PENDERITA Asma Tewas Mengapung di Sungai Batang Lubuh Rohul
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 6 Des 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ROHUL, detak24com – Sesosok mayat ditemukan tewas mengapung di aliran Sungai Batang Lubuh, Muara Nikum, Desa Rambah Hilir Tengah, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul, Rabu (06/12/23) sekitar pukul 10.00 WIB siang.
Korban tewas mengapung tersebut pertama kali ditemukan oleh dua warga Muara Nikum bernama Hambali dan Ridwan Susanto. Saat itu, kedua saksi melihat mayat dalam keadaan tertelungkup hanyut dibawa derasnya air sungai. Kemudian keduanya berinisiatif mengejar menggunakan sampan.
Setelah mendayung sampan hampir sejauh 1 kilometer, keduanya berhasil meraih mayat dan membawa ke tepian sungai. Lalu keduanya memberitahukan penemuan itu kepada pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Rambah Hilir Ipda Hendra Gunawan dan personil Polsek setempat segera menuju ke lokasi penemuan mayat yang belum diketahui identitasnya itu.
Selanjutnya, bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul, aparat Polsek Rambah Hilir mengevakuasi mayat dan membawa ke RSUD Rohul.
Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono melalui Kasubsi Penmas Polres Rohul Ipda Refli Harahap membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menerangkan, mayat ditemukan dalam keadaan tertelungkup, memakai kaos oblong warna abu-abu dan celana pendek warna hitam.
Ipda Refli melanjutkan, hasil penyelidikan, identitas mayat bernama Hendri (41), warga Dusun Pematang Berangan Desa Sejati, Kecamatan Rambah Hilir.
“Hasil penyelidikan, tidak jauh dari lokasi penemuan mayat, ditemukan Kartu Tanda Penduduk atas nama Hendri. Ini menjadi kesimpulan awal kita,” kata Ipda Refli, Rabu malam.
Ipda Refli menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga, bahwa korban meninggalkan rumah sejak Ahad (03/12/23) lalu. Saat itu, korban mengaku keluar rumah untuk bertemu dengan teman-temannya.
“Selain itu, keluarga mengaku bahwa korban menderita penyakit asma. Kemudian, dari hasil pemeriksaan, juga tidak ditemukan adanya bekas luka di tubuh korban. Jadi keluarga korban menolak untuk dilakukan visum. Keluarga pun mengikhlaskan kejadian itu,” ungkapnya dikutip detak24com dari riauterkini. (*/berita)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












Saat ini belum ada komentar