DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Wako Pekanbaru Sidak Kawasan Tenda Biru Dini Hari, Temukan Bong dan Kondom 

Wako Pekanbaru sidak kawasan Tenda Biru. f : ist

PEKANBARU, detak24comWako Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Ketua DPRD dan Komisi I DPRD melakukan sidak ke kawasan Tenda Biru Jalan SM Amin Ujung, Senin (02/06/25) dini hari.

Sidak ini merupakan respons cepat terhadap laporan masyarakat dan sorotan media sosial terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

Baca juga : Tergiur Status Polisi, Cewek Pekanbaru Serahkan Barang Berharga ke Pacar, Ternyata..

Polda Riau Tangkap 8 Pelajar Terlibat Tawuran Bersenjata di Tampan Pekanbaru 

Dalam inspeksi tersebut, tim gabungan menemukan sejumlah barang bukti mencurigakan, seperti alat kontrasepsi, alat isap sabu (bong), dan indikasi kuat adanya praktik prostitusi, penyalahgunaan narkoba, dan aktivitas LGBT yang meresahkan warga.

“Sidak ini sebagai bentuk respons cepat atas laporan warga dan Komisi I DPRD yang juga sempat viral di media sosial. Di lapangan, kita menemukan barang bukti seperti kondom, bong sabu, dan indikasi aktivitas LGBT,” ungkap Wako.

Dua menegaskan bahwa kawasan Tenda Biru ini telah berulang kali diberi teguran, namun tetap beroperasi secara ilegal. Bangunan-bangunan yang dikenal sebagai “rumah liar” (ruli) di area tersebut diketahui tidak memiliki izin operasional.

“Sudah beberapa kali ditegur, namun praktik yang sama terus berlangsung. Besok pagi kita akan gelar rapat bersama Ketua DPRD, Polresta, Kajari, dan Forkopimda untuk membahas langkah penertiban dan eksekusi lapangan,” tambahnya.

Pemko juga berencana untuk membongkar seluruh rumah liar yang terindikasi menjadi sarang praktik prostitusi dan penyalahgunaan narkoba.

Namun, Wako memastikan bahwa tindakan penertiban akan dilakukan secara bertahap dan dengan mempertimbangkan aspek sosial bagi warga yang benar-benar mencari nafkah secara sah di lokasi tersebut.

“Kita akan lakukan eksekusi bertahap. Bila ada warga yang benar-benar mencari nafkah seperti tukang tambal ban, akan kita carikan solusi dan tempat relokasi yang layak. Saat ini ada lebih dari 100 bangunan liar di sana,” pungkasnya dikutip dari halloriau. (Red)

Editor : Kar