Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nusantara » Heboh Polwan Bunuh Suami, Leher Korban Terikat di Bawah Batang Kayu 

Heboh Polwan Bunuh Suami, Leher Korban Terikat di Bawah Batang Kayu 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LOMBOK, detak24comSeorang Polwan bernama Briptu Rizka Sintiyani jadi tersangka pembunuhan suaminya Brigadir Esco Faska Relly, anggota Intel Polsek Sekotong, Lombok Barat, NTB.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid mengatakan Bripka Rizka ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara pada Jumat (19/09/25) lalu.

Baca juga : Viral Bokep Sahroni dengan Nafa Urbach, Fakta atau Akal-akalan Netizen?

“Ya, hasil gelar perkara penyidik menetapkan istrinya menjadi tersangka,” kata Kholid dikutip, Rabu (24/09/25).

Briptu Rizka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penahanan Briptu Rizka dibenarkan kuasa hukum keluarga Brigadir Esco, Lalu Anton Hariawan.

“Benar, saya sudah konfirmasi (ke polisi), yang bersangkutan (Briptu Rizka Sintiyani) sudah ditahan,” imbuh dia.

Briptu Rizka ditahan sejak Sabtu (21/09/25). Ia tidak ditahan di Polres Lombok Barat, melainkan dititipkan di Rutan Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda NTB.

“Tadi malam, Sabtu (21/9) ditahan, sudah dititip di Polda NTB, di Tahti,” sebut Anton.

Brigadir Esco ditemukan tewas mengenaskan di kebun belakang rumahnya, Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada 24 Agustus lalu.

Jenazahnya ditemukan oleh sang mertua, Siun dalam kondisi membusuk, wajah rusak, dan leher terikat tali di bawah pohon.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Briptu Rizka diperiksa intensif terkait kasus tersebut.

Polisi telah melakukan autopsi terhadap jasad Brigadir Esco. Hasilnya menunjukkan dugaan penganiayaan.

“Ada dugaan kekerasan di sana, penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Ada dugaan itu,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Syarif Hidayat pada 29 Agustus lalu.

Menurut Syarif, sebelum ditemukan tewas, Brigadir Esco sempat berdinas ke Polsek Sekotong. Fakta ini diperkuat oleh catatan piket dan daftar kehadiran. “Habis itu, alasannya izin mau besuk orangtuanya sakit,” terang Syarif.

Motif Pembunuhan 

Beredar isu Brigadir Esco dibunuh diduga lantaran memergoki isterinya Bripka Rizka tengah berselingkuh.

Namun, kuasa hukum Bripka Rizka, Syarifuddin, langsung membantah keras isu tersebut.

Tidak benar kalau dibilang ada perselingkuhan. Itu hanya gosip liar yang sama sekali tidak terbukti,” kata Syarifuddin.

Menurutnya, pemberitaan soal hubungan gelap justru menyesatkan publik dan bisa mencederai asas praduga tak bersalah.

Ia meminta masyarakat menunggu fakta persidangan agar kebenaran kasus ini terungkap secara terang benderang.

“Kami minta jangan ada spekulasi yang memperkeruh suasana. Biarlah fakta di pengadilan yang berbicara,” tambahnya dikutip dari Tribunnews. (Red)

Editor : kar

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDC Raih Tiga Penghargaan di TOP CSR Awards 2026

    PDC Raih Tiga Penghargaan di TOP CSR Awards 2026

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24.com — PT Patra Drilling Contractor (PDC) meraih tiga penghargaan pada ajang TOP CSR Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (25/5). Pencapaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, di mana PDC berhasil menambah satu penghargaan pada ajang tahunan di bidang tanggung jawab sosial perusahaan tersebut. Pada TOP CSR Awards 2026, PDC meraih penghargaan TOP […]

  • NAIF! Kepala Dusun di Kampar Terciduk Jual Sabu

    NAIF! Kepala Dusun di Kampar Terciduk Jual Sabu

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    KAMPAR, detak24com – Bukan mengayomi, oknum kepala dusun inisial AS (41) ini malahan jual sabu pada warganya. Tersangka beralamat di Desa Beringin, Kecamatan Tapung Hilir Kampar bersama seorang lainnya inisial IA (20) akhirnya diciduk polisi. Informasi dirangkum Selasa (16/05/23), penangkapan ini berawal, sekitar pukul 10.30 WIB, Kapolsek Tapung Hilir AKP M Simanungkalit SH MH mendapatkan […]

  • PENAMBANG Emas Liar di Kuansing Ditemukan Tewas, Tertimbun Longsor 15 Meter

    PENAMBANG Emas Liar di Kuansing Ditemukan Tewas, Tertimbun Longsor 15 Meter

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    KUANSING, detak24com – Deni Murdani (30), penambang emas tanpa izin (PETI) di Benai Kuantan Singingi, yang tertimbun akhirnya ditemukan meninggal, Kamis (14/9/2023). Korban sebelum ditemukan sempat terkubur selama 15 jam di area pertambangan. Doni, diketahui warga asal Desa Jaya Kopah. Sebelum mengalami nasib naas, korban bersama rekan-rekannya melakukan penambangan emas ilegal di Desa Munsalo Kopah, […]

  • PANGGIL Aspri Muhammad Adil, KPK Lanjut Periksa 12 Bendahara OPD Meranti

    PANGGIL Aspri Muhammad Adil, KPK Lanjut Periksa 12 Bendahara OPD Meranti

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    MERANTI, detak24com – KPK kembali memanggil 12 bendahara di lingkup Pemkab Kepulauan Meranti, Jumat (12/05/23). Tim mendalami kasus korupsi Bupati nonaktif Muhammad Adil. Kepala Bidang Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik memeriksa 12 orang bendahara, yang berasal dari dinas dan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan (Setdakab) Kepulauan Meranti. Selain itu, tim penyidik KPK juga memeriksa […]

  • Oknum Polisi Aniaya Warga Desa Kualu Kabupaten Kampar sampai Tewas 

    Oknum Polisi Aniaya Warga Desa Kualu Kabupaten Kampar sampai Tewas 

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Oknum polisi anggota Polda Riau berinisial AS menganiaya J (31), warga di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kampar. Korban tewas akibat pendarahaan di kepala. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto mengatakan, korban dianiaya pada Ahad (8/9/2024).  Penganiayaan dilakukan AS bersama empat orang pelaku lainnya. “AS melakukan penganiayaan bersama empat pelaku lainnya. […]

  • Apical Dumai dan Polda Riau teken MoU Pamobvitnas. (f : ist)

    Polda Riau – Apical Dumai Teken MoU Pengamanan Objek Vital Nasional

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Apical Dumai dan Polda Riau teken MoU pengamanan objek vital nasional (Pamobvitnas) di Pekanbaru, Rabu (23/10/24). Sebagai pengolah minyak nabati terkemuka, melalui unit bisnisnya di Dumai, PT Sari Dumai Sejati (SDS) dan PT Sari Dumai Oleo (SDO), Apical menjalin sinergi Pamobvitnas. Hadir secara langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, H. Mohammad Iqbal, […]

expand_less