Nyaris Keracunan MBG Massal di Bengkalis, Menu Busuk dan Berbelatung-Siswa Tak Mau Makan!
Menu MBG di sebuah sekolah dibuang ke tong sampah karena rusak. f : ist
BENGKALIS, detak24com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkalis nyaris menimbulkan keracunan massal. Beruntung, tak satu pun siswa memakannya.
Dikutip dari iniriau.com, sejumlah orangtua murid di Bengkalis mengeluhkan menu yang dibagikan kepada siswa dalam kondisi tidak layak konsumsi. Bahkan ada yang basi berbau busuk serta berbelatung.
Seorang wali murid SDN 04 Bengkalis mengungkapkan, anaknya yang duduk di kelas IV mengadu bahwa makanan MBG yang diterima pada Senin (29/09/25) berbau tidak sedap. Menu berupa kuah sate, sayur toge, kacang panjang, serta potongan semangka didapati sebagian sudah busuk.
“Selama ini tidak pernah ada masalah, tapi hari ini anak saya bilang makanan yang dibagikan basi. Semangkanya pun banyak yang busuk,” ujarnya dengan nada kecewa.
Hal serupa juga terjadi di MTsN Bengkalis. Seorang wali murid menyebutkan, anaknya melaporkan satu kelas penuh menerima menu MBG yang sudah berbelatung.
“Hanya satu kelas saja yang menemukan belatung, dan sepakat seluruh siswa tidak memakannya,” ungkapnya.
Ia menyayangkan pihak sekolah yang dianggap kurang transparan menanggapi laporan tersebut.
“Seharusnya pihak sekolah atau kepala sekolah mencicipi lebih dulu menu MBG sebelum dibagikan. Ini penting agar makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar layak,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, pelaksana lapangan SPPG, Ikmal membenarkan bahwa menu kuah sate, sayur, telur, dan semangka hari tersebut berasal dari pihaknya. Ia menjelaskan pihaknya mengelola lebih dari 3.600 paket MBG yang tersebar di 16 sekolah di Kecamatan Bengkalis.
Namun, Ikmal mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak sekolah terkait temuan makanan basi.
“Saya sudah cek ke sekolah-sekolah, tidak ada laporan soal menu basi. Tapi kalau memang benar ada, tentu akan kami evaluasi. Ke depan, menu seperti ini mungkin tidak bisa lagi diberikan,” ujarnya.
Ikmal menambahkan, pihaknya biasanya mulai menyiapkan menu sejak pukul 03.00 WIB dini hari sebelum diantar ke sekolah-sekolah pada pagi harinya.
Kasus ini menjadi pukulan serius bagi pelaksanaan program MBG di Bengkalis. Para wali murid berharap pemerintah daerah turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang. Mengingat, banyaknya keracunan MBG di sejumlah daerah hingga status KLB di Jawab Barat.
Gubri Mengaku Rutin Cek SPPG
Sementara, dilansir dari GoRiau, Gubernur Riau, Abdul Wahid mengakui telah mengetahui keadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkalis. Dimana, MBG di SDN 4 Bengkalis memiliki makanan basi dan bahkan di salah satu MTSN didapati menu yang telah berbelatung pada Senin (29/09/25).
“Udah, sudah saya dengar kabarnya. Ya di daerah-daerah banyak seperti itu,” ujar Wahid saat ditanyai wartawan setelah menghadiri ranperda APBD tahun 2025 di DPRD Provinsi Riau, Selasa (30/09/25).
Menyikapi situasi ini, Gubri mengaku rutin ke sekolah-sekolah dan SPPG mengecek MBG. Ia mengaku hampir seminggu sekali melakukan hal tersebut.
Menurut Gubri Wahid, beberapa SPPG acap melebihi kapasitas produksinya. Sehingga hal tersebut menyebabkan kesalahan fatal.
“Memang saya lihat karena dia dapurnya itu terlalu besar, menampung 3.000 (MBG) lebih satu dapur. Sehingga mereka butuh waktu mempersiapkan. Kadang-kadang mereka masak jam 7, harus sampai ke sekolah kan sebelum siang. Anak-anak makan siang. Kadang-kadang mereka jam 7 masak, masih panas-panas, ditutup, kan itu kadang-kadang basi. Jadi saya bilang coba nanti kita lihat, kalau tidak terlalu jauh mengantarnya mungkin bisa dengan dapur yang besar seperti itu,” papar Wahid.
Ia berjanji akan terus mengevaluasi program unggulan Presiden Prabowo ini. Baginya kekurangan-kekurangan yang dialami setiap SPPG akan menjadi catatan-catatan untuk diperbaiki.
“Terus dievaluasi lah, saya memberikan masukan juga kepada pengurus MBG, bagaimana program Pak Presiden ini berjalan dengan maksimal,” tegasnya dikutip dari goriau. (Red)
Editor : Kar

1 thought on “Nyaris Keracunan MBG Massal di Bengkalis, Menu Busuk dan Berbelatung-Siswa Tak Mau Makan!”
Comments are closed.