LIMA Ribuan Lebih Warga Meranti Jadi Pengangguran, Pasca Honorer Dirumahkan
SELATPANJANG, detak24com – Jumlah pengangguran di Kabupaten Kepulauan Meranti masih tinggi. Hampir 5.048 orang tak punya pekerjaan selama tahun 2022 lalu.
Data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti mencatat, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten ini meningkat sekitar seribuan atau tepatnya 988 orang dari tahun 2021 yang berjumlah 4.060 orang. Jumlah itu sebenarnya turun dari tahun 2020 yakni sebanyak 7.475 orang.
“Data ini berasal dari Badan Pusat Statistik. Jumlah pengangguran tebanyak dari lulusan SMA/SMK sederajat, maupun tamat kuliah yang belum tertampung pasar kerja,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Mengah, dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, Kamis (16/03/23).
Tingginya angka pengangguran ini menjadi perhatian dinas terkait. Mereka pun mencoba untuk mencari strategi agar ada akses lapangan kerja bagi masyarakat yang belum punya pekerjaan.
Salah satu upaya yakni mengadakan pelatihan kerja agar para pencari kerja benar-benar siap untuk terjun di dunia kerja. Selain itu Pemkab Kepulauan Meranti juga memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Selatpanjang.
“Selain mengadakan pelatihan bagi para pencari kerja, kita juga memberikan pinjaman modal kepada pelaku UMKM, dimana pinjaman itu tanpa bunga dan hanya pokoknya saja, itu merupakan bagian dari membantu masyarakat untuk mengembangkan usahanya,” jelas Tengku Arifin.

13 thoughts on “LIMA Ribuan Lebih Warga Meranti Jadi Pengangguran, Pasca Honorer Dirumahkan”