabungan segera menuju ke arah kapal tugboat Terus Daya 19 yang berlayar dan tiba di perairan Bandul, Kecamatan Tasik Putripuyu. Selanjutnya tim menaiki kapal dan menemui Bacok.

Setelah dilakukan interogasi, Bacok menjelaskan jika dirinya dan Ridwan ditabrak tongkang yang ditunda oleh salah salah satu kapal tugboat saat berada di tengah laut untuk mencari ikan pada subuh hari sekira pukul 04.00 WIB.

Bacok menjelaskan bahwa dirinya dan Ridwan ditabrak tongkang yang ditunda oleh salah satu kapal tugboat saat berada di tengah laut pada subuh hari sekitar pukul 04.00 WIB. Ridwan tidak berhasil naik ke atas tongkang dan hilang terseret arus, sementara Bacok berhasil selamat. (*)

Reporter : Dwiki

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KORUPSI KADES TITI AKAR RUPAT, PH Yakin Terdakwa Tak Bersalah – Simak Alasannya!

    KORUPSI KADES TITI AKAR RUPAT, PH Yakin Terdakwa Tak Bersalah – Simak Alasannya!

    • calendar_month Sabtu, 26 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 47Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Tim Penasihat Hukum (PH) terdakwa Sukarto, mantan Kades Titi Akar Rupat yang terlibat korupsi Rp800 juta, yakin klien mereka tak bersalah. Terdakwa mantan Kades Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis, Sukarto, dituntut 4 tahun penjara. Lamanya tuntutan tersebut sesuai Pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999, jo Pasal […]

  • RBG Riau Dikukuhkan, Dorong Gibran Maju Jadi Cawapres

    RBG Riau Dikukuhkan, Dorong Gibran Maju Jadi Cawapres

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 4Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Relawan Beta Gibran (RBG) Riau resmi dilantik, Rabu (13/09/23). Kelompok yang sudah terbentuk di beberapa daerah di Indonesia ini mendorong Walikota Solo, Gibran Rakabuming menjadi calon wakil Presiden Indonesia 2024 – 2029. Deklarasi ini bertemakan “anak muda Riau dukung mas Gibran Wakil Presiden RI 2024 – 2029. Saatnya yang beneran muda yang […]

  • Polisi Bakar Dua Rakit PETI di Desa Pematang Jaya, Rengat Barat

    Polisi Bakar Dua Rakit PETI di Desa Pematang Jaya, Rengat Barat

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHU, detak24com – Polisi membakar dua unit rakit PETI di parit kebun KUD Pematang Jaya Sejahtera, Desa Pematang Jaya, Rengat Barat. Jajaran Polsek Rengat Barat, Polres Indragiri Hulu (Inhu), kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan, Jumat (05/09/25) pukul 15.00 WIB. Operasi penindakan digelar di aliran […]

  • Air zamzam

    Air Zamzam Jatah Jemaah Haji Dibagikan di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Makkah, detak24.com – Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) Jeddah mengumumkan bahwa jemaah haji diperbolehkan membawa lima liter air zamzam saat kembali ke negaranya. Namun, air zamzam tersebut dibagikan di Indonesia. Kasi Layanan Kedatangan dan Kepulangan Daker Bandara Edayanti Dasril memastikan jemaah haji Indonesia akan mendapat satu botol air Zamzam dengan kapasitas lima liter. Namun, air […]

  • Update Terkini Korban Banjir dan Longsor Aceh : 102 Orang Meninggal, Seratusan Lebih Hilang 

    Update Terkini Korban Banjir dan Longsor Aceh : 102 Orang Meninggal, Seratusan Lebih Hilang 

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    BANDA ACEH, detak24com – Korban meninggal dunia bencana banjir longsor di Provinsi Aceh hingga Ahad (30/11/25) pukul 20.23 WIB malam mencapai 102 orang, dan 116 lainnya masih dinyatakan hilang. Data tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh pada  Ahad (30/11/25) malam. Berdasarkan data tersebut jumlah korban meninggal tersebar di Kabupaten […]

  • Apes! Maling Tower Terlilit Kabel Saat Beraksi di Bukit Kayukapur, Nyaris Dihakimi Massa 

    Apes! Maling Tower Terlilit Kabel Saat Beraksi di Bukit Kayukapur, Nyaris Dihakimi Massa 

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Kawanan maling nyaris dihakimi massa saat terpergok menggasak tower telekomunikasi di Bukit Kayukapur, Dumai. Tersangka tak bisa kabur karena terlilit kabel saat beraksi. Jajaran Polsek Bukit Kapur membongkar kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar aset infrastruktur telekomunikasi. Tiga orang tersangka, termasuk satu di antaranya yang masih berstatus di bawah […]

expand_less