banner

PEDULI Satwa Langka, Chicco Jerikho ‘Ziarahi’ Makam Gajah Rahman di Pelalawan

PEKANBARU, detak24com – Aktor Chicco Jerikho menyambangi Mapolda Riau, sekaligus ziarahi kuburan gajah Rahman di TNTN Pelalawan.

Di Mapolda Riau, Chicco Jerikho bertemu dengan Kasubdit IV Ditreskrimsus. Kedatangannya, meminta pengusutan tuntas kematian gajah Rahman, Senin (25/03/24).

Usai bertemu dengan penyidik, Chicco Jerikho menyebut kedatangannya ingin meminta agar pengusutan kematian gajah Rahman di area konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bisa dituntaskan.

“Kami sudah menghadap langsung ke Kasubdit IV dan mereka sampai sekarang masih di tahap penyidikan investigasi. Makin ke sini makin tergambar dan terarah,” kata Chicco Jerikho.

Selain itu Chicco juga sempat bermalam di TNTN dan ia melihat langsung lokasi kejadian serta makam gajah Rahman.

“Saat 8 tahun silam, saya bertemu langsung dengan gajah Rahman. Ia gajah yang pintar. Gajah digunakan untuk patroli dan menggiring gajah liar serta kegiatan konservasi lainnya. Dia adalah ikon dari gajah konservasi,” terangnya.

Chicco juga berharap kejadian tersebut menjadi yang terakhir, ditambah lagi gajah Rahman tewas di wilayah yang seharusnya aman baginya.

“Semoga kematian gajah Rahman menjadi contoh dan tidak ada lagi Rahman lainnya,” pungkasnya.

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) binaan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) itu ditemukan mati diduga dibunuh untuk diambil gadingnya, Rabu (10/01/2024) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kepala TNTN Heru Sutmantoro menjelaskan, kematian gajah jantan bernama Rahman tersebut pertama kali diketahui oleh sang Mahout, Jumadi. “Setelah didekati, gajah Rahman ditemukan dalam kondisi tergeletak lemas dan gading sebelah kiri sudah terpotong dan hilang,” terang Heru.

Disebutkan Heru, berdasarkan kondisi Rahman, diduga kuat gajah berusia 46 tahun tersebut diracun terlebih dahulu sebelum dipotong gadingnya.

Sempat dilakukan upaya penanganan awal sesuai petunjuk dokter hewan BBKSDA Riau dengan memberikan obat pencahar (norit), susu dan gula cair menggunakan selang, namun naas gajah Rahman mati sekitar pukul 15.55 WIB, dikutip detak24com dari CAKAPLAH. (*/Berita)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com