Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KORUPTOR Pelabuhan Bagansiapiapi Rp 1,5 M Dituntut Dua Tahun Penjara

KORUPTOR Pelabuhan Bagansiapiapi Rp 1,5 M Dituntut Dua Tahun Penjara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ROHIL, detak24com – Direktur PT Multi Karya Pratama (MPK), Nathanael Simanjuntak, dituntut 2 tahun penjara, Selasa (09/05/23). Terdakwa terbukti korupsi proyek fasilitas Pelabuhan Bagansiapiapi, Rohil.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jufri Wandy SH MH, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru menyakan Nathanael sesuai Pasal 3 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menyatakan terdakwa Nathanael Simanjuntak bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menuntut terdakwa dengan pidana 2 tahun penjara, dipotong masa tahanan yang sudah dijalani,” ujar JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Dr Salomo Ginting SH MH dibantu hakim anggota Yuli Artha Pujoyotama dan Yanuar Anadi SH MH.

JPU dalam tuntutannya juga meminta hakim menghukum terdakwa membayar denda Rp 200 juta. Dengan ketentuan jika tidak dibayarkan diganti hukuman kurungan selama 6 bulan.

JPU tidak membebankan Nathanael membayar uang pengganti kerugian negara. Pasalnya, sisa kerugian negara sebesar Rp1.483.335.260, telah dikembalikan terdakwa secara bertahap kepada Kejari Rohil.

Atas tuntutan itu, Nathanael langsung mengajukan pembelaan atau pledoi secara lisan. Terdakwa mengakui kesalahannya dan meminta majelis hakim memberikan hukum ringan atau seadil-adilnya.

PT Multi Karya Pratama merupakan penyedia atau pelaksana kegiatan proyek bermasalah itu. Korupsi berawal pada tahun 2018 lalu ketika Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan melaksanakan Kegiatan Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Rohil.

Adapun anggarannya bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan RI cq Direktorat Perhubungan Laut Tahun Anggaran 2018. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Multi Karya Pratama dan Konsultan Pengawas CV Refena Kembar Anugrah (RKA) dengan waktu pengerjaan selama 180 hari mulai 30 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018 dengan nilai kontrak sebesar Rp20.715.000.800.

Pada tahap pencairan, syarat-syarat dari pencairan seperti Jaminan Uang Muka, SSP PPN dan PPh, Rincian Penggunaan Uang Muka dan Berita Acara Progres Pekerjaan dari Konsultan hanya dilampirkan pada Pencairan Tahap I. Pada Pencairan Tahap II-VII, syarat-syarat tersebut tidak dilampirkan namun anggaran tetap dicairkan.

Sampai dengan berakhirnya masa kontrak fisik, yakni pada tanggal 31 Desember 2018, pengerjaan proyek tersebut belum mencapai bobot fisik 100 persen, karena masih ada yang belum selesai. Seperti, selimut tiang HDPE belum terpasang dan timbunan untuk causeway dan turap belum selesai.

Kendati begitu, pembayaran sudah dilakukan 100 persen atas nilai kontrak dan setiap proses pencairan tidak pernah melampirkan asbuilt drawing atau Gambar Pelaksanaan dan Back Up Data/Final Quantity, serta Laporan Kemajuan Pekerjaan sebagai dasar penentuan berapa besar prestasi pekerjaan yang telah dikerjakan.

Selain Nathanael, perkara ini juga menjerat M Tito Rachmat Prasetyo yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Untuk nama yang disebutkan terakhir telah dihadapkan ke persidangan dan dinyatakan bersalah. Keduanya diduga kuat melakukan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.483.335.260.

JPU menuntut M Tito dengan pidana penjara selama 7,5 tahun, dan denda sebesar Rp300 juta subsidair 6 bulan kurungan. Sementara untuk uang pengganti kerugian keuangan negara, dibebankan terhadap Nathanael Simanjuntak sebesar Rp1.483.335.260.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan pidana kepada M Tito dengan pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan, dan denda sejumlah Rp300 juta subsidair 4 bulan kurungan.(CAKAPLAH)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi Puluhan Unit di Dumai, Ini Pesan Sang Jenderal untuk Masyarakat!

    Kapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi Puluhan Unit di Dumai, Ini Pesan Sang Jenderal untuk Masyarakat!

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Komitmen Polri untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, yakni jembatan Merah Putih Presisi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meresmikan jembatan Merah Putih Presisi Tahap II sebanyak 80 unit di Provinsi Riau. Peresmian yang dipusatkan di Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, tersebut menjadi salah satu agenda utama kunjungan […]

  • KEJARI Pelalawan Ciduk Buronan Korupsi Sampan Nelayan di Cilacap

    KEJARI Pelalawan Ciduk Buronan Korupsi Sampan Nelayan di Cilacap

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menangkap buronan korupsi bantuan sampan nelayan TA 2019 di Cilacap. Tersangka berhasil ditangkap dari persembunyiannya, di Kota Cilacap, Provinsi Jawa Tengah lalu digiring ke bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Rabu (05/06/24). Tersangka inisial AN tersandung kasus tindak pidana korupsi, bantuan sampan untuk nelayan di Dinas Perikanan dan Kelautan […]

  • Takut Ketahuan Polisi, Petani Basilambaru Dumai Buka ‘Lapak Sabu’ di Ladang 

    Takut Ketahuan Polisi, Petani Basilambaru Dumai Buka ‘Lapak Sabu’ di Ladang 

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang petani inisial S (49) terciduk di pondok ladang Jalan M Saleh, Kelurahan Basilam Baru, Dumai dengan barang bukti sabu 4,87 gram. Tersangka ditangkap dalam kasus peredaran gelap narkotika, yakni sebagai pengedar sabu. Selain itu, pelaku juga mengonsumsi ‘garam China‘ tersebut sesuai hasil tes urine yang mengandung methamphetamine. Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika kembali […]

  • Music is Passion

    Music is Passion

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Vivamus vitae ante blandit, euismod nibh at, consectetur purus. Phasellus tincidunt pulvinar suscipit. Fusce venenatis mauris sem, nec commodo nibh tristique suscipit. Praesent tellus tellus, sodales laoreet luctus congue, vestibulum ut tortor. Curabitur nec lobortis mauris. Curabitur faucibus nec libero at pellentesque. Sed ac enim sed erat lobortis interdum vel ut urna. Cras erat libero, […]

  • SISI Lain Bentrok Ormas di Pekanbaru : Warga Ketakutan, Ratusan Massa Bawa Kayu-Batu Saling Lempar dan Kejar

    SISI Lain Bentrok Ormas di Pekanbaru : Warga Ketakutan, Ratusan Massa Bawa Kayu-Batu Saling Lempar dan Kejar

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Bentrok antara ormas SPTI Riau di Jalan Riau Ujung, Pekanbaru, menimbulkan ketakutan warga sekitar. Pasalnya, kedua kubu membawa batu dan kayu, serta  saling lempar dan  kejar di jalanan, Rabu (20/09/23). Pantauan detikSumut, bentrokan terjadi di Jalan Riau Ujung antara dua kubu. Kedua kubu terlihat saling kejar pakai kayu, serta melempar batu yang dipungut […]

  • Pura-pura Berobat, Rampok Bersenpi Sekap Bidan di Bumi Ayu Dumai

    Pura-pura Berobat, Rampok Bersenpi Sekap Bidan di Bumi Ayu Dumai

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 3Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang bidan di Bumi Ayu Dumai bernama Siti Aisyah Tri Kurnia Ningsih (34) jadi korban rampok bersenpi. Dia dirampok oleh pasiennya ketika melakukan pengobatan di rumah pelaku. Yakni di Jalan Gunung Slamet Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan. Informasi dirangkum, Jumat (19/07/24), perampokan menimpa bidan Siti Aisyah terjadi pada Sabtu (13/07/24) lalu. Pelaku […]

expand_less