Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Kejagung Tangkap Eks Ketua PN Bangkinang, Suap Vonis Bebas Kasus Ekspor CPO 

Kejagung Tangkap Eks Ketua PN Bangkinang, Suap Vonis Bebas Kasus Ekspor CPO 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Kejagung menangkap eks Ketua PN Bangkinang, Muhammad Arif Nuryanta dalam kasus suap perkara korupsi izin ekspor CPO.

Kejagung mengatakan, majelis hakim Djuyamto Cs yang ditetapkan oleh Muhammad Arif Nuryanta, terima uang suap Rp 22,5 miliar sebagai imbalan vonis lepas terdakwa kasus korupsi persetujuan ekspor minyak kelapa sawit periode 2021-2022. 

Diketahui, sebelum menjabat Ketua PN Jakarta Selatan, M Arif pernah menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang pada 31 Agustus 2015 silam. Setahun berselang, ia mendapat promosi sebagai Ketua PN Bangkinang.

Jabatan Arif makin mentereng usai didapuk sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Pusat pada 17 Januari 2024. Kemudian ia kembali mendapat promosi menjadi Ketua PN Jakarta Selatan sejak 6 November 2024.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Abdul Qohar menyebut uang yang diterima oleh majelis hakim diberikan oleh Muhammad Arif Nuryanta yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Pusat.

Dia menjelaskan, Arif yang telah menerima uang suap sebesar Rp 60 miliar dari Ariyanto Bakri selaku pengacara dari tiga tersangka korporasi langsung memilih susunan majelis hakim dalam perkara itu.

Mereka yang dipilih yakni hakim Djuyamto (DJU) selaku ketua majelis, kemudian hakim Agam Syarif Baharuddin (ASB) selaku anggota majelis dan Ali Muhtarom (AM) selaku hakim adhoc.

“Wakil Ketua PN Jakpus kemudian menunjuk majelis hakim yang terdiri dari DJU sebagai ketua majelis, kemudian AM adalah hakim adhoc dan ASB sebagai anggota majelis,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (14/04/25).

Setelah itu, Arif langsung memanggil Djuyamto dan Agam untuk bertemu secara langsung. Ia menyebut dalam pertemuan itu Arif menyerahkan uang tunai senilai Rp 4,5 miliar sebagai uang untuk membaca berkas perkara korupsi minyak goreng.

“Dengan tujuan untuk uang baca berkas perkara dan agar perkara tersebut diatensi,” jelasnya.

Uang dalam bentuk Dollar Amerika Serikat itu, kata dia kemudian dibawa oleh Agam menggunakan goodie bag dan langsung dibagikan kepada ketiga majelis hakim dalam perkara itu.

Lanjutnya, pada periode September-Oktober 2024, Arif kembali menyerahkan uang sebesar Rp 18 miliar dalam bentuk Dollar Amerika Serikat kepada Djuyamto.

Uang itu kemudian dibagikan oleh Djuyamto di depan Bank BRI. Rinciannya yakni sebesar Rp 4,5 miliar untuk Agam, kemudian sebesar Rp 5 miliar untuk Ali, sebesar Rp 6 miliar untuk Djuyamto dan Rp 300 juta untuk panitera.

“Ketiga hakim tersebut mengetahui tujuan dari penerimaan uang tersebut agar perkara tersebut diputus onslag. Sehingga,vpada tanggal 19 Maret 2025 perkara tersebut di putus onslag,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kejagung menetapkan total tujuh orang tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi terkait vonis lepas di perkara korupsi persetujuan ekspor minyak kelapa sawit periode 2021-2022.

Ketujuh tersangka itu Ketua PN Jaksel Muhammad Arif Nuryanta, pengacara Marcella Santoso dan Ariyanto, Panitera Muda PN Jakut Wahyu Gunawan. Kemudian ketiga majelis hakim pemberi vonis lepas yakni Djuyamto, Agam Syarif Baharuddin dan Ali Muhtarom .

Lanjutnya, terdapat bukti pemberian suap sebesar Rp 60 miliar dari Marcella Santoso dan Ariyanto selaku pengacara korporasi PT Permata Hijau Group, PT Wilmar Group dan PT Musim Mas Group.

Uang itu diterima oleh Muhammad Arif Nuryanta yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Pusat melalui Wahyu Gunawan yang saat itu menjabat sebagai Panitera Muda pada PN Jakarta Pusat.

“Pemberian ini dalam rangka pengurusan perkara agar majelis hakim yang mengadili perkara itu memberikan putusan onslag,” jelasnya.

Masih kata Qohar, hakim Arif Nuryanta menggunakan jabatannya saat itu sebagai wakil ketua PN Jakarta Pusat dalam mengatur vonis lepas kepada tiga terdakwa korporasi kasus korupsi minyak goreng.

“Jadi perkaranya tidak terbukti, walaupun secara unsur memenuhi pasal yang didakwakan. Tetapi menurut pertimbangan majelis hakim bukan merupakan tindak pidana,” pungkasnya. (Cnnindonesia)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sutikno Jabat Kajati, Sejumlah Kajari di Riau Dimutasi, Ini Daftarnya!

    Sutikno Jabat Kajati, Sejumlah Kajari di Riau Dimutasi, Ini Daftarnya!

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Wakajati dan beberapa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Provinsi Riau dimutasi. Berikut ini daftar lengkapnya. Rotasi dan mutasi itu tertuang dalam surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 854 Tahun 2025. Dalam surat itu tercatat beberapa nama mulai dari Kepala Kejaksaan Tinggi yang dijabat Plt Wakajati Dedie Tri […]

  • GUBRI Tolak APBDP Bengkalis 2023, Dinilai Cacat Hukum

    GUBRI Tolak APBDP Bengkalis 2023, Dinilai Cacat Hukum

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 2Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Secara tegas, Gubri tolak APBDP Bengkalis 2023. Penolakan tersebut karena draftnya cacat hukum, Kamis (26/10/23). Pemprov Riau telah menerima usulan draft Ranperda APBDP Bengkalis tahun 2023 untuk dievaluasi. Hanya saja tidak disetujui Gubernur Riau lantaran dinilai catat hukum. Pasalnya, pembahasan APBD-P Bengkalis masih mengikutsertakan anggota DPRD Bengkalis yang diberhentikan. Sehingga, secara tegas […]

  • ACT Sunat Bantuan Korban Kecelakaan Lion Air

    ACT Sunat Bantuan Korban Kecelakaan Lion Air

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Jakarta, detak24.com – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengendus dugaan penyalahgunaan dana bantuan yang dihimpun lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada 2018 lalu.       Masalah keuangan itu diduga dilakukan oleh mantan Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT saat ini Ibnu Khajar kala itu. Ia diduga […]

  • Amril Mukminin Keluar Penjara, Dapat Bebas Bersyarat

    Amril Mukminin Keluar Penjara, Dapat Bebas Bersyarat

    • calendar_month Rabu, 7 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Bengkalis, detak24.com – Mantan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, bebas bersyarat, Rabu (07/09/22). Amril keluar dari Rutan Kelas I Pekanbaru setelah menjalani pidana 4 tahun penjara. “Betul hari ini sudah dikeluarkan dari Rutan Kelas I Pekanbaru dengan program Pembebasan Bersyarat, melalui mekanisme syarat dan ketentuan yang sama seperti warga binaan lain,” ujar Kepala Rutan Kelas I […]

  • NELAYAN RUPAT TENGGELAM, Tim SAR Temukan Alu dalam Keadaan Tak Bernyawa

    NELAYAN RUPAT TENGGELAM, Tim SAR Temukan Alu dalam Keadaan Tak Bernyawa

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    RUPAT, detak24.com – Setelah menemukan jenazah Suri, tim SAR akhirnya menjumpai mayat sang suami nelayan Rupat yang hilang dihantam ombak. Kondisinya serupa, yakni dalam keadaan tak bernyawa. Pasangan suami istri bernama Alu (40) dan Suri (40) yang sempat hilang dihantam ombak saat sedang mencari ikan di perairan Tanjung Medang, Bengkalis ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. […]

  • Demo Tolak Satgas Timah Ricuh, Ribuan Massa Berhamburan Terkena Gas Air Mata

    Demo Tolak Satgas Timah Ricuh, Ribuan Massa Berhamburan Terkena Gas Air Mata

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, detak24com – Ribuan massa demonstran memenuhi halaman PT Timah Tbk Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung, Senin (06/10/2025). Dalam aksi demo ini masyarakat menuntut transparansi serta berbagai polemik pengelolaan tambang oleh PT Timah Tbk di wilayah Bangka Belitung. Baca juga : Presiden Perintahkan TNI/Polri Operasi Besar-besaran di Babel, Ada Apa? Selain itu, massa yang datang juga […]

expand_less