Makin Teruk, Rupiah Terjungkal ke Angka 17.326 per Dolar AS
JAKARTA, detak24com – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah seiring tekanan sentimen global yang masih membayangi pasar keuangan, Rabu (29/04/26).
Pada penutupan sore hari, rupiah terdepresiasi 83 poin terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp 17.326 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 17.243. Sepanjang perdagangan, mata uang Garuda bahkan sempat melemah hingga 95 poin.
Sejak pembukaan perdagangan, tekanan terhadap rupiah sudah terlihat. Mata uang domestik dibuka turun 32 poin atau 0,19% ke level Rp 17.275 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu reaksi pasar atas dinamika geopolitik dan energi global. Salah satunya adalah keputusan Uni Emirat Arab untuk keluar dari OPEC.
Selain itu, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah turut memperburuk sentimen. Amerika Serikat dilaporkan memperpanjang blokade pelabuhan di Iran, yang berpotensi mengganggu pasokan energi global dari kawasan tersebut.
Kondisi tersebut diperparah oleh kebuntuan negosiasi damai antara AS dan Iran. Dalam situasi ini, Iran disebut menutup jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Dari sisi global, pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve. Keputusan tersebut dijadwalkan diumumkan pada Kamis dini hari WIB.
“Pasar saat ini menantikan keputusan penting suku bunga The Fed. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, menandai pertemuan ketiga berturut-turut tanpa perubahan,” ujar Ibrahim.
Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter global tersebut membuat rupiah masih berada dalam tekanan dalam jangka pendek. (Red).
Editor : Kar
