Laka Kerja Renggut Nyawa di Kilang Pertamina Dumai, DPRD: Jangan Coba-coba Tutupi!
Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai, Edison SH. f : ist
DUMAI, detak24com – Seorang pekerja di Kilang Pertamina Dumai tewas dalam laka kerja. Korban berinisial F diduga jatuh dari ketinggian. Legislator setempat mewanti-wanti perusahaan untuk transparan perihal tragedi tersebut.
Insiden pekerja tewas di Kilang Pertamina itu bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, melainkan juga menyisakan tanda tanya besar, apakah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) benar-benar menjadi prioritas , atau hanya sekadar formalitas.
Baca juga : Jatuh dari Ketinggian, Pekerja Kilang Pertamina Dumai Meregang Nyawa, Perusahaan Berduka
Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai, Edison SH dengan nada tegas menyampaikan sikap. Ia menekankan, tragedi pekerja tewas di Kilang Pertamina tersebut bukan perkara kecil yang bisa ditutup-tutupi.
“Kita sangat konsen dengan keselamatan para pekerja. Pihak Pertamina harus serius dalam merekrut tenaga kerja, jangan asal-asalan. Harus dipastikan mereka benar-benar terlatih, mahir dalam standar K3, bukan sekadar formalitas. Kalau ada kelalaian dari kontraktor, jangan ragu, beri sanksi tegas,” tegas Edison dengan suara lantang. Selasa (19/08/25).
Politisi vokal ini juga memperingatkan perusahaan agar tidak bermain-main dengan isu krusial yang menyangkut nyawa manusia.
“Kami di DPRD akan terus memantau dan mengawasi, jangan coba-coba bermain dalam hal ini. KPI Dumai harus transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau sampai ada rekayasa informasi, itu akan menjadi masalah besar. Awas kalau bermain, karena ini menyangkut masalah nyawa manusia!” ujarnya dengan tajam.
Pertanyaan publik kini tertuju pada PT KPI RU II Dumai, apakah mereka akan benar-benar terbuka terhadap kejadian ini, atau memilih jalur lama yakni menyembunyikan fakta dan melindungi kepentingan korporasi?
Kecurigaan publik kian menguat ketika kasus-kasus kecelakaan kerja di masa lalu seringkali berakhir tanpa kejelasan. Laporan formal disusun, penyelidikan dijalankan, namun hasilnya jarang sampai ke telinga masyarakat.
Turlap DPRD Ancaman Nyata
Legislator Partai Golkar itu tidak menutup kemungkinan DPRD turun lapangan (turlap) ke lokasi kecelakaan. Langkah ini disebut perlu untuk memastikan kebenaran informasi dan memutus rantai ‘budaya tutup mulut’ yang acap terjadi di lingkaran industri besar.
“Kalau perlu, kita langsung ke lokasi. Kita tidak main-main. Kami ingin pastikan sendiri bagaimana kondisi lapangan, apakah prosedur K3 dijalankan dengan benar atau hanya dipajang di dinding sebagai formalitas,” tandas dia.
Nyawa Manusia Tak Bisa Ditukar
Kecelakaan kerja bukan sekadar angka statistik. Di balik setiap kejadian, ada keluarga yang kehilangan, anak-anak yang ditinggalkan, dan masa depan yang terenggut.
Tragedi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh perusahaan besar di Dumai. Keselamatan bukan pilihan, melainkan kewajiban mutlak.
Kini, publik menanti langkah nyata dari PT KPI RU II Dumai serta hasil investigasi dari Dinas Tenaga Kerja Propinsi Riau Bidang Pengawasan. Jika ada kelalaian, sanksi tegas tidak bisa ditawar lagi.
Apakah tragedi ini akan menjadi momentum perubahan nyata, atau justru kembali tenggelam dalam lautan formalitas dan laporan tanpa makna, dikutip dari thekingbingal.com. (red)
Editor : kar
