Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Korupsi PNBP Rp 12,5 M, Oknum Polres Kuansing Dituntut 10, 5 Tahun Penjara 

Korupsi PNBP Rp 12,5 M, Oknum Polres Kuansing Dituntut 10, 5 Tahun Penjara 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Rafi Budiman, oknum Polres Kuansing koruptor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp12,5 miliar lebih dituntut 10,5 tahun.

“Menuntut terdakwa Rafi Budiman dengan pidana penjara selama 10 tahun dan 6 bulan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmat Taufik Hidayat, pada persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, Selasa (21/01/25) petang.

JPU menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 8 Juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana. 

Selain penjara, JPU menuntut agar hakim menjatuhkan hukuman  terdakwa membayar denda Rp 500 juta. “Dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana 3 bulan kurungan,” kata JPU.

Tidak hanya itu, JPU memberikan hukuman tambahan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp12.503.440.000. Apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun 3 bulan.

Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya mengajukan pembelaan atau pledoi. Majelis hakim yang diketuai Della Tamtama mengagendakan persidangan lanjutan pada pekan depan.

JPU dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa selaku Bendahara Penerimaan menggelapkan uang setoran PNBP tahun 2017 sampai 2023. Uang tersebut berasal dari pengurusan BPKB kendaraan bermotor dari lima perusahaan dealer yang ada di Kuansing.

Dana PNBP yang dikorupsi di antaranya untuk pengurusan Surat Keterangan Cacat Kriminal (SKCK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), Surat Tanda Nomor Kendaran (STNK), Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Izin Mengemudi dan Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit).

Seharusnya uang PNBP itu, disetorkan terdakwa ke Kas Negara seluruhnya. Namun uang itu sebagian digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Berdasarkan hasil audit penghitungan kerugian negara, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 12.503.440.000 dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • CIDUK ENAM Tersangka, Polisi Gerebek Pesta Sabu di Jalan Pembangunan Lubukdalam Siak

    CIDUK ENAM Tersangka, Polisi Gerebek Pesta Sabu di Jalan Pembangunan Lubukdalam Siak

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    SIAK, detak24com – Tim Unit Reskrim Polsek Lubuk Dalam Siak menciduk enam terduga sabu di Jalan Pembangunan 4 Kampung Lubuk Dalam, Kecamatan Lubuk Dalam, Siak. Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja melalui Kapolsek Lubuk Dalam AKP Januar Edwin Sitompul, Sabtu (29/04/23) membenarkan penangkapan terhadap enam pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kecamatan Lubuk dalam tersebut. “Penangkapan […]

  • Disuruh Pindah, Puluhan Ribu Warga 6 Desa Kawasan TNTN Ungkap Fakta Mengejutkan!

    Disuruh Pindah, Puluhan Ribu Warga 6 Desa Kawasan TNTN Ungkap Fakta Mengejutkan!

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Puluhan ribu warga enam desa di kawasan TNTN dituduh sebagai perambah, serta diminta relokasi mandiri sebelum 22 Agustus 2025. Padahal, mereka sudah membangun rumah, membesarkan anak-anak, mendirikan sekolah, masjid, pura dan gereja. “Kami bukan musuh hutan, kami bagian dari alam yang kami jaga,” ujar Abdul Aziz, Juru Bicara Forum Masyarakat Korban Tata […]

  • Kebakaran Hebat, 15 Rumah Warga Ludes Jadi Abu di Tanah Merah Inhil

    Kebakaran Hebat, 15 Rumah Warga Ludes Jadi Abu di Tanah Merah Inhil

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Sebanyak 15 unit rumah warga Desa Tanah Merah, Kabupaten Inhil hangus jadi abu dilalap api, Kamis (01/08/24) petang. Kebakaran yang diduga akibat arus pendek dari salah sebuah rumah kosong ini, terjadi pada pukul 14.00 WIB. Api dapat dipadamkan pukul 16.40 WIB oleh tim kebakaran dan dibantu oleh warga. Kepala Desa Tanah Merah, […]

  • Polemik HGB STC harus Disikapi dengan Tabayyun dan Komunikasi yang Baik

    Polemik HGB STC harus Disikapi dengan Tabayyun dan Komunikasi yang Baik

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Sekretaris Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Riau Supriadi, menyikapi polemik yang berkembang terkait status Hak Guna Bangunan (HGB) 133 unit ruko di kawasan Sukaramai Trade Centre (STC) Pekanbaru. Polemik tersebut mencuat setelah adanya pemberitaan mengenai pernyataan sejumlah pihak, termasuk Anggota DPRD Kota Pekanbaru, yang menyebut bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak pernah […]

  • Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie. F : IST

    COPOT Anwar Usman, Ketua MKMK Dilaporkan ke Dewan Etik

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Ketua MKMK dilaporkan ke Dewan Etik MK usai mengetukkan palu pencopotan Anwar Usman. Laporan tersebut dilayangkan oleh Advokat Peduli Mahkamah Konstitusi (APMK). “Kita ke sini itu untuk melaporkan Ketua MKMK Prof Dr Jimly Asshiddiqie yang di mana dalam putusannya itu, dia akhirnya memberhentikan Anwar Usman. Alasan pencopotan tersebut katanya tidak sesuai dengan […]

  • DPR Usut Program MBG, Dampak Siswa Keracunan Massal dan Penyimpangan Anggaran

    DPR Usut Program MBG, Dampak Siswa Keracunan Massal dan Penyimpangan Anggaran

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Komisi IX DPR akan menggelar rapat kerja bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana untuk mengevaluasi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi ini menyusul munculnya berbagai masalah serius, termasuk insiden keracunan massal di sejumlah daerah dan dugaan penyimpangan anggaran. “Kami sangat serius menanggapi berbagai persoalan yang mencuat belakangan ini, mulai […]

expand_less