DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Warga 1,5 Ha di Rumbai Pekanbaru 

Warga patroli di kebun pasca serangan gajah liar di Muara Fajar Barat, Rumbai. f : ist

PEKANBARU, detak24com – Sekitar 11 ekor gajah Sumatra terpantau berada di kawasan perkebunan dan semak belukar di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, yang berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim.

Informasi dirangkum Senin (01/06/26), kemunculan gajah itu dilaporkan masyarakat ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Sabtu (30/05/26). Tim mitigasi satwa langsung diturunkan ke lokasi konflik untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Kepala BBKSDA Riau Supartono, mengatakan hasil identifikasi di lapangan bersama aparat setempat, termasuk Babinsa dan masyarakat menemukan adanya kerusakan lahan pertanian warga.

“Ditemukan kerusakan pada lahan budidaya semangka seluas kurang lebih 1,5 hektare milik warga bernama Pak Untung yang diduga terjadi beberapa malam sebelumnya akibat aktivitas gajah liar,” ujar Supartono, Senin (01/06/26).

Selain kerusakan lahan, tim juga mendapati keberadaan kelompok gajah liar yang terdiri dari sekitar 11 ekor di sekitar kebun durian dan area semak belukar yang berdekatan dengan pemukiman warga.

Sebagai langkah mitigasi, petugas melakukan upaya penggiringan satwa menggunakan bunyi-bunyian, serta membangun penjagaan dan blokade pada jalur yang diduga menjadi lintasan gajah menuju permukiman dan area perkebunan.

“Upaya tersebut juga dilakukan dengan memanfaatkan api unggun di sejumlah titik strategis,” jelasnya.

Tim BBKSDA Riau turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, mengingat gajah merupakan satwa yang lebih aktif pada waktu tersebut.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah karena satwa tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Hingga dini hari, upaya penggiringan yang dilakukan tim berhasil mengarahkan kelompok gajah kembali ke arah pinggiran Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim.

Namun, BBKSDA Riau menyebut potensi kemunculan kembali gajah ke area perkebunan warga masih terbuka, sehingga pemantauan dan mitigasi lanjutan terus dilakukan.

Ia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan keberadaan satwa liar yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Kami mengimbau masyarakat mendukung upaya konservasi dengan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi,” imbaunya dikutip dari cakaplah. (*)

Editor : Kar