Tiga Tahanan Rutan Siak Kabur, Terpidana Mati Diduga Sembunyi Sekitar Rumah Bupati Afni
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 20 Okt 2025
- print Cetak

Terpidana mati Rutan Siak, Edi Saputra diduga sembunyi di sekitar kawasan rumah Bupati Siak. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIAK, detak24com – Satu dari tiga tahanan kasus narkoba yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Siak, masih belum ditemukan hingga Ahad (19/10/25) malam, pukul 18.00 WIB.
Tim gabungan TNI, Polri, dan petugas rutan terus melakukan penyisiran di area hutan yang berbatasan langsung dengan kompleks rumah dinas Bupati Siak. Suasana di sekitar lokasi tampak tegang. Sejumlah petugas berjaga di setiap sudut jalan yang mengarah ke hutan.
Warga setempat juga ikut memantau, khawatir pelarian itu menyusup ke permukiman. Tahanan bernama Epi Saputra, terpidana mati kasus narkoba, diduga kuat bersembunyi di kawasan hutan di sisi utara rumah dinas Bupati Afni. Seorang warga mengaku sempat melihat pria dengan ciri-ciri mirip Epi sekitar pukul 11.00 WIB.
Dia tampak hendak meminum air di parit dalam hutan. Waktu saya sapa, dia diam saja lalu lari terbirit-birit,” ujar warga itu.
“Baru setelah lihat berita di HP, saya sadar wajahnya mirip tahanan kabur. Saya langsung lapor ke petugas,” sambungnya.
Warga lainnya, Hari mengaku cemas karena rumahnya berdekatan dengan hutan kota. “Saya khawatir sekali, apalagi dia belum tertangkap. Takutnya lari ke rumah warga,” katanya.
Karutan dan KPR Diperiksa
Tiga orang tahanan berhasil kabur dari Rutan Kelas IIB Siak pada Ahad (19/10/25) dini hari. Kejadian ini memicu pemeriksaan internal besar-besaran terhadap seluruh regu jaga malam hingga unsur pimpinan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau.
Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Maizar mengatakan, pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan penyebab kelalaian serta mencari tahu secara detail kronologi kejadian.
“Siapa yang berjaga, posisinya di mana saat kejadian, semuanya akan diperiksa. Tim kami segera turun ke Siak untuk mendalami kasus ini,” ujar Maizar, Senin (20/10/25).
Ia menambahkan, satu regu jaga yang bertugas malam itu, termasuk Kepala Pengamanan Rutan (KPR) dan Karutan, turut diperiksa. “Walaupun KPR ikut membantu penangkapan, tetap akan diperiksa,” tegasnya.
Ketiga tahanan yang kabur diketahui bernama Satria Adi Putra (30), Safrudis (32), dan Epi Saputra (34). Mereka melarikan diri dengan cara merusak kuping engsel pintu sel di kamar pengendali narkoba. Dua di antaranya, Satria dan Safrudis, berhasil ditangkap kembali oleh petugas. Sementara Epi Saputra masih dalam pencarian.
“Kami sudah sebar nama dan foto Epi. Saat ini masih dalam pencarian, bekerja sama dengan TNI, Polri, hingga aparat kelurahan dan RT RW,” lanjut Maizar.
Usai kejadian, pengamanan di dalam Rutan langsung diperketat. Pemeriksaan gembok dan kontrol blok hunian dilakukan secara intensif.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Maka dari itu, kami perintahkan deteksi dini dan peningkatan pengawasan,” tambahnya.
Dia juga menyebutkan bahwa kelebihan kapasitas menjadi salah satu masalah serius di Rutan Siak. Daya tampung sudah melebihi batas hingga 300 persen.
Terpisah, dari hasil pendalaman oleh kepolisian, aksi pelarian ini dilakukan melalui perencanaan matang selama sekitar satu minggu.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menyatakan ketiganya merupakan bagian dari delapan tahanan kasus narkoba di sel khusus, dikutip dari tribunpekanbaru. (Red)
Editor : kar











